• Senin, 27 Juni 2022

Sikap Kami: Karena Kita Bukan Wapres

- Jumat, 10 September 2021 | 11:40 WIB
Wakil Presiden RI Maruf Amin. (Antara Foto)
Wakil Presiden RI Maruf Amin. (Antara Foto)

SUDAH gaharu cendana pula. Begitulah kita memandang ketika Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan pengetatan pintu masuk perjalanan ke Indonesia menjadi solusi awal mencegah varian baru Covid-19 bernama Mu atau B1621.

Kita sebagai rakyat sudah paham. Paham sepaham-pahamnya. Bahwa cara terbaik menutup pintu dari Mu atau B1621 adalah menutup pintu masuk wilayah. Pun ketika varian Delta baru muncul. Apapun risikonya. Sebab, bagi kita, keselamatan rakyat berada di atas segala-galanya.

Tapi, kita bukan penguasa. Apalagi penguasa yang suka-suka. Kita tidak begitu. Buat kita, regulasi tetap regulasi. Maka ketika pemerintah menetapkan menutup pintu bagi warga asing masuk ke Indonesia, saat kita memasuki pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, misalnya, kita mendukung.

Baca Juga: Sikap Kami: Tak Serius Urus Lapas

Namun, yang terlihat adalah justru oknum-oknum pemerintah yang membiarkan pelanggaran-pelanggaran terjadi. Saat PPKM Darurat, kita mendapatkan informasi masih ada warga negara asing yang masuk ke Indonesia. Alasannya klasik. Itu-itu saja. Tak ada yang beda, tak ada yang maju: investasi!

Sejatinya, kita, rakyat biasa yang tak punya kuasa ini, sudah lelah menghadapi situasi semacam ini. Kita menyaksikan masyarakat kita dilarang bepergian ke sana ke mari, tapi orang asing, kebanyakan dari China, datang lenggang kangkung di bandara internasional.

Lalu, kalau Wakil Presiden menyampaikan hal yang sama untuk persoalan serupa, lalu tetap terjadi pelanggaran-pelanggaran yang pemerintah pun mendiamkan, maka kesimpulan kita hanya satu: pemerintah tidak bersatu. Ada konflik-konflik di sana, betapapun kadar besar kecilnya.

Baca Juga: Sikap Kami: Berbelok di Tengah Jalan

Kita tentu mendukung apa yang disampaikan Wakil Presiden agar warga negara asing, saat kita kesulitan menangani pandemi, harus menunda kedatangannya. Tetapi, yang kita sangsikan, pernyataan itu nantinya hanya akan dianggap angin lalu saja.

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sikap Kami: Jari-jari Sambara

Rabu, 22 Juni 2022 | 10:11 WIB

Sikap Kami: OPOP Makin Top

Selasa, 21 Juni 2022 | 12:20 WIB

Sikap Kami: Rindu Kami

Selasa, 7 Juni 2022 | 06:05 WIB

Sikap Kami: Kekuatan di Aare

Kamis, 2 Juni 2022 | 18:32 WIB

Sikap Kami: Robin Hood Trunojoyo

Kamis, 2 Juni 2022 | 10:57 WIB

Sikap Kami: Vatikan

Kamis, 19 Mei 2022 | 12:55 WIB

Sikap Kami: Yang Kurang dari PPDB

Kamis, 19 Mei 2022 | 11:43 WIB

Sikap Kami: Anies-Emil dan Demokrasi Absurd

Selasa, 10 Mei 2022 | 12:15 WIB

Sikap Kami: Tergila-gila WTP

Kamis, 28 April 2022 | 14:11 WIB

Sikap Kami: Don’t Change BJB Team

Selasa, 26 April 2022 | 22:34 WIB

Sikap Kami: Kartu Sakti Apa Lagi, Pak Jokowi?

Selasa, 26 April 2022 | 15:05 WIB

Sikap Kami: Ada Wilmar di Persis Solo

Jumat, 22 April 2022 | 16:39 WIB

Sikap Kami: Jebol Gadis

Kamis, 21 April 2022 | 13:11 WIB

Sikap Kami: 'Perjudian' Yana Mulyana

Senin, 18 April 2022 | 14:06 WIB

Sikap Kami: Ade Armando

Rabu, 13 April 2022 | 12:32 WIB

Sikap Kami: Persib 'Salah Obat'

Kamis, 7 April 2022 | 12:15 WIB

Sikap Kami: Juara BPD, Juara Proliga

Senin, 28 Maret 2022 | 22:45 WIB

Sikap Kami: Jadi Petani, Siapa Takut?

Jumat, 25 Maret 2022 | 14:11 WIB

Sikap Kami: Noel dan 'Dosa' BUMN

Kamis, 24 Maret 2022 | 12:03 WIB
X