• Rabu, 22 September 2021

Gung Adigung: MWA Hasilkan Rektor Dambaan Civitas Academica ITB?

- Kamis, 7 November 2019 | 07:45 WIB
Sepuluh Calon Rektor ITB (istimewa)
Sepuluh Calon Rektor ITB (istimewa)

Gonjang-ganjing pada hajat pemilihan rektor ITB semakin panas mendekati hari-hari yang menegangkan menjelang dilangsungkannya pemilihan oleh Majelis Wali Amanat (MWA) yaitu pada hari Kamis tanggal 7 November 2019.

Lembaga MWA ini adalah lembaga tertinggi di suatu Perguruan Tinggi (PT) dalam hal ini PT Badan Hukum Milik Negara (BHMN) Institut Teknologi Bandung (ITB). Salah satunya kewenangan MWA adalah berhak memilih dan mengangkat rektor seperti tercantum dalam statuta ITB.

Tentunya dengan tugas yang teramat keramat ini, civitas academica seyogianya mengenal lebih dekat MWA agar dapat bersama sama mengawal setiap tahapan menuju pilihannya.

Salah satu komponen anggota MWA adalah perwakilan dari senat akademik (SA). Pada saat ini anggota MWA yang merupakan wakil dari senat akademik berjumlah 4 (empat) orang.

Komponen lain yang menjadi unsur anggota MWA adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Gubernur Jawa Barat, 1 (satu) orang perwakilan alumni, 1 (satu) orang perwakilan dari mahasiswa dan 1 (satu) perwakilan dari karyawan atau tenaga pendidikan serta 3 (tiga) orang perwakilan dari komponen tokoh masyarakat yang terpandang dan memiliki perhatian yang besar bagi pengembangan ITB.

Menarik untuk dicermati bahwa komposisi 4 (empat) orang yang berasal dari senat akademik hanya merepresentasikan 1/3 (sepertiga) suara dari total 12 (dua belas) suara MWA. Persentase ini akan terasa menjadi semakin kecil karena Menteri memiliki hak luar biasa dan istimewa sebesar 35 (tiga puluh lima) persen suara.

Kendati perlu diketahui juga bahwa para anggota MWA yang berasal dari komponen masyarakat sebenarnya dipilih oleh anggota senat akademik juga. Dengan demikian semestinya  integritas dari yang bersangkutan sudah ditera melalui track record masing-masing oleh senat akademik ITB.

Berangkat dari komposisi semacam itu maka sangat dikhawatirkan berkembangnya potensi pertimbangan politik yang akan mendominasi proses pengambilan keputusan oleh MWA.

Apabila menelaah Peraturan MWA 003/P/I1-MWA/2015, Pasal 4a, tertera bahwa: Anggota senat salah satunya harus memiliki integritas.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Sikap Kami: Mahalnya Cipta Kerja

Minggu, 19 September 2021 | 22:31 WIB

Sikap Kami: PON Salah Arah

Kamis, 16 September 2021 | 10:57 WIB

Sikap Kami: Nonton di Bioskop Cirebon

Rabu, 15 September 2021 | 10:04 WIB

Sikap Kami: Hipokritisme Pelaku Korupsi

Selasa, 14 September 2021 | 08:28 WIB

Sikap Kami: Karena Kita Bukan Wapres

Jumat, 10 September 2021 | 11:40 WIB

Sikap Kami: Tak Serius Urus Lapas

Kamis, 9 September 2021 | 11:13 WIB

Sikap Kami: Berbelok di Tengah Jalan

Rabu, 8 September 2021 | 09:09 WIB

Sikap Kami: Holywings 60 Menit

Selasa, 7 September 2021 | 08:57 WIB

Sikap Kami: Mual Gara-gara Survei

Senin, 6 September 2021 | 08:19 WIB

Sikap Kami: Persib di Kompetisi Aneh

Jumat, 3 September 2021 | 09:53 WIB

Sikap Kami: Pemimpin yang Tak Diinginkan

Kamis, 2 September 2021 | 11:09 WIB

Sikap Kami: Membaca Data Corona

Rabu, 1 September 2021 | 13:59 WIB

Sikap Kami: 'Surga' Kita, Rumah Kita

Selasa, 31 Agustus 2021 | 12:00 WIB

Sikap Kami: Masih Perlukah PPKM?

Senin, 30 Agustus 2021 | 12:00 WIB

Sikap Kami: Menangislah Cimahi

Jumat, 27 Agustus 2021 | 17:15 WIB

Sikap Kami: Imunitas di Pengadilan

Rabu, 25 Agustus 2021 | 11:05 WIB

Sikap Kami: 404 : Not Found

Senin, 23 Agustus 2021 | 11:10 WIB

Sikap Kami: Robin Hood Salah Jalan

Kamis, 19 Agustus 2021 | 13:20 WIB

Mental Cuan

Kamis, 12 Agustus 2021 | 20:10 WIB

Sikap Kami: Nggak Pakai Pasir

Jumat, 6 Agustus 2021 | 10:00 WIB
X