Ini Deretan Kerusuhan Babarsari Tiap Tahun, dari Bentrok Suporter Hingga Ojek Online

Kerusuhan Babarsari, Depok, Sleman, DI Yogyakarta bukan kali ini terjadi. Hampir tiap tahun ada. Pemicunya beragam.

Ini Deretan Kerusuhan Babarsari Tiap Tahun, dari Bentrok Suporter Hingga Ojek Online
Kondisi Babarsari saat ini

INILAHKORAN, Yogyakarta – Kerusuhan Babarsari, Depok, Sleman, DI Yogyakarta bukan kali ini terjadi. Hampir tiap tahun ada. Pemicunya beragam.

Video kerusuhan Babarsari, DI Yogyakarta, beredar di media sosial.Bahkan, beberapa orang tampak membawa senjata tajam.

Kerusuhan Babarsari, DI Yogyakarta, terjadi hari ini, Senin 4 Juli 2022 diduga berawal dari adanya korban salah sasaran.

Korban salah sasaran tersebut merupakan salah satu mahasiswa akhir di Institut Teknologi Nasional Yogyakarta.

Baca Juga: Kronologi Kerusuhan di Babarsari, Berawal dari Korban Salah Sasaran Mahasiswa Papua

Kerusuhan Babarsari bukan kali ini terjadi. Hampir tiap tahun terjadi gesekan di sana yang berujung kerusuhan.

Pada 12 September 2018, sekelompok warga Papua turun ke jalan, dipicu gesekan di sebuah café.

Presiden Ikatan Pelajar Mahasiwa (IPMA) Papua DIY Aris Yeimo mengatakan, telah bertemu dengan sejumlah kelompok mahasiswa Papua yang terlibat pertikaian di sebuah cafe di Jalan Perumnas, Condongcatur, Depok pada Rabu dini hari.

Baca Juga: Babarsari Mencekam,Masyarakat Diimbau Hindari Jalur Tersebut

Ia telah mengumpulkan informasi dari sumber terkuat dengan kronologi kejadian yang menyebabkan satu orang mahasiswa asal Papua mengalami luka tusuk di bagian dada.

“Jadi saya tadi malam (Rabu, 12/9/2018) sudah (mendengar cerita) duduk bersama dengan kawan-kawan yang jadi saksi dan jadi korban. Total ada 14 orang (dari Papua)," kata dia seperti dilansir Harianjogja.com, Kamis (13/9/2018).

Ke-14 orang itu datang ke cafe secara bertahap dari mulai Selasa (11/9/2018) sekitar pukul 21.00 WIB, pukul 00.00 WIB, dan Rabu pukul 01.30 WIB. Mereka datang saling mengajak satu sama lain untuk nongkrong dan berkumpul di tempat tersebut.

Kelompok orang dari Papua yang di dalam cafe itu terdiri dari empat perempuan dan 10 laki-laki, dan termasuk satu pasangan suami istri. Dari 14 orang, tujuh di antaranya minum miras dan tujuh sisanya yang datang belakangan tidak minum.

Baca Juga: Buntut Demo Rusuh di Polda Jabar, 11 Orang Ditetapkan Tersangka Ini Perannya

“Sekitar jam 01.00 WIB sampai 01.30 WIB itu terjadi gesekan. Biasa kalau ada orang yang datang dari jauh itu kan kita baku sapa, baku sayang. Baku sapa khas Papua itu kan kadang gemas, balik sana balik sini. Nah tidak sengaja entah badan atau lengan mereka ada yang menyenggol botol minum hingga pecah,” kata dia.

Pecahnya botol itu yang memicu gesekan. Mulanya seorang petugas pengamanan berseram menegur baik-baik. Namun salah seorang datang menghampiri dan langsung berkata-kata kasar kepada sejumlah orang dari Papua yang ada di tempat tersebut. Ujungnya, kerusuhan pun terjadi.

Tahun 2020, terjadi pula kerusuhan antara massa driver ojek online dan sekelompok orang di Babarsari. Akibatnya, sejumlah orang terluka.

Salah satu driver ojol di lokasi kejadian berinisial R mengungkapkan, awalnya kerusuhan pecah di wilayah Casa Grande Ring Road Utara, lalu merembet ke wilayah Babarsari pada Kamis (5/3/2020) sore.

Baca Juga: Polda Metro Buru Aktor Intelektual Penggerak Pelajar Rusuh

“Gojek lewat disikat. Yang kena bacok ada tiga sampai empat orang,” ungkap pria yang minta namanya diinisial R itu, juga kepada Harianjogja.com di Babarsari.

Akhirnya kata dia, driver ojol yang menjadi korban menghubungi rekan-rekannya. R yang mendengar informasi tersebut juga langsung bergerak ke lokasi. Ratusan polisi diterjunkan ke Babarsari untuk memisahkan dua kelompok massa. 

Sebelumnya pengendara ojek online (ojol) dan sejumlah orang yang diduga debt collector terlibat aksi saling lempar batu di Ring Road Utara, sebelah timur Polsek Depok Timur, Kamis (5/3/2020) siang.

Sementara tahun lalu, bentrokan di Babarsari terjadi antara oknum suporter PSIM Yogyakarta dengan masyarakat sekitar Ambarukmo Plaza terjadi di pertigaan Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Depok, Sleman, Rabu (1/12/2021).

Baca Juga: 14 Orang Jadi Tersangka Rusuh Di Wamena

Bentrokan pecah diduga karena rombongan konvoi suporter PSIM dinilai mengganggu kenyamanan warga masyarakat sekitar. Diketahui bentrok bermula saat suporter PSIM melakukan konvoi dan memblayer-blayer gas motor sehingga membuat berisik. Hal tersebut mengganggu kenyamanan warga dan memicu terjadinya bentrokan.

Dalam rekaman video amatir terlihat satu sepeda motor yang tergelatak di tengah jalan. Sementara kedua kubu berhadap-hadapan dengan membawa kayu dan melempar batu. Polisi sempat beberapa kali memperingatkan dengan tembakan peringatan untuk membubarkan kedua kelompok.***


Editor : inilahkoran