Profil Irjen Syahar Diantono, Wakabareskrim yang Gantikan Ferdy Sambo di Kadiv Propam

Berikut profil Irjen Syahar Diantono yang merupakan Wakabareskim Polri, kini menggantikan Ferdy Sambo di Kadiv Propam.

Profil Irjen Syahar Diantono, Wakabareskrim yang Gantikan Ferdy Sambo di Kadiv Propam
Irjen Pol Syahar Diantono ditunjuk sebagai Kadiv Propam baru gantikan Ferdy Sambo.

INILAHKORAN, Bandung - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo resmi mencopot Irjen Pol Ferdy Sambo dari jabatan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam).

Listyo Sigit Prabowo kemudian menunjuk Irjen Syahar Diantono untuk menggantikan Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam baru.

"Yang dimutasi sebagai Pamen Yanma Polri dalam status proses riksa Irsus Timsus," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo.

Baca Juga: Atmosfer Politik di KBB Memanas, Ketua P4KBB Ungkap Penyebabnya

Berikut profil Irjen Syahar Diantono, sosok yang gantikan Ferdy Sambo di Kadiv Propam.

Irjen Syahar Diantono dilahirkan di Blora, Jawa Tengah pada 2 Februari 1970. Saat ini, usianya 52 tahun.

Irjen Syahar Diantono merupakan lulusan Akademi Kepolisan (Akpol) pada 1991.

Sebelum menjabat sebagai Kadiv Propam, Irjen Syahar Diatono bertugas sebagai Wakil Keamanan Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) Polri.

Baca Juga: Tingkat Kesembuhan Hewan Ternak Terinfeksi PMK di Kota Bandung Capai 90 Persen

Pengalamannya di Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tak diragukan lagi, terlebih untuk menempati posisi Kadiv Propam sekarang.

Pada 2010, Syahar menjabat sebagai Kapolres Pasuruan. Kemudian, dua tahun setelah itu dia dipercaya menduduki posisi Wadirreskrimsus Polda Jatim.

Selanjutnya, pada 2012, Syahar menduduki posisi sebagai Kasubdit VI Dittipideksus Bareskrim Polri.

Syahar juga sempat berpindah jabatan sebagai Dirreskrimsus Polda Kepulauan Riau pada 2014.

Baca Juga: Dedie Sambut Delegasi G20 Dengan Totopong dan Tari Tradisional

Kemudian, pada 2019 dia ditunjuk sebagai Karo PID Divhumas Polri.

Beberapa kasus yang pernah ditangani oleh Syahar yakni soal kasus ujaran kebencian yang mengarah pada Bahar bin Smith pada 2018.

Syahar juga menanangani kasus penyelewengan budidaya dan ekspor 73.200 benih lobster dengan tersangka Kusmianto alias Lim Swie King alias Aan.***

 


Editor : inilahkoran