• Rabu, 20 Oktober 2021

Sikap Kami: Mual Gara-gara Survei

- Senin, 6 September 2021 | 08:19 WIB
Hasil survei
Hasil survei

PANGGUNG politik itu seperti orang sakit. Dia harus minum obat tiga kali sehari. Apapun sakitnya, resepnya sama: hasil survei. Jika politisi sehat dengan hasil survei, kita, masyarakat justru semakin muak.

Kenapa kita muak? Karena kita ikut “mencium bau busuk” obat-obat itu. Hampir saban hari, ketika kita membaca informasi, selalu saja ada hasil survei pemilu. Kita seperti orang sakit, mual membaca hasil survei itu.

Kenapa? Pertama karena pemilu, termasuk pemilihan presiden di dalamnya, masih sangat jauh. Masih hampir tiga tahun lagi. Kalaupun ada yang melakukan survei, maka dipastikan hasilnya masih sumir karena rentang waktu yang luar biasa panjang.

Baca Juga: Sikap Kami: Persib di Kompetisi Aneh

Kedua, karena setiap hasil survei, hasilnya selalu berbeda, meski metodologi, jumlah responden, dan tingkat kesalahannya hampir sama. Kalau hasilnya beda-beda tipis, tentu kita maklum. Tapi, kalau hasil survei satu lembaga dengan lembaga lain jauh berbeda, maka patut kita bercuriga adalah salah satu yang tak taat asas survei.

Dua minggu lalu, misalnya, hasil survei menghasilkan tokoh A di posisi teratas. Minggu lalu, sang tokoh sudah berada di posisi keenam atau ketujuh. Prosentase keterpilihannya pun sangat rendah. Bukankah tak mungkin masyarakat berubah dalam sekejap?

Survei diadakan adalah untuk memetakan apa yang hendak dipetakan. Tapi, tatkala peta survei diacak-acak, maka itu jelas tak bisa diterima akal sehat. Apalagi, kalau kemudian ada “pemodal yang tak pernah disebut” di belakangnya.

Baca Juga: Sikap Kami: Pemimpin yang Tak Diinginkan

Menyelenggarakan survei bukanlah pekerjaan yang murah. Dia butuh dukungan finansial tak sedikit. Sekitar 10 tahun lalu saja, untuk daerah dengan penduduk sedikit dan wilayah luas, nilai proyeknya sekitar Rp300 juta. Apalagi seluruh Indonesia.

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sikap Kami: Kultur Bonus

Rabu, 20 Oktober 2021 | 09:35 WIB

Sikap Kami: Ironi Atlet

Kamis, 14 Oktober 2021 | 09:38 WIB

Sikap Kami: Juara Lahir Batin di Papua

Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:50 WIB

Sikap Kami: Tentang Survei Emil

Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:07 WIB

Sikap Kami: PPKM yang Membingungkan

Rabu, 6 Oktober 2021 | 12:02 WIB

Sikap Kami: Tak Tembak Kamu!

Selasa, 5 Oktober 2021 | 06:00 WIB

Sikap Kami: Berkaca dari Papua

Senin, 4 Oktober 2021 | 09:28 WIB

Sikap Kami: Meluruskan Investasi

Jumat, 1 Oktober 2021 | 13:13 WIB

Sikap Kami: Makin Lucu, Makin Gemas

Kamis, 30 September 2021 | 12:32 WIB

Sikap Kami: Tetap Waspada di Sekolah

Rabu, 29 September 2021 | 13:29 WIB

Sikap Kami: Mari Selamatkan Diri

Selasa, 28 September 2021 | 12:45 WIB

Sikap Kami: Melawan Hoaks PTM

Senin, 27 September 2021 | 09:57 WIB

Sikap Kami: Bersyukur PTM, Tapi….

Kamis, 23 September 2021 | 11:00 WIB

Sikap Kami: Pikiran Miring Giring

Rabu, 22 September 2021 | 10:35 WIB

Sikap Kami: PON Salah Arah

Kamis, 16 September 2021 | 10:57 WIB

Sikap Kami: Nonton di Bioskop Cirebon

Rabu, 15 September 2021 | 10:04 WIB

Sikap Kami: Hipokritisme Pelaku Korupsi

Selasa, 14 September 2021 | 08:28 WIB

Sikap Kami: Karena Kita Bukan Wapres

Jumat, 10 September 2021 | 11:40 WIB

Sikap Kami: Tak Serius Urus Lapas

Kamis, 9 September 2021 | 11:13 WIB

Sikap Kami: Berbelok di Tengah Jalan

Rabu, 8 September 2021 | 09:09 WIB
X