BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi untuk Perairan di Wilayah Ini

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini adanya gelombang tinggi di wilayah perairan ini.

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi untuk Perairan di Wilayah Ini
Ilustrasi: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi untuk Wilayah di Perairan Ini

INILAHKORAN, Bandung - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini adanya gelombang tinggi di wilayah perairan ini.

BMKG menyebut sejumlah wilayah di Tanah Air berpotensi mengalami gelombang laut tinggi dan dibarengi dengan angin kencang.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," dikutip dari laman BMKG, Senin 4 Juli 2022.

Baca Juga: Turis Asal Austria Tewas Usai Diserang Hiu di Laut Merah

Menurut keterangan BMKG, terdapat potensi gelombang tinggi dengan ketinggian 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka Bagian Utara.

Selanjutnya, juga berpeluang terjadi di Perairan Timur Kep. Mentawai, Selat Karimata, Laut Jawa Bagian Tengah, Selat Makassar Bagian Selatan, Selat Sumba Bagian Timur, Perairan Selatan P. Flores, dan Selat Ombai, Laut Timor.

Berikutnya, Laut Flores Bagian Timur, Perairan Baubau sampai Wakatobi, Perairan Manui - Kendari, Laut Banda, Perairan Selatan Kep. Sula, Perairan Selatan P. Buru - P. Seram, Perairan Kep. Sermata Hingga Kep. Babar, Perairan Utara Kep. Kai Hingga Kep. Aru, Laut Arafuru Bagian Barat, dan Laut Sulawesi Bagian Tengah.

Sementara itu, gelombang setinggi 2,5 - 4 meter berpeluang terjadi di Perairan Timur P. Simeulue Hingga Kep. Nias, Teluk Lampung, Perairan Selatan P. Sumbawa Hingga P. Sumba.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Wisatawan Liburan Sekolah, Tempat Wisata di Bandung Diimbau Taat Prokes

Kemudian, juga terdapat potensi serupa di Selat Alas Bagian Selatan, Selat Sape Bagian Selatan, Selat Sumba Bagian Barat, Perairan P. Sawu - P. Rotte, Laut Sawu Bagian Selatan, Perairan Selatan Kep. Tanimbar, Perairan Selatan Kep. Kai Hingga Kep. Aru, Laut Arafuru Bagian Tengah Dan Timur.

Kemudian untuk gelombang dengan ketinggian 4-6 meter berpeluang terjadi di Perairan Utara Sabang, Perairan Barat Aceh, Perairan Barat P. Simeulue Hingga Kep. Mentawai, Perairan Bengkulu Hingga Barat Lampung.

Lalu, potensi ketinggian hingga enam meter tersebut juga berpeluang terjadi di Samudra Hindia Barat Sumatra, Selat Sunda Bagian Barat Dan Selatan, Perairan Selatan Banten Hingga Bali, Selat Bali - Lombok Bagian Selatan, dan Samudra Hindia Selatan Banten hingga NTT.

Baca Juga: 46 Jemaah Haji Indonesia Dideportasi karena Pakai Travel Bodong

Dan, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Tenggara - Selatan dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur - Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5 - 30 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan utara Sabang, Perairan barat Aceh, Perairan selatan P. Jawa hingga NTT, Laut Banda, Perairan Kep. Sermata - Kep. Tanimbar dan Laut Arafuru.


Editor : inilahkoran