• Selasa, 26 Oktober 2021

Sikap Kami: Nggak Pakai Pasir

- Jumat, 6 Agustus 2021 | 10:00 WIB


BERSEDEKAH, berdonasi, memberikan sumbangan itu baik saja, apakah diketahui orang lain atau tidak. Yang tak boleh itu bersikap riya. Itu berarti berdonasi yang kadar keikhlasannya sangat kurang.

Dalam konteks riya itulah, Nabi Muhammad SAW mengibaratkan apa yang dilakukan tangan kanan, sebaiknya tangan kiri jangan sampai tahu. Maknanya jelas, bersedekah, berdonasi itu, harus benar-benar ikhlas.

Tentu akan beda jika ketika bersedekah atau berdonasi, lalu mengundang wartawan. Agar diketahui seluruh dunia. Seperti yang terjadi di Palembang, dilakukan keluarga ahli waris Wakidi Tio.

Tindakan seperti itu bisa disalahartikan. Dan, memang sudah disalahartikan. Tengoklah bagaimana donasi seperti itu kemudian “diperalat” untuk kian membelah bangsa. Dilarikan pada kesan yang menguatkan SARA.

Padahal, di tengah pandemi, bukan hanya keluarga ahli waris Wakidi Tio yang menyumbang. Ada yang menyumbang tanpa diketahui banyak orang. Seperti yang dilakukan PP Muhammadiyah. Diam-diam, mereka ternyata sudah menyumbang Rp1 triliun dalam penanganan Covid-19.

Ada dua hal yang kemudian mencuat dari dua donasi dengan kadar keikhlasan bertolak belakang itu. Donasi keluarga Wakidi Tio ternyata bermasalah. Donasi Rp2 triliun yang hendak diserahkan kepada Kapolda Sumatera Selatan, terganjal. Karena, alih-alih Rp2 triliun, dana yang tersedia di rekening bank bahkan konon tak lebih dari Rp30 juta.

Buat kita itu sebenarnya masalah personal. Tapi, dia kemudian dengan sengaja ditarik-tarik ke ruang publik. Diumumkan dengan mengundang pewarta. Didengungkan melalui buzzer-buzzer pemecah belah bangsa, yang kemudian menyindir-nyindir pihak lain yang secara garis politik agak berseberangan.

Padahal, pihak-pihak lain itu, tanpa diketahui banyak orang, sudah melakukannya lebih dulu. Nilainya pun fantastis, Rp1 triliun. Jelas, itu uang semua. Jelas, itu nggak pakai pasir.

Maka, buat kita, sudahlah, lupakan sajalah sumbangan keluarga Wakidi Tio itu. Tak perlu diramaikan. Kata orang, nggak penting banget. Cukuplah diselesaikan di antara si (perencana) donatur dengan si (rencana) penerima.

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Terkini

Sikap Kami: Bogor Barat, Apa Kabar?

Senin, 25 Oktober 2021 | 05:15 WIB

Sikap Kami: Durian Runtuh Jabar

Jumat, 22 Oktober 2021 | 06:05 WIB

Sikap Kami: Kultur Bonus

Rabu, 20 Oktober 2021 | 09:35 WIB

Sikap Kami: Ironi Atlet

Kamis, 14 Oktober 2021 | 09:38 WIB

Sikap Kami: Juara Lahir Batin di Papua

Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:50 WIB

Sikap Kami: Tentang Survei Emil

Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:07 WIB

Sikap Kami: PPKM yang Membingungkan

Rabu, 6 Oktober 2021 | 12:02 WIB

Sikap Kami: Tak Tembak Kamu!

Selasa, 5 Oktober 2021 | 06:00 WIB

Sikap Kami: Berkaca dari Papua

Senin, 4 Oktober 2021 | 09:28 WIB

Sikap Kami: Meluruskan Investasi

Jumat, 1 Oktober 2021 | 13:13 WIB

Sikap Kami: Makin Lucu, Makin Gemas

Kamis, 30 September 2021 | 12:32 WIB

Sikap Kami: Tetap Waspada di Sekolah

Rabu, 29 September 2021 | 13:29 WIB

Sikap Kami: Mari Selamatkan Diri

Selasa, 28 September 2021 | 12:45 WIB

Sikap Kami: Melawan Hoaks PTM

Senin, 27 September 2021 | 09:57 WIB

Sikap Kami: Bersyukur PTM, Tapi….

Kamis, 23 September 2021 | 11:00 WIB

Sikap Kami: Pikiran Miring Giring

Rabu, 22 September 2021 | 10:35 WIB

Sikap Kami: Mahalnya Cipta Kerja

Minggu, 19 September 2021 | 22:31 WIB

Sikap Kami: PON Salah Arah

Kamis, 16 September 2021 | 10:57 WIB

Sikap Kami: Nonton di Bioskop Cirebon

Rabu, 15 September 2021 | 10:04 WIB
X