• Kamis, 2 Desember 2021

(Sikap Kami) Waspada Corona

- Selasa, 28 Januari 2020 | 08:10 WIB
Ilustrasi/Syamsuddin Nasoetion
Ilustrasi/Syamsuddin Nasoetion

VIRUS corona mulai “menyeruak” di Jawa Barat. Perlu langkah-langkah tegas pemerintah, utamanya otoritas kesehatan, agar virus semacam ini tidak jadi hantu di kalangan masyarakat.

Selalu setiap kehadiran virus-virus semacam ini, termasuk ketika kita dihantui flu burung, flu babi, dan sebagainya, yang muncul pertama di kalangan masyarakat adalah ketakutan. Wajar, sebab virus-virus semacam ini memang cepat menyebar dan pada kasus-kasus tertentu sulit untuk diatasi.

Kehadiran virus-virus semacam ini, selain cepat menyebar, juga menyeruakkan ketakutan. Terutama karena muncul isu-isu yang berlebihan setiap dia kali hadir di tengah masyarakat. Informasi-informasi yang tidak tepat membuat hal seperti ini kadang-kadang memunculkan kekalutan.

Dalam konteks inilah, kita meminta otoritas pemerintah, terutama yang mengurus sektor kesehatan, secara masif bekerja, tidak hanya untuk mengawal agar virus tak masuk negeri ini, melainkan juga untuk menjelaskan hal-ihwal virus tersebut secara lebih tepat.

Sebab, kita meyakini, informasi-informasi yang bertebaran di beragam platform informasi, memunculkan hal-hal yang tak sepenuhnya benar. Informasi semacam itu, kita yakini, akan membuat masyarakat lebih dihantui ketakutan. Sebab, di zaman informasi datang dan muncul sebebas-bebasnya, kabar-kabar terkait hoaks di sektor kesehatan ini, sangat mengkhawatirkan.

Misalnya, sampai kemarin saja, ada sebagian masyarakat yang meyakini virus corona sudah mulai berjangkit di Jawa Barat. Itu karena ada dua pasien yang masuk ruang isolasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.

Apakah pasien tersebut betul terjangkit virus corona, bahkan ahli kesehatan sendiri belum bisa memastikannya. Dokter masih menunggu hasil uji laboratorium untuk menentukannya. Tapi, di kalangan masyarakat, yang mencuat justru sudah ada yang terjangkit.

Dari keterangan dokter, misalnya, diketahui bahwa suhu kedua pasien itu belum mencapai 38 derajat celsius. Tanda-tanda lainnya juga belum sepenuhnya meyakinkan dokter untuk menyatakan keduanya terkena virus tersebut.

Tapi, di sebagian wilayah, disinformasi sudah mencuat. Informasi keliru membuat sebagian masyarakat percaya. Itu jelas membahayakan. 

Halaman:

Editor: Bsafaat

Terkini

Sikap Kami: Anies-Emil, Oke!

Selasa, 30 November 2021 | 10:51 WIB

Sikap Kami: Gimik Politik

Senin, 29 November 2021 | 09:39 WIB

Sikap Kami: Sami Sade Mengindonesia

Kamis, 25 November 2021 | 11:32 WIB

Urgensi Perubahan RTRW Jabar

Rabu, 24 November 2021 | 14:42 WIB

Sikap Kami: Euforia Mandalika

Selasa, 23 November 2021 | 15:45 WIB

Sikap Kami: Ini Bukan Prank

Selasa, 23 November 2021 | 15:41 WIB

Sikap Kami: Panas ke Gedung Sate

Rabu, 17 November 2021 | 08:30 WIB

Sikap Kami: Biskita, Biskuat, Bus Siapa?

Rabu, 3 November 2021 | 12:45 WIB

Sikap Kami: Siaga La Nina

Rabu, 3 November 2021 | 10:48 WIB

Sikap Kami: Sesat Pikir si Menteri

Selasa, 26 Oktober 2021 | 08:04 WIB

Sikap Kami: Bogor Barat, Apa Kabar?

Senin, 25 Oktober 2021 | 05:15 WIB

Sikap Kami: Durian Runtuh Jabar

Jumat, 22 Oktober 2021 | 06:05 WIB

Sikap Kami: Kultur Bonus

Rabu, 20 Oktober 2021 | 09:35 WIB

Sikap Kami: Ironi Atlet

Kamis, 14 Oktober 2021 | 09:38 WIB

Sikap Kami: Juara Lahir Batin di Papua

Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:50 WIB

Sikap Kami: Tentang Survei Emil

Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:07 WIB

Sikap Kami: PPKM yang Membingungkan

Rabu, 6 Oktober 2021 | 12:02 WIB

Sikap Kami: Tak Tembak Kamu!

Selasa, 5 Oktober 2021 | 06:00 WIB

Sikap Kami: Berkaca dari Papua

Senin, 4 Oktober 2021 | 09:28 WIB
X