Diduga Sakit Hati Usai Ditegur, Kepala TU SMA di Jakarta Jadi Korban Pembacokan Teknisi

Diduga karena sakit hari usai ditegur, seorang teknisi di salah satu SMA di Jakarta Timur membacok Kepala TU.

Diduga Sakit Hati Usai Ditegur, Kepala TU SMA di Jakarta Jadi Korban Pembacokan Teknisi
Ilustrasi/ seorang kepala TU SMA di Jakarta jadi korban pembacokan

INILAHKORAN, Bandung - Diduga karena sakit hari usai ditegur, seorang teknisi di salah satu SMA di Jakarta Timur membacok seorang Kepala Tata Usaha (TU) pada Jumat 1 Juli 2022 lalu.

Kapolsek Cipayung, AKP Bayu Marfiando mengatakan pelaku mengaku kalap melakukan pembacokan terhadap korban lantaran dituduh tidak masuk kerja selama tiga hari.

"Pelaku ditegur oleh korban yang merupakan kepala TU di sekolah tersebut (kenapa tidak masuk tiga hari). Tanpa banyak bicara, YH yang merasa dirinya masuk akhirnya sakit hati," jelas Bayu.

Baca Juga: Kertajati Menggeliat, Peluang Bagi Investor

"Tersangka ini (kemudian) lari ke belakang, ke gudang untuk ambil samurai, lalu samperin korban, terjadilah pembacokan itu," sambungnya.

Akibat insiden ini, lanjut Bayu, korban mengalami pendarahan akibat luka di bagian lengannya. TP kini dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Adhyaksa Jakarta.

"Korban dirawat di Rumah Sakit Adhyaksa, rencananya memang akan dilakukan operasi," ujarnya.

Dengan melihat kondisi korban, kata Bayu, polisi belum dapat meminta keterangan lebih lanjut terkait peristiwa penganiayaan tersebut.

Baca Juga: PPATK Blokir Sementara 60 Rekening ACT, Tahun Ini Transaksinya Capai Rp1 Triliun

"Kita belum bisa ambil keterangan, menunggu hasil operasi," tukasnya

Akibat perbuatannya, tersangka YH akan dikenakan dengan Pasal 351 ayat 2 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penganiayaan dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun penjara.***


Editor : inilahkoran