• Rabu, 20 Oktober 2021

Sikap Kami: Karena Kita Bukan Wapres

- Jumat, 10 September 2021 | 11:40 WIB
Wakil Presiden RI Maruf Amin. (Antara Foto)
Wakil Presiden RI Maruf Amin. (Antara Foto)

SUDAH gaharu cendana pula. Begitulah kita memandang ketika Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan pengetatan pintu masuk perjalanan ke Indonesia menjadi solusi awal mencegah varian baru Covid-19 bernama Mu atau B1621.

Kita sebagai rakyat sudah paham. Paham sepaham-pahamnya. Bahwa cara terbaik menutup pintu dari Mu atau B1621 adalah menutup pintu masuk wilayah. Pun ketika varian Delta baru muncul. Apapun risikonya. Sebab, bagi kita, keselamatan rakyat berada di atas segala-galanya.

Tapi, kita bukan penguasa. Apalagi penguasa yang suka-suka. Kita tidak begitu. Buat kita, regulasi tetap regulasi. Maka ketika pemerintah menetapkan menutup pintu bagi warga asing masuk ke Indonesia, saat kita memasuki pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, misalnya, kita mendukung.

Baca Juga: Sikap Kami: Tak Serius Urus Lapas

Namun, yang terlihat adalah justru oknum-oknum pemerintah yang membiarkan pelanggaran-pelanggaran terjadi. Saat PPKM Darurat, kita mendapatkan informasi masih ada warga negara asing yang masuk ke Indonesia. Alasannya klasik. Itu-itu saja. Tak ada yang beda, tak ada yang maju: investasi!

Sejatinya, kita, rakyat biasa yang tak punya kuasa ini, sudah lelah menghadapi situasi semacam ini. Kita menyaksikan masyarakat kita dilarang bepergian ke sana ke mari, tapi orang asing, kebanyakan dari China, datang lenggang kangkung di bandara internasional.

Lalu, kalau Wakil Presiden menyampaikan hal yang sama untuk persoalan serupa, lalu tetap terjadi pelanggaran-pelanggaran yang pemerintah pun mendiamkan, maka kesimpulan kita hanya satu: pemerintah tidak bersatu. Ada konflik-konflik di sana, betapapun kadar besar kecilnya.

Baca Juga: Sikap Kami: Berbelok di Tengah Jalan

Kita tentu mendukung apa yang disampaikan Wakil Presiden agar warga negara asing, saat kita kesulitan menangani pandemi, harus menunda kedatangannya. Tetapi, yang kita sangsikan, pernyataan itu nantinya hanya akan dianggap angin lalu saja.

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sikap Kami: Kultur Bonus

Rabu, 20 Oktober 2021 | 09:35 WIB

Sikap Kami: Ironi Atlet

Kamis, 14 Oktober 2021 | 09:38 WIB

Sikap Kami: Juara Lahir Batin di Papua

Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:50 WIB

Sikap Kami: Tentang Survei Emil

Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:07 WIB

Sikap Kami: PPKM yang Membingungkan

Rabu, 6 Oktober 2021 | 12:02 WIB

Sikap Kami: Tak Tembak Kamu!

Selasa, 5 Oktober 2021 | 06:00 WIB

Sikap Kami: Berkaca dari Papua

Senin, 4 Oktober 2021 | 09:28 WIB

Sikap Kami: Meluruskan Investasi

Jumat, 1 Oktober 2021 | 13:13 WIB

Sikap Kami: Makin Lucu, Makin Gemas

Kamis, 30 September 2021 | 12:32 WIB

Sikap Kami: Tetap Waspada di Sekolah

Rabu, 29 September 2021 | 13:29 WIB

Sikap Kami: Mari Selamatkan Diri

Selasa, 28 September 2021 | 12:45 WIB

Sikap Kami: Melawan Hoaks PTM

Senin, 27 September 2021 | 09:57 WIB

Sikap Kami: Bersyukur PTM, Tapi….

Kamis, 23 September 2021 | 11:00 WIB

Sikap Kami: Pikiran Miring Giring

Rabu, 22 September 2021 | 10:35 WIB

Sikap Kami: PON Salah Arah

Kamis, 16 September 2021 | 10:57 WIB

Sikap Kami: Nonton di Bioskop Cirebon

Rabu, 15 September 2021 | 10:04 WIB

Sikap Kami: Hipokritisme Pelaku Korupsi

Selasa, 14 September 2021 | 08:28 WIB

Sikap Kami: Karena Kita Bukan Wapres

Jumat, 10 September 2021 | 11:40 WIB

Sikap Kami: Tak Serius Urus Lapas

Kamis, 9 September 2021 | 11:13 WIB

Sikap Kami: Berbelok di Tengah Jalan

Rabu, 8 September 2021 | 09:09 WIB
X