• Senin, 27 September 2021

Sikap Kami: Bau Amis KPK

- Kamis, 22 Juli 2021 | 10:38 WIB

BUKAN, bukan karena namanya Novel Baswedan. Bukan karena namanya Giri Suprapdiono. Bukan pula karena Yudi Purnomo. Tapi, kepercayaan atas integritas dan kemampuannyalah, maka publik menaruh kepercayaan tinggi terhadap pegawai KPK yang disandung tes wawasan kebangsaan itu.

Masyarakat percaya, 75 pegawai KPK yang tak lulus TWK itu adalah pejuang-pejuang pemberantasan korupsi. Karena itu, ketika mereka dinyatakan tak lulus, publik pun bereaksi.

Kini, apa yang dipertanyakan masyarakat itu seolah mendapat jawaban. Ombudsman RI menyatakan terjadi maladministrasi pada proses TWK itu. Sebagian di antaranya bukan sekadar maladministrasi, bahkan berpotensi jadi persoalan hukum.

Misalnya, soal tanggal mundur nota kesepahaman KPK dan BKN untuk TWK itu. Kontrak diteken pada 26 April 2021. Tapi, diberi tanggal mundur jadi 27 Januari 2021. Asesmen TWK sendiri dimulai 8 April.

Back date itu adalah persoalan. Itu bukti tiadanya kejujuran. Itu bukti TWK bermasalah. Bagaimana mungkin kita berharap kepada KPK yang tidak jujur, yang malah menimbulkan masalah karena kekacauan seperti itu?

KPK sendiri, dalam beberapa kasus yang ditangani, menempatkan back date itu sebagai dugaan pelanggaran hukum. Kenapa sekarang KPK malah melakukannya?

Dalam asesmen pun, BKN menggunakan instrumen Dinas Psikologi TNI AD. BKN tak memiliki instrumen itu. Padahal, instrumen itu, berdasarkan Keputusan Panglima TNI No 1708/XII/2016, dimaksudkan untuk penelitian personel PSN/TNI di lingkungan TNI.

Banyak lagi keganjilan yang terjadi. Padahal, sebelumnya juga Presiden Jokowi sudah minta agar TWK tak jadi dasar pemberhentian pegawai KPK. Tapi itu diabaikan pimpinan KPK.

Lalu, ada apa sesungguhnya? Maka, kita pun meyakini, pemberhentian tersebut bukan sekadar pemberhentian. Kita duga, ada motif-motif tertentu di belakang itu. Motifnya hanya akan terungkap jika pemerintah berani membentuk tim independen untuk menilai TWK pegawai KPK ini.

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Terkini

Sikap Kami: Melawan Hoaks PTM

Senin, 27 September 2021 | 09:57 WIB

Sikap Kami: Bersyukur PTM, Tapi….

Kamis, 23 September 2021 | 11:00 WIB

Sikap Kami: Pikiran Miring Giring

Rabu, 22 September 2021 | 10:35 WIB

Sikap Kami: Mahalnya Cipta Kerja

Minggu, 19 September 2021 | 22:31 WIB

Sikap Kami: PON Salah Arah

Kamis, 16 September 2021 | 10:57 WIB

Sikap Kami: Nonton di Bioskop Cirebon

Rabu, 15 September 2021 | 10:04 WIB

Sikap Kami: Hipokritisme Pelaku Korupsi

Selasa, 14 September 2021 | 08:28 WIB

Sikap Kami: Karena Kita Bukan Wapres

Jumat, 10 September 2021 | 11:40 WIB

Sikap Kami: Tak Serius Urus Lapas

Kamis, 9 September 2021 | 11:13 WIB

Sikap Kami: Berbelok di Tengah Jalan

Rabu, 8 September 2021 | 09:09 WIB

Sikap Kami: Holywings 60 Menit

Selasa, 7 September 2021 | 08:57 WIB

Sikap Kami: Mual Gara-gara Survei

Senin, 6 September 2021 | 08:19 WIB

Sikap Kami: Persib di Kompetisi Aneh

Jumat, 3 September 2021 | 09:53 WIB

Sikap Kami: Pemimpin yang Tak Diinginkan

Kamis, 2 September 2021 | 11:09 WIB

Sikap Kami: Membaca Data Corona

Rabu, 1 September 2021 | 13:59 WIB

Sikap Kami: 'Surga' Kita, Rumah Kita

Selasa, 31 Agustus 2021 | 12:00 WIB

Sikap Kami: Masih Perlukah PPKM?

Senin, 30 Agustus 2021 | 12:00 WIB

Sikap Kami: Menangislah Cimahi

Jumat, 27 Agustus 2021 | 17:15 WIB

Sikap Kami: Imunitas di Pengadilan

Rabu, 25 Agustus 2021 | 11:05 WIB

Sikap Kami: 404 : Not Found

Senin, 23 Agustus 2021 | 11:10 WIB
X