• Sabtu, 27 November 2021

Sikap Kami: Esemka yang Tersia-sia

- Selasa, 2 Maret 2021 | 10:26 WIB

SUDAHKAH Anda membeli mobil baru Senin (1/3)? Bagaimana, betulkah harganya sudah turun? Mestinya turun karena ada diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mobil baru.

Tapi, penurunan harga itu takkan didapatkan jika kita membeli mobil Esemka. Sebab, mobil buatan pabrikan di Solo Raya itu ternyata tak masuk dalam daftar mobil yang mendapatkan diskon PPnBM.

Tentu saja, keputusan pemerintah tak memberikan diskon PPnBM terhadap Esemka ini layak kita pertanyakan. Katakanlah Esemka bukan mobil nasional, tapi bukankah dia mobil yang antara lain dibuat di Tanah Air kita. Mobil yang harusnya menjadi kebanggaan kita.

Sudah sepatutnya pemerintah memberikan kemudahan-kemudahan yang bisa memicu industri otomotif anak negeri ini. Karena itu, tak masuknya Esemka dalam daftar 21 mobil yang mendapat insentif PPnBM itu tidaklah mencerminkan penghargaan terhadap industri otomotif nasional itu.

Betul, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian, menetapkan kriteria mobil yang mendapatkan insentif. Kriteria itu antara lain sedan dan segmen mobil berpenumpang maksimal 10 orang, bermesin (maksimal) 1.500 cc, berpenggerak gardan 4x2, dan mempunyai local purchase minimal 70%.

Hampir semuanya masuk dalam syarat-syarat yang dimiliki industri mobil berskala nasional itu. Jika memenuhi syarat, tentulah kewajiban pemerintah untuk ikut mendorong produksi mobil buatan anak negeri itu agar bisa lebih bersaing di pasar nasional, bahkan jika memungkinkan suatu ketika ikut berbicara di pasar regional atau internasional.

Tapi, rupanya pemerintah enggan memberi ruang untuk Esemka. Kita tak tahu apa alasannya. Yang jelas, insentif pajak itu hanya dinikmati enam pabrikan Jepang dan satu pabrikan China. Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi, Suzuki, dan Nissan dari Jepang, serta Wuling dari China.

Ini tentu menyedihkan. Padahal, dalam beberapa kesempatan, terutama saat meninjau pabrik Esemka, pemerintah menyuarakan kebanggaan luar biasa atas mobil produksi anak negeri itu. Kenapa ketika ada saat ikut mendorong Esemka menapak lebih luas di jalanan Nusantara, pemerintah seperti setengah hati.

Maka, tak boleh mengelak, jika muncul kesan seolah-olah pemerintah menyia-nyiakan Esemka. Justru ketika ada peluang mempopulerkan Esemka, pemerintah semestinya mendorong sebisa mungkin agar makin banyak anak negeri yang mencintai produk-produk lokal, termasuk produk otomotif.

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Terkini

Sikap Kami: Sami Sade Mengindonesia

Kamis, 25 November 2021 | 11:32 WIB

Urgensi Perubahan RTRW Jabar

Rabu, 24 November 2021 | 14:42 WIB

Sikap Kami: Euforia Mandalika

Selasa, 23 November 2021 | 15:45 WIB

Sikap Kami: Ini Bukan Prank

Selasa, 23 November 2021 | 15:41 WIB

Sikap Kami: Panas ke Gedung Sate

Rabu, 17 November 2021 | 08:30 WIB

Sikap Kami: Biskita, Biskuat, Bus Siapa?

Rabu, 3 November 2021 | 12:45 WIB

Sikap Kami: Siaga La Nina

Rabu, 3 November 2021 | 10:48 WIB

Sikap Kami: Sesat Pikir si Menteri

Selasa, 26 Oktober 2021 | 08:04 WIB

Sikap Kami: Bogor Barat, Apa Kabar?

Senin, 25 Oktober 2021 | 05:15 WIB

Sikap Kami: Durian Runtuh Jabar

Jumat, 22 Oktober 2021 | 06:05 WIB

Sikap Kami: Kultur Bonus

Rabu, 20 Oktober 2021 | 09:35 WIB

Sikap Kami: Ironi Atlet

Kamis, 14 Oktober 2021 | 09:38 WIB

Sikap Kami: Juara Lahir Batin di Papua

Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:50 WIB

Sikap Kami: Tentang Survei Emil

Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:07 WIB

Sikap Kami: PPKM yang Membingungkan

Rabu, 6 Oktober 2021 | 12:02 WIB

Sikap Kami: Tak Tembak Kamu!

Selasa, 5 Oktober 2021 | 06:00 WIB

Sikap Kami: Berkaca dari Papua

Senin, 4 Oktober 2021 | 09:28 WIB

Sikap Kami: Meluruskan Investasi

Jumat, 1 Oktober 2021 | 13:13 WIB

Sikap Kami: Makin Lucu, Makin Gemas

Kamis, 30 September 2021 | 12:32 WIB
X