• Jumat, 21 Januari 2022

Sikap Kami: Kompresor

- Jumat, 5 Februari 2021 | 07:00 WIB

SALAH satu ilmu yang baik itu ilmu padi. Makin berisi, dia makin merunduk. Makin tinggi, dia jauh dari sifat sombong. Sebab, dia paham, kesombongan adalah jalan menuju kejatuhan.

Jatuh di atas keangkuhan adalah jatuh yang sesakit-sakitnya. Mungkin, itulah sebabnya, orang-orang pintar, salah satu di antara padi yang ranum itu, menghindar dari kesombongan.

Tapi, mungkin karena itu pepatah lama, yang memakainya kebanyakan juga orang-orang lama. Orang-orang terpelajar zaman sekarang, dengan gelar pengetahuan yang sangat tinggi pun, tak sedikit yang sudah melupakan ilmu padi.

Tengoklah, tak sedikit profesor-profesor kita yang bikin gaduh. Miris karena kegaduhan bukan soal pandangan ilmu keahliannya, melainkan pada kepentingan-kepentingannya.

Seorang profesor, misalnya, gaduh karena terlibat adu-mengadu ke kantor polisi. Padahal, yang disoal, bukan bidang keahliannya. Profesor lain malah sibuk menyerang orang lain, juga bukan soal ilmu pengetahuan, melainkan pandangan politiknya.

Apa karena profesor sudah kebanyakan sehingga kita jarang melihat para ahli bergelar serupa di masa lalu. Profesor yang mengabdikan dirinya sungguh-sungguh untuk kepentingan negara.

Kita, misalnya, melihat betapa bermanfaatnya banyak profesor kita di era Orde Baru untuk kemaslahatan negara. Prof Wijdojo Nitisatro, Prof Ali Wardana, Prof Emil Salim, Prof Soebroto, adalah ahli-ahli yang membangkitkan kembali ekonomi kita setelah terpuruk pada Orde Lama.

Mereka adalah profesor-profesor yang sudah selesai dengan urusan dirinya masing-masing. Karena itu, tak kita lihat ada kegaduhan-kegaduhan non-prinsipil yang lahir dari pandangan, pernyataan, sikap, dan perbuatannya.

Sekarang? Tentu, sangat banyak juga profesor-profesor yang berilmu padi seperti mereka. Yang sudah selesai urusan dengan dirinya. Yang konsentrasi dengan ilmunya untuk kemajuan.

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Terkini

Sikap Kami: Ganti Anggota DPR, Pak!

Kamis, 20 Januari 2022 | 10:54 WIB

Sikap Kami: Kumaha Aing

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:00 WIB

Sikap Kami: Pendidikan yang Tercabik

Senin, 17 Januari 2022 | 10:25 WIB

Sikap Kami: Bahlul

Selasa, 11 Januari 2022 | 12:50 WIB

Sikap Kami: Predator Seks di Sekitar Kita!

Jumat, 7 Januari 2022 | 08:46 WIB

Sikap Kami: Kompetisi Tak Pernah Bohong!

Senin, 3 Januari 2022 | 05:35 WIB

Sikap Kami: Tukang Survei

Kamis, 30 Desember 2021 | 11:57 WIB

Sikap Kami: Demo? Ke Jakarta Saja!

Rabu, 29 Desember 2021 | 12:57 WIB

Sikap Kami: Pidato Sampah Giring

Kamis, 23 Desember 2021 | 21:52 WIB

Sikap Kami: Degradasi Simbol Negara

Kamis, 23 Desember 2021 | 13:05 WIB

Sikap Kami: Asa dari Desa

Rabu, 22 Desember 2021 | 06:00 WIB

Sikap Kami: Atalia

Selasa, 14 Desember 2021 | 06:10 WIB

Sikap Kami: Anies-Emil, Oke!

Selasa, 30 November 2021 | 10:51 WIB

Sikap Kami: Gimik Politik

Senin, 29 November 2021 | 09:39 WIB

Sikap Kami: Sami Sade Mengindonesia

Kamis, 25 November 2021 | 11:32 WIB

Urgensi Perubahan RTRW Jabar

Rabu, 24 November 2021 | 14:42 WIB

Sikap Kami: Euforia Mandalika

Selasa, 23 November 2021 | 15:45 WIB

Sikap Kami: Ini Bukan Prank

Selasa, 23 November 2021 | 15:41 WIB

Sikap Kami: Panas ke Gedung Sate

Rabu, 17 November 2021 | 08:30 WIB

Sikap Kami: Biskita, Biskuat, Bus Siapa?

Rabu, 3 November 2021 | 12:45 WIB
X