• Rabu, 20 Oktober 2021

Sikap Kami: Membaca Data Corona

- Rabu, 1 September 2021 | 13:59 WIB
Tim Relawan Pemulasaran Jenazah COVID-19 Polresta Malang Kota, pada saat melakukan pemakaman jenazah pasien COVID-19, di Kota Malang, Jawa Timur. (ANTARA/HO-Humas Polresta Malang Kota)
Tim Relawan Pemulasaran Jenazah COVID-19 Polresta Malang Kota, pada saat melakukan pemakaman jenazah pasien COVID-19, di Kota Malang, Jawa Timur. (ANTARA/HO-Humas Polresta Malang Kota)

PRESIDEN Joko Widodo pernah mengungkapkan setiap pagi dia sarapan dengan data dan angka. Kita, setidaknya 1,5 tahun terakhir, juga melakukan hal yang sama. Hanya saja, jika tak arif membaca data dan angka, maka kesimpulan bisa saja keliru.

Ketua Tim Pakar Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, misalnya, kemarin menyampaikan ada 10 provinsi yang angka kematiannya relatif tinggi. Tiga di antaranya adalah provinsi di Jawa, termasuk Jawa Barat di posisi kedua dengan 922 jiwa.

Tentu saja, sebagai fakta, itu tak bisa dibantah. Sepekan terakhir, masyarakat Jawa Barat kehilangan hampir seribu anggota keluarga, sanak, dan kerabat. Tersebar di berbagai kabupaten/kota.

Baca Juga: Sikap Kami: 'Surga' Kita, Rumah Kita

Dia bilang, kualitas pelayanan kesehatan di provinsi-provinsi ini sudah ditingkatkan, namun kematian belum bisa ditekan. Bisa jadi karena penanganan yang tak sigap dan cepat atau karena masih ada warga yang isolasi mandiri.

Buat kita, di sini muncul peluang terjadi distorsi. Sebab, angka yang berdiri sendiri tak bisa memunculkan kesimpulan kualitas. Kualitas muncul jika ada angka pembanding.

Katakanlah misalnya di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, angka kematian masih tinggi. Bukan berarti karena penanganan tak sigap. Atau setidaknya tak sesigap daerah lain yang kematiannya rendah.

Baca Juga: Sikap Kami: Masih Perlukah PPKM?

Kalau kita mau bicara kualitas penanganan, maka semestinya angka sepotong tak jadi dasar. Tentu tidak arif jika membandingkan angka kematian pada wilayah dengan penduduk 50 juta dengan wilayah berpenduduk 3 juta misalnya.

Halaman:

Editor: Zulfirman

Artikel Terkait

Terkini

Sikap Kami: Kultur Bonus

Rabu, 20 Oktober 2021 | 09:35 WIB

Sikap Kami: Ironi Atlet

Kamis, 14 Oktober 2021 | 09:38 WIB

Sikap Kami: Juara Lahir Batin di Papua

Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:50 WIB

Sikap Kami: Tentang Survei Emil

Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:07 WIB

Sikap Kami: PPKM yang Membingungkan

Rabu, 6 Oktober 2021 | 12:02 WIB

Sikap Kami: Tak Tembak Kamu!

Selasa, 5 Oktober 2021 | 06:00 WIB

Sikap Kami: Berkaca dari Papua

Senin, 4 Oktober 2021 | 09:28 WIB

Sikap Kami: Meluruskan Investasi

Jumat, 1 Oktober 2021 | 13:13 WIB

Sikap Kami: Makin Lucu, Makin Gemas

Kamis, 30 September 2021 | 12:32 WIB

Sikap Kami: Tetap Waspada di Sekolah

Rabu, 29 September 2021 | 13:29 WIB

Sikap Kami: Mari Selamatkan Diri

Selasa, 28 September 2021 | 12:45 WIB

Sikap Kami: Melawan Hoaks PTM

Senin, 27 September 2021 | 09:57 WIB

Sikap Kami: Bersyukur PTM, Tapi….

Kamis, 23 September 2021 | 11:00 WIB

Sikap Kami: Pikiran Miring Giring

Rabu, 22 September 2021 | 10:35 WIB

Sikap Kami: PON Salah Arah

Kamis, 16 September 2021 | 10:57 WIB

Sikap Kami: Nonton di Bioskop Cirebon

Rabu, 15 September 2021 | 10:04 WIB

Sikap Kami: Hipokritisme Pelaku Korupsi

Selasa, 14 September 2021 | 08:28 WIB

Sikap Kami: Karena Kita Bukan Wapres

Jumat, 10 September 2021 | 11:40 WIB

Sikap Kami: Tak Serius Urus Lapas

Kamis, 9 September 2021 | 11:13 WIB

Sikap Kami: Berbelok di Tengah Jalan

Rabu, 8 September 2021 | 09:09 WIB
X