• Senin, 18 Oktober 2021

Sikap Kami: Menanti Srikandi Baru

- Senin, 2 Agustus 2021 | 05:16 WIB

DALAM konstalasi olahraga Indonesia, jangan abaikan pean atlet-atlet wanita. Mereka, pada berbagai sisi, justru cukup maju dibanding atlet pria. Kesetaraan prestasi itu justru ada di kelompok wanita.

Atlet Indonesia pertama yang meraih medali di Olimpiade memang Rudy Hartono, Christian Hadinata, Ade Chandra, Utami Dewi, dan Icuk Sugiarto. Tapi, mereka meraihnya dalam tanding eksebisi bulu tangkis, di Munchen (1972) dan Seoul (1988). Jadi, medali mereka tak masuk hitungan.

Medali pertama Indonesia di Olimpiade justru disumbang atlet wanita. Bukan bulu tangkis, melainkan panahan. Trio Nurfitriyana Saiman, Lilies Handayani, dan Kusuma Wardhani yang merebutnya.

Mereka mendapatkan medali perak nomor beregu putri, hanya kalah dari tuan rumah Korea Selatan kala itu. Sejak itu, Indonesia selalu mampu menjaga tradisi medali di Olimpiade.

Pun, siapa pemain bulutangkis Indonesia yang paling lama dianggap sebagai pemain terbaik dunia setelah Rudy Hartono kalau bukan Susi Susanti? Siapa pula petenis terbaik Indonesia yang melanglang buana di ajang WTA? Yayuk Basuki, yang sampai menembus peringkat 30-an dunia.

Kini, hanya atlet wanita pula yang berpeluang menyelamatkan muka Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo. Dialah pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Mereka bakal tampil di final, hari ini, berhadapan dengan ganda China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.

Keduanya jadi harapan tersisa setelah harapan di dua nomor lainnya, tunggal dan ganda putra, serta ganda campuran kandas. Padahal, tiga nomor itulah yang selama ini menyumbang emas, kecuali Susi Susanti di Olimpiade Barcelona.

Tak ada yang menaruh harapan tinggi kepada Greysia/Apri ketika mereka tampil di Olimpiade Tokyo. Tapi, pasangan tua-muda ini mampu menunjukkan kemampuannya. Modalnya adalah permainan yang ulet dan ngotot, tak gentar dengan nama besar lawan.

Penampilan keduanya, sejak penyisihan grup, cenderung stabil. Tak pernah turun. Itu sebabnya, mereka mampu menaklukkan ganda nomor satu dunia, menyingkirkan pasangan-pasangan berperingkat yang lebih baik.

Melaju ke final, adalah pencapaian terbaik bagi Greysia/Apri. Jadi, menang atau kalah di final, mereka sudah menorehkan sejarah. Tentu, sejarahnya akan bermanka jika mereka pulang berkalungkan medali emas.

Mereka sudah membuktikan, betapa atlet wanita yang kurang diperhitungkan di Olimpiade, mampu menaikkan Merah Putih. Seperti yang juga sudah dilakukan lifter wanita Kabupaten Bandung, Windy Cantika Aisah.

Kita berharap, apapun hasil laga ini, akan memicu semangat atlet-atlet wanita untuk meningkatkan performa. Ini menjadi bukti, atlet-atlet wanita Indonesia bisa bersaing di level dunia. Bukti bahwa Indonesia masih memiliki srikandi-srikandi. Dan, Greysia/Apri adalah srikandi kita berikutnya. (*)
 

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Terkini

Sikap Kami: Ironi Atlet

Kamis, 14 Oktober 2021 | 09:38 WIB

Sikap Kami: Juara Lahir Batin di Papua

Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:50 WIB

Sikap Kami: Tentang Survei Emil

Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:07 WIB

Sikap Kami: PPKM yang Membingungkan

Rabu, 6 Oktober 2021 | 12:02 WIB

Sikap Kami: Tak Tembak Kamu!

Selasa, 5 Oktober 2021 | 06:00 WIB

Sikap Kami: Berkaca dari Papua

Senin, 4 Oktober 2021 | 09:28 WIB

Sikap Kami: Meluruskan Investasi

Jumat, 1 Oktober 2021 | 13:13 WIB

Sikap Kami: Makin Lucu, Makin Gemas

Kamis, 30 September 2021 | 12:32 WIB

Sikap Kami: Tetap Waspada di Sekolah

Rabu, 29 September 2021 | 13:29 WIB

Sikap Kami: Mari Selamatkan Diri

Selasa, 28 September 2021 | 12:45 WIB

Sikap Kami: Melawan Hoaks PTM

Senin, 27 September 2021 | 09:57 WIB

Sikap Kami: Bersyukur PTM, Tapi….

Kamis, 23 September 2021 | 11:00 WIB

Sikap Kami: Pikiran Miring Giring

Rabu, 22 September 2021 | 10:35 WIB

Sikap Kami: Mahalnya Cipta Kerja

Minggu, 19 September 2021 | 22:31 WIB

Sikap Kami: PON Salah Arah

Kamis, 16 September 2021 | 10:57 WIB

Sikap Kami: Nonton di Bioskop Cirebon

Rabu, 15 September 2021 | 10:04 WIB

Sikap Kami: Hipokritisme Pelaku Korupsi

Selasa, 14 September 2021 | 08:28 WIB

Sikap Kami: Karena Kita Bukan Wapres

Jumat, 10 September 2021 | 11:40 WIB

Sikap Kami: Tak Serius Urus Lapas

Kamis, 9 September 2021 | 11:13 WIB

Sikap Kami: Berbelok di Tengah Jalan

Rabu, 8 September 2021 | 09:09 WIB
X