• Selasa, 24 Mei 2022

Kemendikbud Terus Dorong Perluasan Transfer BOS Nontunai

- Selasa, 13 November 2018 | 09:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus mendorong penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara nontunai melalui kebijakan transfer daerah. 
 
Regulasi ini dilatarbelakangi pandangan bahwa lebih dari 60 persen anggaran pendidikan merupakan dana transfer, termasuk BOS. 
Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kemendikbud, Khamim mengatakan, penggunaan dana BOS nontunai merupakan inovasi dan inisiasi yang luar biasa. Sehingga nantinya diharapkan pengelolaan dana pendidikan semakin hari akan semakin efisien. 
 
Khamim menjelaskan, program BOS nontunai sudah dirintis sejak 2016 dan dilakukan uji coba masing-masing pada 12 sekolah di delapan kota besar yaitu Bandung, Bogor, Makassar,  Mataram, Samarinda, Semarang, dan Palembang. 
 
"Dipilihnya kota-kota tersebut berdasarkan pada kesiapan infrastruktur perbankan dan sekolah, selain pertimbangan dukungan pemerintah daerah dan Bank Pemerintah Daerah (BPD) sebagai penyalur dana BOS," kata Khamim dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (13/11).
 
Dia melanjutkan, dari hasil uji coba yang berlangsung sejak Maret 2017, Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa PT. BPD Kalimantan Timur dan Utara dinilai paling siap untuk melaksanakan tahap perluasan BOS nontunai. 
 
Melalui capaian ini, Khamim, berharap PT. BPD Kaltimtara dapat mendorong dan memotivasi provinsi, kabupaten dan kota yang lain untuk untuk mengimplementasikan kebijakan BOS non tunai seperti yang telah dilaksanakan di Provinsi Kalimatan Timur. 
 
“Kemendikbud tentunya bangga dengan perkembangan yang dicapai BPD Kaltim dan Kaltara dalam pelaksanaan BOS non tunai,” ujarnya. 

Editor: inilahkoran

Terkini

Ruhut Sitompul ke Mega: Jangan GR

Senin, 23 Mei 2022 | 19:00 WIB

Terbaru! Syarat Naik Kereta Api Bulan Mei 2022

Sabtu, 21 Mei 2022 | 11:15 WIB
X