• Senin, 23 Mei 2022

Sikap Kami: Atalia

- Selasa, 14 Desember 2021 | 06:10 WIB
Bunda Literasi Provinsi Jawa Barat Atalia Ridwan Kamil saat menghadiri dan mendeklarasikan Pelajar Tolak Radikalisme dan Hoaks dalam acara Anniversary of Forum OSIS Jawa Barat. (Dok Humas Pemprov Jabar)
Bunda Literasi Provinsi Jawa Barat Atalia Ridwan Kamil saat menghadiri dan mendeklarasikan Pelajar Tolak Radikalisme dan Hoaks dalam acara Anniversary of Forum OSIS Jawa Barat. (Dok Humas Pemprov Jabar)

TENTU saja kita mengecam tindakan HW, guru yang melakukan rudapaksa terhadap belasan (bahkan puluhan) santriwati di Cibiru. Tapi, mengkritik Atalia-Praratya">Atalia Praratya yang sudah tahu kasus tersebut sejak Mei dan tak mengeksposnya, tidaklah pada tempatnya.

Kenapa? Dari sisi apapun, yang sudah dia lakukan sudah tepat. Sebagai personal, sebagai wanita, tindakannya tak mengungkap kasus itu ke publik sangat masuk akal. Wanita mana yang hatinya tak teriris mendengar, apalagi mengetahui cukup dalam, kasus rudapaksa di pesantren itu.

Sebagai wanita yang dalam kedudukannya sebagai istri Gubernur Jawa Barat, memimpin banyak organisasi pun langkahnya sudah tepat. Yang dia lakukan bersama lembaganya adalah menyelamatkan kondisi psikologis para korban.

Perempuan, apalagi anak-anak, adalah orang yang akan sangat menderita atas kejadian tersebut. Derita itu takkan hilang bahkan ketika HW dihukum berat. Secara psikologis, bayangan peristiwa kelam itu akan mewarnai perjalanan hidup para korban.

Baca Juga: Sikap Kami: Anies-Emil, Oke!

Mereka patut dan wajib diselamatkan. Langkah terbaik adalah melakukan pendampingan. Sebab, hanya dengan begitu mereka mendapatkan kekuatan untuk memandang masa dengan sedikit optimisme.

Kita, dalam hal ini, balik mengkritik jika ada yang mengecam Atalia hanya karena dia tak mengekspos peristiwa tersebut. Utamanya adalah karena bukan tugasnya untuk mengungkap kasus itu ke publik.

Jika aparat Polda Jawa Barat yang menangani kasus ini saja enggan mengekspos, apalagi Atalia. Polda, sebagaimana kita ketahui, tak melakukan ekspos juga karena tak ingin eksposure yang dipastikan akan besar, bakal berpengaruh buruk pada korban yang terhitung masih anak-anak.

Baca Juga: Sikap Kami: Sami Sade Mengindonesia

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sikap Kami: Vatikan

Kamis, 19 Mei 2022 | 12:55 WIB

Sikap Kami: Yang Kurang dari PPDB

Kamis, 19 Mei 2022 | 11:43 WIB

Sikap Kami: Anies-Emil dan Demokrasi Absurd

Selasa, 10 Mei 2022 | 12:15 WIB

Sikap Kami: Tergila-gila WTP

Kamis, 28 April 2022 | 14:11 WIB

Sikap Kami: Don’t Change BJB Team

Selasa, 26 April 2022 | 22:34 WIB

Sikap Kami: Kartu Sakti Apa Lagi, Pak Jokowi?

Selasa, 26 April 2022 | 15:05 WIB

Sikap Kami: Ada Wilmar di Persis Solo

Jumat, 22 April 2022 | 16:39 WIB

Sikap Kami: Jebol Gadis

Kamis, 21 April 2022 | 13:11 WIB

Sikap Kami: 'Perjudian' Yana Mulyana

Senin, 18 April 2022 | 14:06 WIB

Sikap Kami: Ade Armando

Rabu, 13 April 2022 | 12:32 WIB

Sikap Kami: Persib 'Salah Obat'

Kamis, 7 April 2022 | 12:15 WIB

Sikap Kami: Juara BPD, Juara Proliga

Senin, 28 Maret 2022 | 22:45 WIB

Sikap Kami: Jadi Petani, Siapa Takut?

Jumat, 25 Maret 2022 | 14:11 WIB

Sikap Kami: Noel dan 'Dosa' BUMN

Kamis, 24 Maret 2022 | 12:03 WIB

Sikap Kami: Negara Pura-pura

Jumat, 18 Maret 2022 | 06:00 WIB

Sikap Kami: Politisi Bebal

Kamis, 17 Maret 2022 | 11:38 WIB

Sikap Kami: Makna Bank BJB

Rabu, 9 Maret 2022 | 11:00 WIB

Sikap Kami: Malangsari

Selasa, 22 Februari 2022 | 12:48 WIB

Sikap Kami: Penalti di JIS

Kamis, 17 Februari 2022 | 12:18 WIB
X