• Minggu, 28 November 2021

Sikap Kami: Sesat Pikir si Menteri

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 08:04 WIB
Kementerian Agama RI
Kementerian Agama RI

KETIKA Bung Karno, Bung Hatta, dan bapak-bapak bangsa memerdekakan Republik ini, tak ada kelompok manapun yang hendak diistimewakan. Karena itu, jika ada yang menyebut mereka istimewa dalam kehidupan berbangsa, bahkan hingga kini, itu adalah sesat pikir, sesat rasa.

Pun jika ada yang menyebut Kementerian Agama adalah hadiah untuk kelompok tertentu. Itu juga sesat pikir. Gede rasa, kata generasi dekade 1990-an. Entah apapun maksudnya, di mana pun yang menyampaikannya, apalagi jika yang mengatakan pejabat negara, maka itu adalah kesesatan.

Pertama jika kita lihat historisnya. Semua kelompok, bahkan kelompok lain lebih dominan, saat Kementerian Agama diusulkan ada dalam pemerintahan. Dia diusulkan karena ketuhanan adalah salah satu dasar negara kita. Jadi, harus ada bagian yang diurus pemerintah. Semua agama, semua kelompok.

Kedua, jika dia hadiah, berapapun tanda petik mengapit kata hadiah, itu juga sesat pikir. Jelas, kementerian apapun, termasuk Kementerian Agama, diadakan untuk mengurus kehidupan bermasyarakat. Jadi, tak ada kementerian tanpa kepentingan masyarakat banyak, golongan-pergolongan.

Baca Juga: Sikap Kami: Durian Runtuh Jabar

Pernyataan seperti itu tak perlu dibela. Oleh siapapun. Sebab, dia tak mengandung kebenaran. Entah di manapun menyampaikannya. Apalagi jika yang menyampaikannya adalah pejabat negara.

Alih-alih mengandung kebenaran, dia malah membuat gaduh. Membuat umat beragama saling bertengkar. Jelas, itu bukan perbuatan yang layak dilakukan pejabat negara. Seorang pejabat negara, semestinya menyampaikan kebenaran, menyuarakan kesejukan, terutama di tengah beragamnya Nusantara ini.

Kita sangat menyesalkan pernyataan-pernyataan semacam itu masih muncul. Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali.

Baca Juga: Sikap Kami: Kultur Bonus

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sikap Kami: Sami Sade Mengindonesia

Kamis, 25 November 2021 | 11:32 WIB

Sikap Kami: Euforia Mandalika

Selasa, 23 November 2021 | 15:45 WIB

Sikap Kami: Ini Bukan Prank

Selasa, 23 November 2021 | 15:41 WIB

Sikap Kami: Biskita, Biskuat, Bus Siapa?

Rabu, 3 November 2021 | 12:45 WIB

Sikap Kami: Siaga La Nina

Rabu, 3 November 2021 | 10:48 WIB

Sikap Kami: Sesat Pikir si Menteri

Selasa, 26 Oktober 2021 | 08:04 WIB

Sikap Kami: Durian Runtuh Jabar

Jumat, 22 Oktober 2021 | 06:05 WIB

Sikap Kami: Kultur Bonus

Rabu, 20 Oktober 2021 | 09:35 WIB

Sikap Kami: Ironi Atlet

Kamis, 14 Oktober 2021 | 09:38 WIB

Sikap Kami: Juara Lahir Batin di Papua

Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:50 WIB

Sikap Kami: Tentang Survei Emil

Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:07 WIB

Sikap Kami: PPKM yang Membingungkan

Rabu, 6 Oktober 2021 | 12:02 WIB

Sikap Kami: Tak Tembak Kamu!

Selasa, 5 Oktober 2021 | 06:00 WIB

Sikap Kami: Berkaca dari Papua

Senin, 4 Oktober 2021 | 09:28 WIB

Sikap Kami: Meluruskan Investasi

Jumat, 1 Oktober 2021 | 13:13 WIB

Sikap Kami: Makin Lucu, Makin Gemas

Kamis, 30 September 2021 | 12:32 WIB

Sikap Kami: Tetap Waspada di Sekolah

Rabu, 29 September 2021 | 13:29 WIB

Sikap Kami: Mari Selamatkan Diri

Selasa, 28 September 2021 | 12:45 WIB

Sikap Kami: Melawan Hoaks PTM

Senin, 27 September 2021 | 09:57 WIB

Sikap Kami: Bersyukur PTM, Tapi….

Kamis, 23 September 2021 | 11:00 WIB
X