• Selasa, 26 Oktober 2021

Mental Cuan

- Kamis, 12 Agustus 2021 | 20:10 WIB
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kanan) berbincang dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) saat meninjau vaksinasi COVID-19 massal bagi buruh di PT Kahatex, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (5/8/2021). (Antara Foto)
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kanan) berbincang dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) saat meninjau vaksinasi COVID-19 massal bagi buruh di PT Kahatex, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (5/8/2021). (Antara Foto)

SEDIKIT atau banyak, sendiri-sendiri ataupun berjamaah, korupsi itu tetap penyakit bahaya. Menular, tak pandang bulu. Seperti Covid-19 yang bikin porak-poranda banyak sektor.

Parahnya, mental cuan itu masih saja ada di masa pandemi covid-19 ini. Ralat, bukan hanya ada, tapi banyak! Banyak dan bikin sesak bak si virus corona.

Apresiasi khusus untuk Gubernur Jawa Barat yang memberi perhatian khusus untuk persoalan ini. Beliau langsung koordinasi dengan kepolisian agar muncul sebuah tindakan tegas. Kang emil tampaknya tak mau ada dua virus menular sekaligus. Covid-19, dan virus cuan!

Mau bukti mental cuan di masa pandemi ini merajalela? Lihat saja, pelakunya ada di semua strata. Dari level RT/RW, kelurahan, hingga menteri. Fenomena yang bikin kita emosi setengah jiwa. Kok bisa-bisanya, mereka cari untung di tengah penderitaan orang-orang yang 'buntung'. Naudzubillahimindzalik.

Yuk kita bahas saja dulu deretan kasus korupsi di masa pandemi yang bikin geger negara ini.

Satu, korupsi bansos Juliari Batubara. Ini bikin heboh banget di awal-awal Covid-19 masuk ke Indonesia. Hari terungkapnya tak terlalu jauh dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat yang kala itu masih akrab di telinga kita dengan istilah PSBB.

Dilansir dari laman resmi KPK, ia telah terbukti memerintah dan menerima fee pengadaan paket bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek 2020 sebesar Rp 32,48 miliar. Gila, gimana tak kaya raya pak eks menteri!

Kedua, ini masih di lingkungan kementerian, tepatnya Kementerian Pertanian. Mantan Kepala Balai Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan BP3K Kecamatan Biau dan Sumalata berinisial NH dan HH, telah ditangkap Polres Gorontalo. Diketahui dari laman resmi Polda Gorontalo, kedua ASN ini terlibat kasus korupsi dana bansos Rp 698 juta di Kementerian Pertanian. Satu pihak rekanan pun juga ditangkap dalam kasus ini.

Ketiga, Telah ditetapkan dua tersangka kasus pemotongan uang bansos Program Keluarga Harapan (PKH) di bawah Kementerian Sosial, oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang. Dua pelaku ini menjadi pendamping sosial yang membawahi empat dari total 12 desa di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Terkini

Sikap Kami: Bogor Barat, Apa Kabar?

Senin, 25 Oktober 2021 | 05:15 WIB

Sikap Kami: Durian Runtuh Jabar

Jumat, 22 Oktober 2021 | 06:05 WIB

Sikap Kami: Kultur Bonus

Rabu, 20 Oktober 2021 | 09:35 WIB

Sikap Kami: Ironi Atlet

Kamis, 14 Oktober 2021 | 09:38 WIB

Sikap Kami: Juara Lahir Batin di Papua

Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:50 WIB

Sikap Kami: Tentang Survei Emil

Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:07 WIB

Sikap Kami: PPKM yang Membingungkan

Rabu, 6 Oktober 2021 | 12:02 WIB

Sikap Kami: Tak Tembak Kamu!

Selasa, 5 Oktober 2021 | 06:00 WIB

Sikap Kami: Berkaca dari Papua

Senin, 4 Oktober 2021 | 09:28 WIB

Sikap Kami: Meluruskan Investasi

Jumat, 1 Oktober 2021 | 13:13 WIB

Sikap Kami: Makin Lucu, Makin Gemas

Kamis, 30 September 2021 | 12:32 WIB

Sikap Kami: Tetap Waspada di Sekolah

Rabu, 29 September 2021 | 13:29 WIB

Sikap Kami: Mari Selamatkan Diri

Selasa, 28 September 2021 | 12:45 WIB

Sikap Kami: Melawan Hoaks PTM

Senin, 27 September 2021 | 09:57 WIB

Sikap Kami: Bersyukur PTM, Tapi….

Kamis, 23 September 2021 | 11:00 WIB

Sikap Kami: Pikiran Miring Giring

Rabu, 22 September 2021 | 10:35 WIB

Sikap Kami: Mahalnya Cipta Kerja

Minggu, 19 September 2021 | 22:31 WIB

Sikap Kami: PON Salah Arah

Kamis, 16 September 2021 | 10:57 WIB

Sikap Kami: Nonton di Bioskop Cirebon

Rabu, 15 September 2021 | 10:04 WIB
X