Terungkap! Ini Motif Pihak Holywings Buat Promo Miras Gratis untuk yang Bernama 'Muhammad dan Maria'

Motif atau alasan pihak Holywings membuat promosi miras gratis bagi yang bernama Muhammad dan Maria akhirnya terungkap.

Terungkap! Ini Motif Pihak Holywings Buat Promo Miras Gratis untuk yang Bernama 'Muhammad dan Maria'
Motif pihak Holywings membuat promosi miras gratis akhirnya terungkap.

INILAHKORAN, Bandung - Motif pihak Holywings membuat promo minuman keras (miras) gratis bagi yang mempunyai nama 'Muhammad dan Maria' akhirnya terungkap.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Polisi Budhi Herdi menyampaikan konten promosi miras tersebut dibuat untuk menarik minat pengunjung.

"Mereka membuat konten tersebut untuk menarik pengunjung datang ke gerai khususnya di gerai yang presentase penjualannya di bawah target 60 persen," ujar Budhi dikutip Inilahkoran dari Antara, Sabtu 25 Juni 2022.

Baca Juga: Daftar Harga Kebutuhan Pokok di Jawa Barat Hari Ini 25 Juni 2022

Dalam kasus ini, terdapat enam pegawai Holywings yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Keenam tersangka tersebut terdiri dari Direktur Kreatif, Head Tim Promotion, desain grafis, admin tim promosi, social media officer, dan admin promosi yang betugas memberikan permintaan ke tim kreatif.

Lebih lanjut, barang bukti yang disita polisi yakni tangkap layar (screenshot) unggahan akun resmi Holywings, satu unit mesin atau PC komputer, satu buah telepon seluler, satu buah eksternal hardisk dan satu buah laptop.

Keenam tersangka tersebut dijerat pasal pasal 14 ayat 1 dan 2 UU No. 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidang, khususnya pasal menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, pasal 156 atau pasal 156a KUHP yang pokoknya bersifat permusuhan, penyalah-gunaan atau penodaan terhadap suatu agama.

Baca Juga: Bintang “Scream Queens” Emma Roberts Dikabarkan Deka dengan Cade Hudson, Ini Bukti Foto Kedekatannya!

Juga pasal 28 ayat 2 UU ITE tentang menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Atas perbuatan tindakan pidana keenam tersangka mengenai hoaks dan penistaan agama, mereka juga mendapat ancaman hukuman 10 tahun penjara.***


Editor : inilahkoran