• Sabtu, 27 November 2021

Sikap Kami: PPKM yang Membingungkan

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 12:02 WIB
Wisatawan memberi makan wortel untuk rusa saat wisata satwa di Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (29/8/2021). TSI Bogor yang merupakan tempat wisata konservasi satwa tersebut dibuka kembali pada masa PPKM level 3 namun kunjungan wisatawan dibatasi hanya pada wahana Safari Journey dan presentasi edukasi satwa yang sifatnya terbuka. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp. (ARIF FIRMANSYAH)
Wisatawan memberi makan wortel untuk rusa saat wisata satwa di Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (29/8/2021). TSI Bogor yang merupakan tempat wisata konservasi satwa tersebut dibuka kembali pada masa PPKM level 3 namun kunjungan wisatawan dibatasi hanya pada wahana Safari Journey dan presentasi edukasi satwa yang sifatnya terbuka. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp. (ARIF FIRMANSYAH)

TENGOKLAH Budi Gan Gan, Kepala Dinas Pariwisata Garut. Dia tengah dilanda kebingungan. Baru juga pelaku wisata ambil nafas, kini seperti hendak tercerabut lagi.

Naiknya level PPKM Garut ke angka tiga, membuat situasi wisata jadi tak jelas. Merujuk Instruksi Mendagri, wisata mesti tutup di Level 3. Tapi, Garut sudah dua minggu berada di Level 2.

Wisata hanyalah salah satu sektor yang terkendala. Banyak sektor-sektor lain, yang semula diharapkan memulihkan ekonomi, kini menghadapi kendala kembali. Sebab, setiap level memiliki regulasi sendiri.

Baca Juga: Sikap Kami: Tak Tembak Kamu!

Garut bukan satu-satunya di Jawa Barat. Kabupaten Cianjur mengalami hal serupa. Tiba-tiba level PPKM naik bukan karena kesalahan daerah.

Bagaimana menyalahkan daerah kalau yang menaikkan level adalah soal vaksinasi. Tidak mungkin prosentase vaksinasi menurun karena tiap hari ada saja warga yang disuntik.

Tapi itulah yang kini dipakai. Syarat untuk level 2 adalah vaksinasi sudah mencapai 50%. Daerah seperti Garut, Cianjur, juga banyak daerah lain di Jawa Barat, masih jauh dari itu.

Buat kita, kebijakan-kebijakan seperti ini selalu membingungkan. Dan, bukan kali ini saja hal seperti ini terjadi. Korbannya tetap saja daerah-daerah yang dikelompokkan melalui kelas-kelas itu.

Baca Juga: Sikap Kami: Berkaca dari Papua

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sikap Kami: Sami Sade Mengindonesia

Kamis, 25 November 2021 | 11:32 WIB

Sikap Kami: Euforia Mandalika

Selasa, 23 November 2021 | 15:45 WIB

Sikap Kami: Ini Bukan Prank

Selasa, 23 November 2021 | 15:41 WIB

Sikap Kami: Biskita, Biskuat, Bus Siapa?

Rabu, 3 November 2021 | 12:45 WIB

Sikap Kami: Siaga La Nina

Rabu, 3 November 2021 | 10:48 WIB

Sikap Kami: Sesat Pikir si Menteri

Selasa, 26 Oktober 2021 | 08:04 WIB

Sikap Kami: Durian Runtuh Jabar

Jumat, 22 Oktober 2021 | 06:05 WIB

Sikap Kami: Kultur Bonus

Rabu, 20 Oktober 2021 | 09:35 WIB

Sikap Kami: Ironi Atlet

Kamis, 14 Oktober 2021 | 09:38 WIB

Sikap Kami: Juara Lahir Batin di Papua

Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:50 WIB

Sikap Kami: Tentang Survei Emil

Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:07 WIB

Sikap Kami: PPKM yang Membingungkan

Rabu, 6 Oktober 2021 | 12:02 WIB

Sikap Kami: Tak Tembak Kamu!

Selasa, 5 Oktober 2021 | 06:00 WIB

Sikap Kami: Berkaca dari Papua

Senin, 4 Oktober 2021 | 09:28 WIB

Sikap Kami: Meluruskan Investasi

Jumat, 1 Oktober 2021 | 13:13 WIB

Sikap Kami: Makin Lucu, Makin Gemas

Kamis, 30 September 2021 | 12:32 WIB

Sikap Kami: Tetap Waspada di Sekolah

Rabu, 29 September 2021 | 13:29 WIB

Sikap Kami: Mari Selamatkan Diri

Selasa, 28 September 2021 | 12:45 WIB

Sikap Kami: Melawan Hoaks PTM

Senin, 27 September 2021 | 09:57 WIB

Sikap Kami: Bersyukur PTM, Tapi….

Kamis, 23 September 2021 | 11:00 WIB
X