• Senin, 27 Juni 2022

Sikap Kami: Mual Gara-gara Survei

- Senin, 6 September 2021 | 08:19 WIB
Hasil survei
Hasil survei

PANGGUNG politik itu seperti orang sakit. Dia harus minum obat tiga kali sehari. Apapun sakitnya, resepnya sama: hasil survei. Jika politisi sehat dengan hasil survei, kita, masyarakat justru semakin muak.

Kenapa kita muak? Karena kita ikut “mencium bau busuk” obat-obat itu. Hampir saban hari, ketika kita membaca informasi, selalu saja ada hasil survei pemilu. Kita seperti orang sakit, mual membaca hasil survei itu.

Kenapa? Pertama karena pemilu, termasuk pemilihan presiden di dalamnya, masih sangat jauh. Masih hampir tiga tahun lagi. Kalaupun ada yang melakukan survei, maka dipastikan hasilnya masih sumir karena rentang waktu yang luar biasa panjang.

Baca Juga: Sikap Kami: Persib di Kompetisi Aneh

Kedua, karena setiap hasil survei, hasilnya selalu berbeda, meski metodologi, jumlah responden, dan tingkat kesalahannya hampir sama. Kalau hasilnya beda-beda tipis, tentu kita maklum. Tapi, kalau hasil survei satu lembaga dengan lembaga lain jauh berbeda, maka patut kita bercuriga adalah salah satu yang tak taat asas survei.

Dua minggu lalu, misalnya, hasil survei menghasilkan tokoh A di posisi teratas. Minggu lalu, sang tokoh sudah berada di posisi keenam atau ketujuh. Prosentase keterpilihannya pun sangat rendah. Bukankah tak mungkin masyarakat berubah dalam sekejap?

Survei diadakan adalah untuk memetakan apa yang hendak dipetakan. Tapi, tatkala peta survei diacak-acak, maka itu jelas tak bisa diterima akal sehat. Apalagi, kalau kemudian ada “pemodal yang tak pernah disebut” di belakangnya.

Baca Juga: Sikap Kami: Pemimpin yang Tak Diinginkan

Menyelenggarakan survei bukanlah pekerjaan yang murah. Dia butuh dukungan finansial tak sedikit. Sekitar 10 tahun lalu saja, untuk daerah dengan penduduk sedikit dan wilayah luas, nilai proyeknya sekitar Rp300 juta. Apalagi seluruh Indonesia.

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sikap Kami: Jari-jari Sambara

Rabu, 22 Juni 2022 | 10:11 WIB

Sikap Kami: OPOP Makin Top

Selasa, 21 Juni 2022 | 12:20 WIB

Sikap Kami: Rindu Kami

Selasa, 7 Juni 2022 | 06:05 WIB

Sikap Kami: Kekuatan di Aare

Kamis, 2 Juni 2022 | 18:32 WIB

Sikap Kami: Robin Hood Trunojoyo

Kamis, 2 Juni 2022 | 10:57 WIB

Sikap Kami: Vatikan

Kamis, 19 Mei 2022 | 12:55 WIB

Sikap Kami: Yang Kurang dari PPDB

Kamis, 19 Mei 2022 | 11:43 WIB

Sikap Kami: Anies-Emil dan Demokrasi Absurd

Selasa, 10 Mei 2022 | 12:15 WIB

Sikap Kami: Tergila-gila WTP

Kamis, 28 April 2022 | 14:11 WIB

Sikap Kami: Don’t Change BJB Team

Selasa, 26 April 2022 | 22:34 WIB

Sikap Kami: Kartu Sakti Apa Lagi, Pak Jokowi?

Selasa, 26 April 2022 | 15:05 WIB

Sikap Kami: Ada Wilmar di Persis Solo

Jumat, 22 April 2022 | 16:39 WIB

Sikap Kami: Jebol Gadis

Kamis, 21 April 2022 | 13:11 WIB

Sikap Kami: 'Perjudian' Yana Mulyana

Senin, 18 April 2022 | 14:06 WIB

Sikap Kami: Ade Armando

Rabu, 13 April 2022 | 12:32 WIB

Sikap Kami: Persib 'Salah Obat'

Kamis, 7 April 2022 | 12:15 WIB

Sikap Kami: Juara BPD, Juara Proliga

Senin, 28 Maret 2022 | 22:45 WIB

Sikap Kami: Jadi Petani, Siapa Takut?

Jumat, 25 Maret 2022 | 14:11 WIB

Sikap Kami: Noel dan 'Dosa' BUMN

Kamis, 24 Maret 2022 | 12:03 WIB
X