• Selasa, 26 Oktober 2021

Sikap Kami: Masih Perlukah PPKM?

- Senin, 30 Agustus 2021 | 12:00 WIB

KADANG-KADANG, ingin kita menjawab tidak, untuk pertanyaan tersebut. Bukan karena kita sudah bebas dari ancaman pandemi. Tapi, kita seperti putus asa menghadapi ulah-ulah bebal para pejabat yang seenak perutnya melanggar.

Regulasi di tengah pembatasan aktivitas, seolah hanya berlaku untuk warga biasa. Bagi warga istimewa, termasuk para pejabat, regulasi itu seperti tak bermakna. Dia hanya jadi penghias bibir pejabat-pejabat, penikam rakyat, termasuk lawan politik, tapi kemudian menjadi lemah lembut untuk mereka yang berada di kekuasaan.

Adakah pejabat yang dekat dengan kekuasaan mendapatkan sanksi akibat tindakan yang memicu pelanggaran protokol kesehatan? Nol! Tak ada sama sekali. Padahal, ulah mereka menciptakan keramaian untuk hal-hal tak penting sama sekali.

Ada pejabat teras negeri yang doyan berbagi-bagi bingkisan untuk rakyat. Tiada peduli atas kerumunan yang terjadi akibat ulahnya. Ironisnya, itu berulang dan terus saja berulang. Seperti tanpa salah sama sekali.

Ada pejabat di berbagai daerah menggelar pesta perayaan ini-itu. Dia, bersama bawahannya, yang juga pejabat-pejabat, suka-sukanya bikin acara. Tanpa protokol kesehatan. Padahal, dia pula yang membuat aturan rakyatnya tak boleh menggelar pesta, bahkan untuk pesta pernikahan yang terbatas sekalipun.

Ampun, begini amat negeri ini diberi pemimpin tanpa empati, minim responsibilitas. Salah apa yang telah dilakukan rakyat negeri? Dosa apa yang mereka perbuat sehingga harmonisasi jauh panggang dari api?

Ingin kita kembali ke masa-masa sebelum ini, ketika pemimpin dan pejabat adalah teladan. Ketika sama kata dan perbuatan. Ketika hukum yang adil bisa diharapkan. Ketika cakak kata hanya terjadi di ruang debat dan selesai itu kembali bersahabat.

Kini, teladan apa yang kita dapatkan dari banyak pejabat ini? Mereka yang bikin aturan, mereka yang enteng melanggar. Bebalnya, mereka seperti tak merasa bersalah, tak menyesal. Beda jauh dengan pemimpin negeri-negeri lain yang jauh lebih beradab dalam tindakan, bukan pada bunga-bunga.

Jadi, masih perlukah PPKM? Bagi kita, betapapun pandemi mulai melandai, pembatasan-pembatasan tetap diperlukan. Betapapun, belum ada negara yang bebas dari pandemi ini sepenuhnya.

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Terkini

Sikap Kami: Bogor Barat, Apa Kabar?

Senin, 25 Oktober 2021 | 05:15 WIB

Sikap Kami: Durian Runtuh Jabar

Jumat, 22 Oktober 2021 | 06:05 WIB

Sikap Kami: Kultur Bonus

Rabu, 20 Oktober 2021 | 09:35 WIB

Sikap Kami: Ironi Atlet

Kamis, 14 Oktober 2021 | 09:38 WIB

Sikap Kami: Juara Lahir Batin di Papua

Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:50 WIB

Sikap Kami: Tentang Survei Emil

Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:07 WIB

Sikap Kami: PPKM yang Membingungkan

Rabu, 6 Oktober 2021 | 12:02 WIB

Sikap Kami: Tak Tembak Kamu!

Selasa, 5 Oktober 2021 | 06:00 WIB

Sikap Kami: Berkaca dari Papua

Senin, 4 Oktober 2021 | 09:28 WIB

Sikap Kami: Meluruskan Investasi

Jumat, 1 Oktober 2021 | 13:13 WIB

Sikap Kami: Makin Lucu, Makin Gemas

Kamis, 30 September 2021 | 12:32 WIB

Sikap Kami: Tetap Waspada di Sekolah

Rabu, 29 September 2021 | 13:29 WIB

Sikap Kami: Mari Selamatkan Diri

Selasa, 28 September 2021 | 12:45 WIB

Sikap Kami: Melawan Hoaks PTM

Senin, 27 September 2021 | 09:57 WIB

Sikap Kami: Bersyukur PTM, Tapi….

Kamis, 23 September 2021 | 11:00 WIB

Sikap Kami: Pikiran Miring Giring

Rabu, 22 September 2021 | 10:35 WIB

Sikap Kami: Mahalnya Cipta Kerja

Minggu, 19 September 2021 | 22:31 WIB

Sikap Kami: PON Salah Arah

Kamis, 16 September 2021 | 10:57 WIB

Sikap Kami: Nonton di Bioskop Cirebon

Rabu, 15 September 2021 | 10:04 WIB
X