Sikap Kami: Sesat Pikir si Menteri

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 08:04 WIB
Kementerian Agama RI
Kementerian Agama RI

KETIKA Bung Karno, Bung Hatta, dan bapak-bapak bangsa memerdekakan Republik ini, tak ada kelompok manapun yang hendak diistimewakan. Karena itu, jika ada yang menyebut mereka istimewa dalam kehidupan berbangsa, bahkan hingga kini, itu adalah sesat pikir, sesat rasa.

Pun jika ada yang menyebut Kementerian Agama adalah hadiah untuk kelompok tertentu. Itu juga sesat pikir. Gede rasa, kata generasi dekade 1990-an. Entah apapun maksudnya, di mana pun yang menyampaikannya, apalagi jika yang mengatakan pejabat negara, maka itu adalah kesesatan.

Pertama jika kita lihat historisnya. Semua kelompok, bahkan kelompok lain lebih dominan, saat Kementerian Agama diusulkan ada dalam pemerintahan. Dia diusulkan karena ketuhanan adalah salah satu dasar negara kita. Jadi, harus ada bagian yang diurus pemerintah. Semua agama, semua kelompok.

Kedua, jika dia hadiah, berapapun tanda petik mengapit kata hadiah, itu juga sesat pikir. Jelas, kementerian apapun, termasuk Kementerian Agama, diadakan untuk mengurus kehidupan bermasyarakat. Jadi, tak ada kementerian tanpa kepentingan masyarakat banyak, golongan-pergolongan.

Baca Juga: Sikap Kami: Durian Runtuh Jabar

Pernyataan seperti itu tak perlu dibela. Oleh siapapun. Sebab, dia tak mengandung kebenaran. Entah di manapun menyampaikannya. Apalagi jika yang menyampaikannya adalah pejabat negara.

Alih-alih mengandung kebenaran, dia malah membuat gaduh. Membuat umat beragama saling bertengkar. Jelas, itu bukan perbuatan yang layak dilakukan pejabat negara. Seorang pejabat negara, semestinya menyampaikan kebenaran, menyuarakan kesejukan, terutama di tengah beragamnya Nusantara ini.

Kita sangat menyesalkan pernyataan-pernyataan semacam itu masih muncul. Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali.

Baca Juga: Sikap Kami: Kultur Bonus

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sikap Kami: Vatikan

Kamis, 19 Mei 2022 | 12:55 WIB

Sikap Kami: Yang Kurang dari PPDB

Kamis, 19 Mei 2022 | 11:43 WIB

Sikap Kami: Anies-Emil dan Demokrasi Absurd

Selasa, 10 Mei 2022 | 12:15 WIB

Sikap Kami: Tergila-gila WTP

Kamis, 28 April 2022 | 14:11 WIB

Sikap Kami: Don’t Change BJB Team

Selasa, 26 April 2022 | 22:34 WIB

Sikap Kami: Kartu Sakti Apa Lagi, Pak Jokowi?

Selasa, 26 April 2022 | 15:05 WIB

Sikap Kami: Ada Wilmar di Persis Solo

Jumat, 22 April 2022 | 16:39 WIB

Sikap Kami: Jebol Gadis

Kamis, 21 April 2022 | 13:11 WIB

Sikap Kami: 'Perjudian' Yana Mulyana

Senin, 18 April 2022 | 14:06 WIB

Sikap Kami: Ade Armando

Rabu, 13 April 2022 | 12:32 WIB

Sikap Kami: Persib 'Salah Obat'

Kamis, 7 April 2022 | 12:15 WIB

Sikap Kami: Juara BPD, Juara Proliga

Senin, 28 Maret 2022 | 22:45 WIB

Sikap Kami: Jadi Petani, Siapa Takut?

Jumat, 25 Maret 2022 | 14:11 WIB

Sikap Kami: Noel dan 'Dosa' BUMN

Kamis, 24 Maret 2022 | 12:03 WIB

Sikap Kami: Negara Pura-pura

Jumat, 18 Maret 2022 | 06:00 WIB

Sikap Kami: Politisi Bebal

Kamis, 17 Maret 2022 | 11:38 WIB

Sikap Kami: Makna Bank BJB

Rabu, 9 Maret 2022 | 11:00 WIB

Sikap Kami: Malangsari

Selasa, 22 Februari 2022 | 12:48 WIB

Sikap Kami: Penalti di JIS

Kamis, 17 Februari 2022 | 12:18 WIB
X