• Kamis, 16 September 2021

Sikap Kami: Menanti Srikandi Baru

- Senin, 2 Agustus 2021 | 05:16 WIB

DALAM konstalasi olahraga Indonesia, jangan abaikan pean atlet-atlet wanita. Mereka, pada berbagai sisi, justru cukup maju dibanding atlet pria. Kesetaraan prestasi itu justru ada di kelompok wanita.

Atlet Indonesia pertama yang meraih medali di Olimpiade memang Rudy Hartono, Christian Hadinata, Ade Chandra, Utami Dewi, dan Icuk Sugiarto. Tapi, mereka meraihnya dalam tanding eksebisi bulu tangkis, di Munchen (1972) dan Seoul (1988). Jadi, medali mereka tak masuk hitungan.

Medali pertama Indonesia di Olimpiade justru disumbang atlet wanita. Bukan bulu tangkis, melainkan panahan. Trio Nurfitriyana Saiman, Lilies Handayani, dan Kusuma Wardhani yang merebutnya.

Mereka mendapatkan medali perak nomor beregu putri, hanya kalah dari tuan rumah Korea Selatan kala itu. Sejak itu, Indonesia selalu mampu menjaga tradisi medali di Olimpiade.

Pun, siapa pemain bulutangkis Indonesia yang paling lama dianggap sebagai pemain terbaik dunia setelah Rudy Hartono kalau bukan Susi Susanti? Siapa pula petenis terbaik Indonesia yang melanglang buana di ajang WTA? Yayuk Basuki, yang sampai menembus peringkat 30-an dunia.

Kini, hanya atlet wanita pula yang berpeluang menyelamatkan muka Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo. Dialah pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Mereka bakal tampil di final, hari ini, berhadapan dengan ganda China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.

Keduanya jadi harapan tersisa setelah harapan di dua nomor lainnya, tunggal dan ganda putra, serta ganda campuran kandas. Padahal, tiga nomor itulah yang selama ini menyumbang emas, kecuali Susi Susanti di Olimpiade Barcelona.

Tak ada yang menaruh harapan tinggi kepada Greysia/Apri ketika mereka tampil di Olimpiade Tokyo. Tapi, pasangan tua-muda ini mampu menunjukkan kemampuannya. Modalnya adalah permainan yang ulet dan ngotot, tak gentar dengan nama besar lawan.

Penampilan keduanya, sejak penyisihan grup, cenderung stabil. Tak pernah turun. Itu sebabnya, mereka mampu menaklukkan ganda nomor satu dunia, menyingkirkan pasangan-pasangan berperingkat yang lebih baik.

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Terkini

Sikap Kami: PON Salah Arah

Kamis, 16 September 2021 | 10:57 WIB

Sikap Kami: Nonton di Bioskop Cirebon

Rabu, 15 September 2021 | 10:04 WIB

Sikap Kami: Hipokritisme Pelaku Korupsi

Selasa, 14 September 2021 | 08:28 WIB

Sikap Kami: Karena Kita Bukan Wapres

Jumat, 10 September 2021 | 11:40 WIB

Sikap Kami: Tak Serius Urus Lapas

Kamis, 9 September 2021 | 11:13 WIB

Sikap Kami: Berbelok di Tengah Jalan

Rabu, 8 September 2021 | 09:09 WIB

Sikap Kami: Holywings 60 Menit

Selasa, 7 September 2021 | 08:57 WIB

Sikap Kami: Mual Gara-gara Survei

Senin, 6 September 2021 | 08:19 WIB

Sikap Kami: Persib di Kompetisi Aneh

Jumat, 3 September 2021 | 09:53 WIB

Sikap Kami: Pemimpin yang Tak Diinginkan

Kamis, 2 September 2021 | 11:09 WIB

Sikap Kami: Membaca Data Corona

Rabu, 1 September 2021 | 13:59 WIB

Sikap Kami: 'Surga' Kita, Rumah Kita

Selasa, 31 Agustus 2021 | 12:00 WIB

Sikap Kami: Masih Perlukah PPKM?

Senin, 30 Agustus 2021 | 12:00 WIB

Sikap Kami: Menangislah Cimahi

Jumat, 27 Agustus 2021 | 17:15 WIB

Sikap Kami: Imunitas di Pengadilan

Rabu, 25 Agustus 2021 | 11:05 WIB

Sikap Kami: 404 : Not Found

Senin, 23 Agustus 2021 | 11:10 WIB

Sikap Kami: Robin Hood Salah Jalan

Kamis, 19 Agustus 2021 | 13:20 WIB

Mental Cuan

Kamis, 12 Agustus 2021 | 20:10 WIB

Sikap Kami: Nggak Pakai Pasir

Jumat, 6 Agustus 2021 | 10:00 WIB

Sikap Kami: Buzzer Laknat di Olimpiade

Kamis, 5 Agustus 2021 | 22:27 WIB
X