Dugaan Penyelewengan Dana Umat, Menag Yaqut Tegaskan Izin ACT Harus Dicabut

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tegas kan izin ACT harus dicabut jika dugaan-dugaan yang beredar terbukti.

Dugaan Penyelewengan Dana Umat, Menag Yaqut Tegaskan Izin ACT Harus Dicabut
Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas tegas izin ACT harus dicabut jika dugaan-dugaan tersebut terbukti.

INILAHKORAN, Bandung - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyoroti soal kasus dugaan penyelewengan dana umat yang dilakukan oleh organisasi filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Yaqut mengatakan jika dugaan terkait penyelewengan dana umat yang dilakukan oleh ACT terbukti maka izinnya harus dicabut.

Selain itu, isu lain yang menyoroti ACT adalah adanya dugaan pengumpulan dana untuk kegiatan terorisme.

Baca Juga: Terduga Korban Ketiga Ungkap Bukti Bullying dan Pelecehan Seksual yang Dilakukan Nam Joo Hyuk dan Temannya

Yaqut juga menegaskan bahwa izin ACT harus dicabut jika terbukti mendukung untuk kegiatan terorisme.

"Jika memang dana kemanusiaan diselewengkan untuk kepentingan diluar kemanusiaan atau bahkan untuk mendukung kegiatan-kegiatan terorisme, ACT harus dicabut ijinnya!," tulis Yaqut dalam akun Twitternya, Rabu 6 Juli 2022.

Sementara itu, Kementerian Sosial (Kemensos) mencabut izin pengumpulan uang dan barang (PUB) ACT.

Baca Juga: Kematian Eril Dikaitkan dengan Kepentingan Politik, Ridwan Kamil Beri Jawaban Tegas

Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 133/HUK/2022 tanggal 5 Juli 2022 tentang Pencabutan Izin Penyelenggaraan Pengumpulan Sumbangan Kepada Yayasan Aksi Cepat Tanggap.

"Alasan kita mencabut dengan pertimbangan karena adanya indikasi pelanggaran terhadap Permensos sampai menunggu hasil pemeriksaan dari Inspektorat Jenderal baru akan ada ketentuan sanksi lebih lanjut," ujar Muhadjir Effendi.

Berdasarkan ketentuan Pasal 6 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1980 tentang Pelaksanaan Pengumpulan Sumbangan mencantumkan, pembiayaan usaha pengumpulan sumbangan sebanyak-banyaknya 10 persen dari hasil pengumpulan sumbangan.***


Editor : inilahkoran