• Sabtu, 16 Oktober 2021

Sikap Kami: Jawa Barat Bisa!

- Selasa, 27 Juli 2021 | 14:10 WIB

SEBELUM melanjutkan membaca tulisan pendek ini, sebutlah dulu alhamdulillah. Kini, 13 kabupaten/kota di Jawa Barat sudah keluar dari level 4. Sejumlah 11 di antaranya bisa menjalankan pemberlakuan pembatasan kegiaran masyarakat (PPKM) Level 3.

Ini patut kita syukuri. Karena bisa melakukan PPKM Level 3. Tapi, yang lebih kita syukuri adalah status pandeminya sudah mulai menurun. Tidak lagi gelap seperti sepekan-dua yang lalu.

Itu tandanya upaya-upaya yang dilakukan seluruh pemangku kepentingan –Satgas Covid, pemerintah, tokoh, dan –yang utama masyarakat sendiri—membuahkan hasil. Turunnya level ditentukan beragam indikator yang terukur, ditentukan para ahlinya. Jadi, bukan sekadar naik-turun.

Kita, lagi-lagi bersyukur, karena Jawa Barat paling banyak turun levelnya. Jawa Tengah 10, Jawa Timur 7, Banten 3. DKI Jakarta malah semua masih level 4. Lebih sepertiga dari 33 daerah yang turun ke PPKM Level 3 ada di Jabar.

Penurunan level ini tentu bukan pekerjaan yang dilakukan dalam sekejap. Bukan dalam lima hari PPKM Level 4 pertama. Tapi, sebuah upaya strategis yang dilakukan secara dinamis, sesuai dengan perkembangan pandemi yang terjadi.

Penanganan pandemi dilakukan secara terstruktur, dari hulu ke hilir, melibatkan pihak yang kompeten. Satgas Covid-19 bisa berjalan karena melibatkan hampir semua pemangku kepentingan.

Semua dilakukan dengan kompak, satu suara, satu tujuan, satu strategi. Rasanya, hanya di Jabar tiap minggu Forkopimda menghabiskan waktu membicarakan penanganan pandemi. Tanpa gesekan. 

Di Jabar pula, koordinasi vertikal dari provinsi hingga kabupaten/kota, bahkan hingga ke unsur terbawah sekalipun, bisa berjalan nyaris tanpa rintangan. Pekan lalu, dua daerah di Jabar sebenarnya berstatus level 3. Tapi, mereka bersatu dengan 25 daerah lain menjalankan PPKM Level 4.

Apa sebab? Karena saling percaya. Yakin bahwa strategi yang dipakai berdaya guna. Bukankah sejumlah strategi yang digagas dan dimulai di Jabar, kemudian juga diadopsi secara nasional? Mulai pembatasan mikro hingga penyaluran obat dan vitamin bagi pasien isolasi mandiri.

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Terkini

Sikap Kami: Ironi Atlet

Kamis, 14 Oktober 2021 | 09:38 WIB

Sikap Kami: Juara Lahir Batin di Papua

Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:50 WIB

Sikap Kami: Tentang Survei Emil

Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:07 WIB

Sikap Kami: PPKM yang Membingungkan

Rabu, 6 Oktober 2021 | 12:02 WIB

Sikap Kami: Tak Tembak Kamu!

Selasa, 5 Oktober 2021 | 06:00 WIB

Sikap Kami: Berkaca dari Papua

Senin, 4 Oktober 2021 | 09:28 WIB

Sikap Kami: Meluruskan Investasi

Jumat, 1 Oktober 2021 | 13:13 WIB

Sikap Kami: Makin Lucu, Makin Gemas

Kamis, 30 September 2021 | 12:32 WIB

Sikap Kami: Tetap Waspada di Sekolah

Rabu, 29 September 2021 | 13:29 WIB

Sikap Kami: Mari Selamatkan Diri

Selasa, 28 September 2021 | 12:45 WIB

Sikap Kami: Melawan Hoaks PTM

Senin, 27 September 2021 | 09:57 WIB

Sikap Kami: Bersyukur PTM, Tapi….

Kamis, 23 September 2021 | 11:00 WIB

Sikap Kami: Pikiran Miring Giring

Rabu, 22 September 2021 | 10:35 WIB

Sikap Kami: Mahalnya Cipta Kerja

Minggu, 19 September 2021 | 22:31 WIB

Sikap Kami: PON Salah Arah

Kamis, 16 September 2021 | 10:57 WIB

Sikap Kami: Nonton di Bioskop Cirebon

Rabu, 15 September 2021 | 10:04 WIB

Sikap Kami: Hipokritisme Pelaku Korupsi

Selasa, 14 September 2021 | 08:28 WIB

Sikap Kami: Karena Kita Bukan Wapres

Jumat, 10 September 2021 | 11:40 WIB

Sikap Kami: Tak Serius Urus Lapas

Kamis, 9 September 2021 | 11:13 WIB

Sikap Kami: Berbelok di Tengah Jalan

Rabu, 8 September 2021 | 09:09 WIB
X