Sikap Kami: Tentang Survei Emil

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:07 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil masuk tiga besar hasil survei Capres 2024. (rizki mauludi)
Gubernur Jabar Ridwan Kamil masuk tiga besar hasil survei Capres 2024. (rizki mauludi)

SEBUAH hasil survei menunjukkan elektabilitas Ridwan Kamil terus menanjak menuju Pemilihan Presiden 2024. Bagaimana kita harus menyikapinya?

Satu hal, tentu kita patut bangga. Pertama, apa yang dilakuan Ridwan Kamil, tentu dalam kapasitas Gubernur Jawa Barat, mendapat apresiasi secara nasional. Kedua, ada juga senang kita ketika nama putra Jawa Barat masuk di papan atas kontestasi menuju Pilpres mendatang.

Di antara tokoh-tokoh yang ada atau berasal dari Jabar, Ridwan Kamil memang terhitung andal dalam memarketing diri. Dia tidak hanya menunjukkan program-program inovatis, meski sebagian di antaranya terkendala karena pandemi Covid-19, tapi juga kuat dalam mencitrakan dirinya.

Dia, setidaknya, dikenal pada tiga sebab. Sebab Gubernur Jawa Barat, sebab profesi sebagai arsitektur, sebab hidupnya di antara kalangan milenial. Sebab-sebab itu, bisa membawa manfaat baginya dalam kontestasi politik.

Baca Juga: Sikap Kami: PPKM yang Membingungkan

Tetapi, dalam hal kontestasi itu, sejujurnya karena berbagai hal, situasi yang dihadapi Emil tidaklah ringan. Pertama, tentu pada saatnya dia harus memutuskan maju Pilpres atau Pilgub Jabar lagi. Tampil di dua kontestasi itu, butuh daya dan endurance sangat tinggi.

Dia juga harus memutuskan untuk berpartai. Terutama jika harus maju di Pilpres. Tiket ke Pilpres tidaklah semudah merebut tiket maju Pilgub. Bahwa dia juga tetap akan berpartai jika ikut Pilgub, itu juga menunjukkan kesadarannya akan pentingnya dukungan partai politik. Tentu saja, dia harus memilih partai yang potensial.

Lalu? Lalu, Emil tak perlulah terlalu terpukau dengan hasil survei yang akhir-akhir ini muncul. Maksudnya, tanggapilah dengan biasa-biasa saja. Tak perlu pula jadi gede rasa, apalagi konfidensial berlebihan.

Sebab, pertama ‘Belanda masih jauh’. Pilpres masih berlangsung 2024 mendatang. Betul, rentang waktu dua tahun bukanlah masa yang pendek dalam politik kontestasi.

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sikap Kami: Vatikan

Kamis, 19 Mei 2022 | 12:55 WIB

Sikap Kami: Yang Kurang dari PPDB

Kamis, 19 Mei 2022 | 11:43 WIB

Sikap Kami: Anies-Emil dan Demokrasi Absurd

Selasa, 10 Mei 2022 | 12:15 WIB

Sikap Kami: Tergila-gila WTP

Kamis, 28 April 2022 | 14:11 WIB

Sikap Kami: Don’t Change BJB Team

Selasa, 26 April 2022 | 22:34 WIB

Sikap Kami: Kartu Sakti Apa Lagi, Pak Jokowi?

Selasa, 26 April 2022 | 15:05 WIB

Sikap Kami: Ada Wilmar di Persis Solo

Jumat, 22 April 2022 | 16:39 WIB

Sikap Kami: Jebol Gadis

Kamis, 21 April 2022 | 13:11 WIB

Sikap Kami: 'Perjudian' Yana Mulyana

Senin, 18 April 2022 | 14:06 WIB

Sikap Kami: Ade Armando

Rabu, 13 April 2022 | 12:32 WIB

Sikap Kami: Persib 'Salah Obat'

Kamis, 7 April 2022 | 12:15 WIB

Sikap Kami: Juara BPD, Juara Proliga

Senin, 28 Maret 2022 | 22:45 WIB

Sikap Kami: Jadi Petani, Siapa Takut?

Jumat, 25 Maret 2022 | 14:11 WIB

Sikap Kami: Noel dan 'Dosa' BUMN

Kamis, 24 Maret 2022 | 12:03 WIB

Sikap Kami: Negara Pura-pura

Jumat, 18 Maret 2022 | 06:00 WIB

Sikap Kami: Politisi Bebal

Kamis, 17 Maret 2022 | 11:38 WIB

Sikap Kami: Makna Bank BJB

Rabu, 9 Maret 2022 | 11:00 WIB

Sikap Kami: Malangsari

Selasa, 22 Februari 2022 | 12:48 WIB

Sikap Kami: Penalti di JIS

Kamis, 17 Februari 2022 | 12:18 WIB
X