• Selasa, 26 Oktober 2021

Sikap Kami: Robin Hood Salah Jalan

- Kamis, 19 Agustus 2021 | 13:20 WIB

MEREKA tidak pulang ke Nottingham. Mereka tetap di rumah tahanan Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK). Mereka bukan Robin Hood. Mereka antitesa Robin Hood. Robin Hood yang salah jalan.

Begitulah patutnya diperumpamakan jika mereka terbukti menilap dana bantuan sosial. Di Jakarta, berlangsung sidang kasus dugaan pencurian hak rakyat miskin. Terdakwanya Juliari Batubara. Di Bandung mulai disidang Aa Umbara Sutisna, Totoh Gunawan, dan Andri Wibawa.

Kasusnya serupa. Modusnya pun hampir sama. Para terduga pemainnya juga tak beda jauh. Kecuali para politisi yang menyalahgunakan kepercayaan itu, pemainnya ada juga orang-orang terdekatnya.

Sejak lama, dana bansos, dana hibah, memang rawan penyelewengan. Itulah sebabnya, pemanfaatannya pun sangat hati-hati. Tapi, betapapun hati-hatinya, buat para Robin Hood salah jalan itu selalu ada celah untuk dimanfaatkan.

Pencurian ini –sekali lagi jika terbukti di pengadilan—adalah kelakuan yang amat buruk dan brutal. Bayangkan, mereka yang memiliki harta berlimpah itu, masih tega menilap uang kecil yang harusnya menjadi hak warga yang tengah kesusahan.

Mereka ibarat Sheriff of Nottingham. Orang yang semena-mena mengambil hak rakyat kecil. Yang tak lagi punya rasa. Tak punya hati. Tak layak kembali diberi kuasa, bahkan sekadar untuk jadi komisaris di BUMN sekalipun. Mereka sudah cacat moral.

Sialnya, tindak pidana luar biasa yang dilakukan secara brutal, belum menunjukkan tanda-tanda keadilan di negeri ini. Penegak hukum masih terbelenggu oleh politik. Tengoklah misalnya, Juliari Batubara yang sekali waktu disebut-sebut berpeluang dituntut hukuman mati, atau setidaknya seumur hidup, hanya dituntut 11 tahun.

Rakyat hanya menyaksikan sandiwara-sandiwara para penegak hukum. Dari satu drama ke drama lainnya. Dari satu panggung ke panggung lainnya. Drama yang ujungnya sudah ketahuan: penonton kecewa.

Tanpa menghilangkan kecaman terhadap perilaku brutal tiada empati itu, kita patut bersyukur peristiwa-peristiwa yang terjadi memberi pelajaran berharga bagi pemerintah. Penyaluran dana bansos kini terus ditertibkan, dengan regulasi yang lebih ketat.

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Terkini

Sikap Kami: Bogor Barat, Apa Kabar?

Senin, 25 Oktober 2021 | 05:15 WIB

Sikap Kami: Durian Runtuh Jabar

Jumat, 22 Oktober 2021 | 06:05 WIB

Sikap Kami: Kultur Bonus

Rabu, 20 Oktober 2021 | 09:35 WIB

Sikap Kami: Ironi Atlet

Kamis, 14 Oktober 2021 | 09:38 WIB

Sikap Kami: Juara Lahir Batin di Papua

Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:50 WIB

Sikap Kami: Tentang Survei Emil

Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:07 WIB

Sikap Kami: PPKM yang Membingungkan

Rabu, 6 Oktober 2021 | 12:02 WIB

Sikap Kami: Tak Tembak Kamu!

Selasa, 5 Oktober 2021 | 06:00 WIB

Sikap Kami: Berkaca dari Papua

Senin, 4 Oktober 2021 | 09:28 WIB

Sikap Kami: Meluruskan Investasi

Jumat, 1 Oktober 2021 | 13:13 WIB

Sikap Kami: Makin Lucu, Makin Gemas

Kamis, 30 September 2021 | 12:32 WIB

Sikap Kami: Tetap Waspada di Sekolah

Rabu, 29 September 2021 | 13:29 WIB

Sikap Kami: Mari Selamatkan Diri

Selasa, 28 September 2021 | 12:45 WIB

Sikap Kami: Melawan Hoaks PTM

Senin, 27 September 2021 | 09:57 WIB

Sikap Kami: Bersyukur PTM, Tapi….

Kamis, 23 September 2021 | 11:00 WIB

Sikap Kami: Pikiran Miring Giring

Rabu, 22 September 2021 | 10:35 WIB

Sikap Kami: Mahalnya Cipta Kerja

Minggu, 19 September 2021 | 22:31 WIB

Sikap Kami: PON Salah Arah

Kamis, 16 September 2021 | 10:57 WIB

Sikap Kami: Nonton di Bioskop Cirebon

Rabu, 15 September 2021 | 10:04 WIB
X