• Sabtu, 27 November 2021

Sikap Kami: Mari Selamatkan Diri

- Selasa, 28 September 2021 | 12:45 WIB
Akses jalan Kampung Logok Talingkup Talingkup RT 01, RW 03, Desa Cirawamekar, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), lumpuh akibat tertutup material longsor tebing, Rabu (25/3/2020). (Ahmad Sayuti)
Akses jalan Kampung Logok Talingkup Talingkup RT 01, RW 03, Desa Cirawamekar, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), lumpuh akibat tertutup material longsor tebing, Rabu (25/3/2020). (Ahmad Sayuti)

HARI-HARI ini ke depan, mungkin kita akan bergelut dengan cerita duka. Tentang bencana alam yang terjadi di mana-mana. Mitigasi menjadi jalan keluar agar bencana tak menelan banyak korban, terutama jiwa.

Sebenarnya tanda-tanda bencana hidrometeorologi itu sudah mulai terlihat. Di Kabupaten Cianjur, misalnya, sudah beberapa kali terjadi angin kencang dan longsor yang dipicu hujan lebat. Di Kabupaten Bogor, beberapa kali longsor juga sudah terjadi.

Kita, Jawa Barat, harus kita sadari sebagai daerah dengan potensi bencana alam tertinggi di Indonesia. Utamanya adalah bencana hidrometeorologi. Banjir, longsor, angin puting beliung, dan sejenisnya.

Bencana alam hidrometeorologi, sebagian penyebabnya, tentu kita sendiri. Kadangl-kadang kita tidak pandai menjaga alam. Alam menjadi rusak. Padahal, dialah yang menjadi penyeimbang dalam siklus yang terjadi.

Baca Juga: Sikap Kami: Melawan Hoaks PTM

Tentu, sebagian kesalahan-kesalahan itu, sudah mulai kita perbaiki. Program Citarum Harum, misalnya, adalah bagian dari menghindarkan bencana itu. Betapapun program itu punya kelemahan di sana-sini, faktanya sudah mulai bisa mengurangi dampak bencana yang terjadi.

Kita berharap ke depan rencana-rencana strategis seperti itu yang harus terjadi. Jika misalnya kita sulit mengendalikan alur air sungai di musim hujan, kita masih bisa membuat danau buatan. Waduk. Penampung air sementara. Sejumlah waduk telah, sedang, dan akan dibangun di Jawa Barat.

Maka, sekali lagi, dengan segala daya upaya yang sudah dilakukan, salah satu jalan keluar lain dari ancaman dampak bencana adalah mitigasi yang kuat. Secara politis, sejumlah daerah sudah melakukannya.

Baca Juga: Sikap Kami: Bersyukur PTM, Tapi….

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sikap Kami: Sami Sade Mengindonesia

Kamis, 25 November 2021 | 11:32 WIB

Sikap Kami: Euforia Mandalika

Selasa, 23 November 2021 | 15:45 WIB

Sikap Kami: Ini Bukan Prank

Selasa, 23 November 2021 | 15:41 WIB

Sikap Kami: Biskita, Biskuat, Bus Siapa?

Rabu, 3 November 2021 | 12:45 WIB

Sikap Kami: Siaga La Nina

Rabu, 3 November 2021 | 10:48 WIB

Sikap Kami: Sesat Pikir si Menteri

Selasa, 26 Oktober 2021 | 08:04 WIB

Sikap Kami: Durian Runtuh Jabar

Jumat, 22 Oktober 2021 | 06:05 WIB

Sikap Kami: Kultur Bonus

Rabu, 20 Oktober 2021 | 09:35 WIB

Sikap Kami: Ironi Atlet

Kamis, 14 Oktober 2021 | 09:38 WIB

Sikap Kami: Juara Lahir Batin di Papua

Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:50 WIB

Sikap Kami: Tentang Survei Emil

Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:07 WIB

Sikap Kami: PPKM yang Membingungkan

Rabu, 6 Oktober 2021 | 12:02 WIB

Sikap Kami: Tak Tembak Kamu!

Selasa, 5 Oktober 2021 | 06:00 WIB

Sikap Kami: Berkaca dari Papua

Senin, 4 Oktober 2021 | 09:28 WIB

Sikap Kami: Meluruskan Investasi

Jumat, 1 Oktober 2021 | 13:13 WIB

Sikap Kami: Makin Lucu, Makin Gemas

Kamis, 30 September 2021 | 12:32 WIB

Sikap Kami: Tetap Waspada di Sekolah

Rabu, 29 September 2021 | 13:29 WIB

Sikap Kami: Mari Selamatkan Diri

Selasa, 28 September 2021 | 12:45 WIB

Sikap Kami: Melawan Hoaks PTM

Senin, 27 September 2021 | 09:57 WIB

Sikap Kami: Bersyukur PTM, Tapi….

Kamis, 23 September 2021 | 11:00 WIB
X