Diduga Tidak Profesional dan Hambat Penyidikan Kasus Brigadir J, 3 Jendral Bintang Satu Diperiksa

Listyo Sigit Prabowo menerangkan, sebanyak 25 personel polisi diperiksa Tim Irsus terkait dugaan menghambat kasus meninggalnya Brigadir J.

Diduga Tidak Profesional dan Hambat Penyidikan Kasus Brigadir J, 3 Jendral Bintang Satu Diperiksa
Diduga Tidak Profesional dan Hambat Penyidikan Kasus Brigadir J, 3 Jendral Bintang Satu Diperiksa

INILAH KORAN, Bandung – Sebanyak 3 jendral polisi bintang satu turut diperiksa Tim Inspektorat Khusus (Irsus) terkait dugaan menghambat kasus meninggalnya Brigadir J.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerangkan, sebanyak 25 personel polisi diperiksa Tim Inspektorat Khusus (Irsus) terkait dugaan menghambat kasus meninggalnya Brigadir J.

Dia menyebut, personel Polri yang sudah diperiksa berkenaan kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J yang tertembak di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Baca Juga: Angga Wijaya Gelapkan Uang 200 Juta, Dewi Persik: Bakal Polisikan Jika Tidak Minta Maaf dan Kembalikan Uangnya

Listyo Sigit Prabowo menyampaikan proses pemeriksaan terhadap personel polisi ini masih berjalan di kepolisian.

"Kita sudah memeriksa 3 personel Pati Bintang Satu, Kombes 5 personel, AKBP 3 personel, Kompol 2 personel, Pama 7 personel, Bintara dan Tamtama 5 personel," ucap Listyo Sigit dikutip dari PMJ News, Kamis 4 Agustus 2022.

Listyo juga menyampaikan bahwa kesatuan personel Polri yang diperiksa. Kesatuan itu terdiri dari Ditpropam sampai dengan Polda Metro Jaya.

Baca Juga: 13 Link Twibbon Kemerdekaan RI 17 Agustus 2022, Tampilan Kece Gak Malu Upload di Sosmed

"Dari kesatuan Ditpropam, Polres, dan juga ada beberapa personel dari Polda, dan juga Bareskrim," bebernya.

Sementara, 25 personel ini masih terus menjalani pemeriksaan dan bakal berkembang. Proses pemeriksaan berkenaan etika, tetapi tidak menutup kemungkinan terkait proses pidana.

"Kita ingin semua proses bisa berjalan dengan baik. Karena itu, terhadap 25 personel yang saat itu telah menjalani pemeriksaan,” ungkap Sigit.

“Kita akan menjalankan proses pemeriksaan terkait dengan pelanggaran kode etik. Dan tentu bila ditemukan ada proses pidana, kita juga akan memproses pidana dimaksud," tandasnya.***


Editor : inilahkoran