• Minggu, 19 September 2021

Sikap Kami: Jawa Barat Bisa!

- Selasa, 27 Juli 2021 | 14:10 WIB

SEBELUM melanjutkan membaca tulisan pendek ini, sebutlah dulu alhamdulillah. Kini, 13 kabupaten/kota di Jawa Barat sudah keluar dari level 4. Sejumlah 11 di antaranya bisa menjalankan pemberlakuan pembatasan kegiaran masyarakat (PPKM) Level 3.

Ini patut kita syukuri. Karena bisa melakukan PPKM Level 3. Tapi, yang lebih kita syukuri adalah status pandeminya sudah mulai menurun. Tidak lagi gelap seperti sepekan-dua yang lalu.

Itu tandanya upaya-upaya yang dilakukan seluruh pemangku kepentingan –Satgas Covid, pemerintah, tokoh, dan –yang utama masyarakat sendiri—membuahkan hasil. Turunnya level ditentukan beragam indikator yang terukur, ditentukan para ahlinya. Jadi, bukan sekadar naik-turun.

Kita, lagi-lagi bersyukur, karena Jawa Barat paling banyak turun levelnya. Jawa Tengah 10, Jawa Timur 7, Banten 3. DKI Jakarta malah semua masih level 4. Lebih sepertiga dari 33 daerah yang turun ke PPKM Level 3 ada di Jabar.

Penurunan level ini tentu bukan pekerjaan yang dilakukan dalam sekejap. Bukan dalam lima hari PPKM Level 4 pertama. Tapi, sebuah upaya strategis yang dilakukan secara dinamis, sesuai dengan perkembangan pandemi yang terjadi.

Penanganan pandemi dilakukan secara terstruktur, dari hulu ke hilir, melibatkan pihak yang kompeten. Satgas Covid-19 bisa berjalan karena melibatkan hampir semua pemangku kepentingan.

Semua dilakukan dengan kompak, satu suara, satu tujuan, satu strategi. Rasanya, hanya di Jabar tiap minggu Forkopimda menghabiskan waktu membicarakan penanganan pandemi. Tanpa gesekan. 

Di Jabar pula, koordinasi vertikal dari provinsi hingga kabupaten/kota, bahkan hingga ke unsur terbawah sekalipun, bisa berjalan nyaris tanpa rintangan. Pekan lalu, dua daerah di Jabar sebenarnya berstatus level 3. Tapi, mereka bersatu dengan 25 daerah lain menjalankan PPKM Level 4.

Apa sebab? Karena saling percaya. Yakin bahwa strategi yang dipakai berdaya guna. Bukankah sejumlah strategi yang digagas dan dimulai di Jabar, kemudian juga diadopsi secara nasional? Mulai pembatasan mikro hingga penyaluran obat dan vitamin bagi pasien isolasi mandiri.

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Terkini

Sikap Kami: PON Salah Arah

Kamis, 16 September 2021 | 10:57 WIB

Sikap Kami: Nonton di Bioskop Cirebon

Rabu, 15 September 2021 | 10:04 WIB

Sikap Kami: Hipokritisme Pelaku Korupsi

Selasa, 14 September 2021 | 08:28 WIB

Sikap Kami: Karena Kita Bukan Wapres

Jumat, 10 September 2021 | 11:40 WIB

Sikap Kami: Tak Serius Urus Lapas

Kamis, 9 September 2021 | 11:13 WIB

Sikap Kami: Berbelok di Tengah Jalan

Rabu, 8 September 2021 | 09:09 WIB

Sikap Kami: Holywings 60 Menit

Selasa, 7 September 2021 | 08:57 WIB

Sikap Kami: Mual Gara-gara Survei

Senin, 6 September 2021 | 08:19 WIB

Sikap Kami: Persib di Kompetisi Aneh

Jumat, 3 September 2021 | 09:53 WIB

Sikap Kami: Pemimpin yang Tak Diinginkan

Kamis, 2 September 2021 | 11:09 WIB

Sikap Kami: Membaca Data Corona

Rabu, 1 September 2021 | 13:59 WIB

Sikap Kami: 'Surga' Kita, Rumah Kita

Selasa, 31 Agustus 2021 | 12:00 WIB

Sikap Kami: Masih Perlukah PPKM?

Senin, 30 Agustus 2021 | 12:00 WIB

Sikap Kami: Menangislah Cimahi

Jumat, 27 Agustus 2021 | 17:15 WIB

Sikap Kami: Imunitas di Pengadilan

Rabu, 25 Agustus 2021 | 11:05 WIB

Sikap Kami: 404 : Not Found

Senin, 23 Agustus 2021 | 11:10 WIB

Sikap Kami: Robin Hood Salah Jalan

Kamis, 19 Agustus 2021 | 13:20 WIB

Mental Cuan

Kamis, 12 Agustus 2021 | 20:10 WIB

Sikap Kami: Nggak Pakai Pasir

Jumat, 6 Agustus 2021 | 10:00 WIB

Sikap Kami: Buzzer Laknat di Olimpiade

Kamis, 5 Agustus 2021 | 22:27 WIB
X