• Rabu, 26 Januari 2022

Sikap Kami: Hipokritisme Pelaku Korupsi

- Selasa, 14 September 2021 | 08:28 WIB
Stepanus Robin Pattuju (INILAH/Antara)
Stepanus Robin Pattuju (INILAH/Antara)

MUNGKIN ada saatnya majelis hakim tipikor, sebelum memutuskan perkara korupsi, bertanya sampai 10 kali kepada terdakwa. Apakah mereka betul-betul menyesal? Atau hanya pura-pura menyesal, agar mendapatkan keringanan hukuman?

Pertanyaan berkali-kali, kalau perlu menggunakan detektor kebohongan, patut dilakukan karena pada sebagian terdakwa, pernyataan menyesal itu hanya kamuflase saja. Tak sedikit di antara mereka yang terjerembab kasus serupa lagi.

Salah seorang bupati di Jawa Tengah, dua kali berurusan dengan KPK. Dua-duanya dinyatakan bersalah. Lalu, di mana letak penyesalannya terhadap perbuatan korupsi yang sudah dilakukan?

Baca Juga: Sikap Kami: Karena Kita Bukan Wapres

Atau, apa yang dilakukan Saeful Bahri, politisi PDI Perjuangan yang kini mendekam di Lapas Sukamiskin karena terbukti menyuap Komisoner KPU, Wahyu Setiawan? Kalau dia yang terjerat dalam kasus yang melibatkan Harun Masiku itu betul-betul menyesal, tentulah dia takkan mengulangi perbuatan kelirunya kedua kali.

Tapi, setidaknya berdasarkan dakwaan jaksa penuntut umum KPK dalam perkara suap mantan penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju, Saeful Bahri ikut berperan dalam upaya menyelamatkan Ajay. Dialah yang meminta agar Ajay dibantu dalam penyelidikan pengadaan bansos Kota Cimahi. Karena itu pula, duit Ajay sekitar Rp500 juta melayang.

Peristiwa ini, buat kita, juga kian menebalkan kesimpulan, bahwa perilaku korupsi di negeri ini, rata-rata dilakukan penegak hukum dan politisi. Itu pula sebabnya, tingkat kepercayaan publik terhadap kedua jenis lembaga ini, demikian rendahnya.

Baca Juga: Sikap Kami: Tak Serius Urus Lapas

Tentu saja harus kita kutip adagium: kekuasaan cenderung koruptif, kekuatan absolut pasti korup. Dalam konsep bernegara kita saat ini, merekalah yang berkuasa itu: politisi dan penegak hukum. Mereka yang membuat aturan, mereka yang menjalankannya.

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sikap Kami: Tempat Jin Buang Anak

Rabu, 26 Januari 2022 | 10:48 WIB

Sikap Kami: Ali Sadikin

Selasa, 25 Januari 2022 | 11:50 WIB

Sikap Kami: Langkah Keledai

Senin, 24 Januari 2022 | 10:29 WIB

Sikap Kami: Ganti Anggota DPR, Pak!

Kamis, 20 Januari 2022 | 10:54 WIB

Sikap Kami: Kumaha Aing

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:00 WIB

Sikap Kami: Pendidikan yang Tercabik

Senin, 17 Januari 2022 | 10:25 WIB

Sikap Kami: Bahlul

Selasa, 11 Januari 2022 | 12:50 WIB

Sikap Kami: Predator Seks di Sekitar Kita!

Jumat, 7 Januari 2022 | 08:46 WIB

Sikap Kami: Tukang Survei

Kamis, 30 Desember 2021 | 11:57 WIB

Sikap Kami: Demo? Ke Jakarta Saja!

Rabu, 29 Desember 2021 | 12:57 WIB

Sikap Kami: Pidato Sampah Giring

Kamis, 23 Desember 2021 | 21:52 WIB

Sikap Kami: Degradasi Simbol Negara

Kamis, 23 Desember 2021 | 13:05 WIB

Sikap Kami: Asa dari Desa

Rabu, 22 Desember 2021 | 06:00 WIB

Sikap Kami: Atalia

Selasa, 14 Desember 2021 | 06:10 WIB

Sikap Kami: Anies-Emil, Oke!

Selasa, 30 November 2021 | 10:51 WIB

Sikap Kami: Gimik Politik

Senin, 29 November 2021 | 09:39 WIB

Sikap Kami: Sami Sade Mengindonesia

Kamis, 25 November 2021 | 11:32 WIB

Sikap Kami: Euforia Mandalika

Selasa, 23 November 2021 | 15:45 WIB

Sikap Kami: Ini Bukan Prank

Selasa, 23 November 2021 | 15:41 WIB

Sikap Kami: Biskita, Biskuat, Bus Siapa?

Rabu, 3 November 2021 | 12:45 WIB
X