• Sabtu, 16 Oktober 2021

Sikap Kami: Heli Wagub Uu

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 11:45 WIB

SARAN kita kepada Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum, sebaiknya anggaran penyewaan helikopter itu tak usah dipakai. Biarkan jadi Silpa. Atau, lebih baik dialihkan.

Angkanya tidak terlalu besar. Hanya Rp600 juta. Hanya seujung kuku dari APBD Jawa Barat yang Rp44,268 triliun. Tapi, meski kecil, dampak psikologisnya bisa besar. Dan, itu tidak baik untuk Uu. Juga untuk pemerintahan Jawa Barat secara keseluruhan.

Pertama adalah penggunaan helikopter masih dianggap sebagai barang supermewah bagi masyarakat kita, termasuk di Jawa Barat. Di Indonesia pun, rasanya konglomerat-konglomerat papan atas yang menggunakan untuk transportasinya.

Kurang elok rasanya jika di tengah penghidupan ekonomi masyarakat yang tengah terjepit pandemi, mereka menyaksikan pemimpinnya menggunakan alat transportasi supermewah bagi masyarakat biasa itu.

Mungkin saja, penggunaan heli tersebut akan mengefektifkan dan mengefisienkan perjalanan seorang wakil gubernur. Tapi, itu bisa membuat ada jarak yang dalam antara pemimpin dan yang dipimpin.

Jadi, biarkanlah itu menjadi Silpa saja. Atau, lakukan refocusing. Lagi pula, seberapalah luasnya Jawa Barat, masih sangat mungkin dicapai dengan transportasi darat. Dari barat ke timur, dari utara ke selatan. Rasanya takkan habis waktu perjalanan maksimal enam jam dari satu titik ke titik lain. Apalagi kalau dikawal voorijder.

Luas Jawa Barat hanya 35.378 km. Hanya seperlima Kalimantan Tengah, seperempat Kalimantan Barat atau Kalimantan Timur. Sepertiga Sumatera Selatan atau Riau. Masih mungkin ditempuh. Tak seperti di Kalimantan Tengah yang dari ujung barat ke timurnya bisa menghabiskan waktu tempuh hingga 24 jam.

Lagi pula, dari segi infrastruktur, kondisi jalan Jawa Barat masih jauh di atas rata-rata nasional. Bahwa ada jalan yang kualitasnya kurang baik, tidak juga begitu banyak. Kalaupun banyak, bukankah itu bisa menjadi temuan dan usulan agar diperbaiki Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang.

Kalau soal padatnya jadwal yang harus diikuti, rasanya cukup banyak pejabat di Gedung Sate yang bisa didorong mobilitasnya dan ditingkatkan daya gunanya. Masih bisa dibagi antara gubernur, wakil gubernur, sekretaris daerah, atau bahkan asisten daerah.

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Terkini

Sikap Kami: Ironi Atlet

Kamis, 14 Oktober 2021 | 09:38 WIB

Sikap Kami: Juara Lahir Batin di Papua

Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:50 WIB

Sikap Kami: Tentang Survei Emil

Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:07 WIB

Sikap Kami: PPKM yang Membingungkan

Rabu, 6 Oktober 2021 | 12:02 WIB

Sikap Kami: Tak Tembak Kamu!

Selasa, 5 Oktober 2021 | 06:00 WIB

Sikap Kami: Berkaca dari Papua

Senin, 4 Oktober 2021 | 09:28 WIB

Sikap Kami: Meluruskan Investasi

Jumat, 1 Oktober 2021 | 13:13 WIB

Sikap Kami: Makin Lucu, Makin Gemas

Kamis, 30 September 2021 | 12:32 WIB

Sikap Kami: Tetap Waspada di Sekolah

Rabu, 29 September 2021 | 13:29 WIB

Sikap Kami: Mari Selamatkan Diri

Selasa, 28 September 2021 | 12:45 WIB

Sikap Kami: Melawan Hoaks PTM

Senin, 27 September 2021 | 09:57 WIB

Sikap Kami: Bersyukur PTM, Tapi….

Kamis, 23 September 2021 | 11:00 WIB

Sikap Kami: Pikiran Miring Giring

Rabu, 22 September 2021 | 10:35 WIB

Sikap Kami: Mahalnya Cipta Kerja

Minggu, 19 September 2021 | 22:31 WIB

Sikap Kami: PON Salah Arah

Kamis, 16 September 2021 | 10:57 WIB

Sikap Kami: Nonton di Bioskop Cirebon

Rabu, 15 September 2021 | 10:04 WIB

Sikap Kami: Hipokritisme Pelaku Korupsi

Selasa, 14 September 2021 | 08:28 WIB

Sikap Kami: Karena Kita Bukan Wapres

Jumat, 10 September 2021 | 11:40 WIB

Sikap Kami: Tak Serius Urus Lapas

Kamis, 9 September 2021 | 11:13 WIB

Sikap Kami: Berbelok di Tengah Jalan

Rabu, 8 September 2021 | 09:09 WIB
X