• Rabu, 8 Desember 2021

Sikap Kami: Ini Bukan Prank

- Selasa, 23 November 2021 | 15:41 WIB
Yana Supriatna saat memberikan keterangan kepada pihak kepolisian usai bikin geger lantaran 'prank' hilang di Cadas Pangeran. (Instagram/@polressumedang)
Yana Supriatna saat memberikan keterangan kepada pihak kepolisian usai bikin geger lantaran 'prank' hilang di Cadas Pangeran. (Instagram/@polressumedang)

 

KEPUASAN apakah yang didapatkan dari tindakan melempar prank? Kalaupun ada kepuasan itu, sebandingkah dengan risiko yang dihadapi?

Seorang ahli kriminologi menyebutkan ada sejumlah alasan kenapa orang suka membuat prank. Yang utama, kebutuhan menonjolkan ego dan menghilangkan kejenuhan. Lalu, karena pengaruh sosio kultural, kontrol sosial yang lemah, dan perasaan bosan.

Semua sifat dan kondisi itu jamak terjadi di tengah masyarakat. Banyak yang ingin menonjol, banyak yang ingin menumpas rasa bosan, tak sedikit pula yang terpengaruh karena kebiasaan di sekitar.

Baca Juga: Sempat Hebohkan Publik, Polisi Beberkan Kronologi Lengkap Kasus Yana Supriatna

Tapi, bagaimanapun, perbuatan membuat prank setidaknya adalah sesuatu yang tak menyenangkan bagi banyak orang lain. Alih-alih prank, menyampaikan sesumbar dan janji-janji muluk saja banyak tak disukai orang, bahkan disetarakan dengan prank.

Kita keyakini salah satu sebab itu pula yang membuat Yana Supriatna membuat prank Cadas Pangeran yang terkenal itu. Banyak orang merasa terkelabuhi, Termasuk media, termasuk kami.

Ketika Yana menghilang, sejatinya ada satu titik kecurigaan. Kenapa dia bisa mengirim pesan terakhir seolah-olah dia sedang “dikerjai” orang jahat. Tetapi, karena sumber kepolisian dan Tim SAR pun bergerak, maka keyakinan bahwa Yana jadi korban orang jahat memang cukup kuat.

Pria Sumedang itu kemudian ditemukan di Cirebon. Dia tak hilang, apalagi jadi korban perampokan hingga meninggal, misalnya.

Baca Juga: Sikap Kami: Biskita, Biskuat, Bus Siapa?

Halaman:

Editor: tantan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sikap Kami: Anies-Emil, Oke!

Selasa, 30 November 2021 | 10:51 WIB

Sikap Kami: Gimik Politik

Senin, 29 November 2021 | 09:39 WIB

Sikap Kami: Sami Sade Mengindonesia

Kamis, 25 November 2021 | 11:32 WIB

Sikap Kami: Euforia Mandalika

Selasa, 23 November 2021 | 15:45 WIB

Sikap Kami: Ini Bukan Prank

Selasa, 23 November 2021 | 15:41 WIB

Sikap Kami: Biskita, Biskuat, Bus Siapa?

Rabu, 3 November 2021 | 12:45 WIB

Sikap Kami: Siaga La Nina

Rabu, 3 November 2021 | 10:48 WIB

Sikap Kami: Sesat Pikir si Menteri

Selasa, 26 Oktober 2021 | 08:04 WIB

Sikap Kami: Durian Runtuh Jabar

Jumat, 22 Oktober 2021 | 06:05 WIB

Sikap Kami: Kultur Bonus

Rabu, 20 Oktober 2021 | 09:35 WIB

Sikap Kami: Ironi Atlet

Kamis, 14 Oktober 2021 | 09:38 WIB

Sikap Kami: Juara Lahir Batin di Papua

Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:50 WIB

Sikap Kami: Tentang Survei Emil

Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:07 WIB

Sikap Kami: PPKM yang Membingungkan

Rabu, 6 Oktober 2021 | 12:02 WIB

Sikap Kami: Tak Tembak Kamu!

Selasa, 5 Oktober 2021 | 06:00 WIB

Sikap Kami: Berkaca dari Papua

Senin, 4 Oktober 2021 | 09:28 WIB

Sikap Kami: Meluruskan Investasi

Jumat, 1 Oktober 2021 | 13:13 WIB

Sikap Kami: Makin Lucu, Makin Gemas

Kamis, 30 September 2021 | 12:32 WIB

Sikap Kami: Tetap Waspada di Sekolah

Rabu, 29 September 2021 | 13:29 WIB

Sikap Kami: Mari Selamatkan Diri

Selasa, 28 September 2021 | 12:45 WIB
X