• Selasa, 26 Oktober 2021

Sikap Kami: Menangislah Cimahi

- Jumat, 27 Agustus 2021 | 17:15 WIB

SEKALI-SEKALI, Jaya Suprana, budayawan pemilik Jamu Jago itu, perlu juga datang ke Cimahi. Bawalah sertifikat rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) itu. Serahkan kepada rakyatnya. Bisa melalui DPRD. Atau, langsung kepada rakyat Cimahi. Siapa saja.

Rekor Muri itu adalah sebagai daerah yang wali kotanya selalu berujung penjara, sejak pertama kali pemerintahan berdiri. Sekalian bawa Jim Pattison Group. Siapa tahu, Cimahi berhak atas Guinness Book of Record. Barangkali tak ada kota di dunia senestapa Cimahi ini.

Sejak berdiri pada 21 Juni 2001, sudah tiga orang yang menjabat Wali Kota Cimahi. Di luar penjabat wali kota. Nasib ketiga-tiganya berujung di penjara. Setelah Itoch Tochija, istrinya Atty Suharti, dan kini Ajay M Priatna. Semuanya terjerat kasus korupsi.

Ajay yang belum genap empat tahun memimpin, terjembab kasus gratifikasi perizinan Rumah Sakit Umum Kasih Bunda. Dia berkilah tidak tahu. Ada dua kemungkinan: dia pura-pura tidak tahu, atau memang tidak paham detil dunia pemerintahan karena berasal dari pengusaha.

Dari tiga wali kota itu, hanya Itoch yang menyelesaikan masa jabatannya. Dua periode pula. Atty dan Ajay tersungkur saat masih bertahta. Itoch tersangkut atas kasus yang melibatkan Atty. Konon, saat Atty menjadi wali kota menggantikan Itoch, peran suaminya itu sama sekali belum hilang.

Lalu, apa yang salah dengan masyarakat Cimahi? Bisa jadi, mereka salah memilih pemimpin. Memilih Atty salah, memilih Ajay salah. Padahal, mereka hanya punya dua pilihan itu saat Pilkada Kota Cimahi digelar 2017 lalu.

Sulit menimpakan kesalahan sepenuhnya pada masyarakat Cimahi. Kekeliruan yang lebih mendasar justru ada pada partai politik. Sebab, merekalah yang memilih calon pemimpin untuk mengikuti kontestasi pilkada. Kebetulan, dua kandidat di Cimahi empat tahun lalu, pada akhirnya sama-sama bermasalah.

Tapi, begitulah partai politik saat ini. Dia hidup di tengah-tengah kepentingan mereka sendiri, bukan kepentingan rakyat. Jika demi kepentingan masyarakat, tentu mereka akan menyodorkan calon pemimpin yang teruji. Setidaknya memiliki rekam jejak yang mumpuni.

Cimahi memang bukan satu-satunya yang bermasalah. Tetangganya, Kabupaten Bandung Barat hampir sama. Daerah-daerah lain di seantero negeri pun serupa. Tapi, yang terjadi di Cimahi sungguh keterlaluan.

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Terkini

Sikap Kami: Bogor Barat, Apa Kabar?

Senin, 25 Oktober 2021 | 05:15 WIB

Sikap Kami: Durian Runtuh Jabar

Jumat, 22 Oktober 2021 | 06:05 WIB

Sikap Kami: Kultur Bonus

Rabu, 20 Oktober 2021 | 09:35 WIB

Sikap Kami: Ironi Atlet

Kamis, 14 Oktober 2021 | 09:38 WIB

Sikap Kami: Juara Lahir Batin di Papua

Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:50 WIB

Sikap Kami: Tentang Survei Emil

Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:07 WIB

Sikap Kami: PPKM yang Membingungkan

Rabu, 6 Oktober 2021 | 12:02 WIB

Sikap Kami: Tak Tembak Kamu!

Selasa, 5 Oktober 2021 | 06:00 WIB

Sikap Kami: Berkaca dari Papua

Senin, 4 Oktober 2021 | 09:28 WIB

Sikap Kami: Meluruskan Investasi

Jumat, 1 Oktober 2021 | 13:13 WIB

Sikap Kami: Makin Lucu, Makin Gemas

Kamis, 30 September 2021 | 12:32 WIB

Sikap Kami: Tetap Waspada di Sekolah

Rabu, 29 September 2021 | 13:29 WIB

Sikap Kami: Mari Selamatkan Diri

Selasa, 28 September 2021 | 12:45 WIB

Sikap Kami: Melawan Hoaks PTM

Senin, 27 September 2021 | 09:57 WIB

Sikap Kami: Bersyukur PTM, Tapi….

Kamis, 23 September 2021 | 11:00 WIB

Sikap Kami: Pikiran Miring Giring

Rabu, 22 September 2021 | 10:35 WIB

Sikap Kami: Mahalnya Cipta Kerja

Minggu, 19 September 2021 | 22:31 WIB

Sikap Kami: PON Salah Arah

Kamis, 16 September 2021 | 10:57 WIB

Sikap Kami: Nonton di Bioskop Cirebon

Rabu, 15 September 2021 | 10:04 WIB
X