• Senin, 23 Mei 2022

Sikap Kami: Demo? Ke Jakarta Saja!

- Rabu, 29 Desember 2021 | 12:57 WIB
 (Syamsuddin Nasoetion)
(Syamsuddin Nasoetion)

KEPUTUSAN tentang besaran kenaikan upah minimum kabupaten/kota ada di tangan gubernur. Tapi, inti persoalan sebenarnya ada di pemerintahan pusat. Jadi, kalau buruh mau melakukan aksi, yang paling tepat adalah beraksi di Jakarta.

Kita sudah melihat arah aksi yang keliru dari buruh. Melakukan aksi ke pemerintah provinsi bukanlah langkah yang tepat. Potensi memicu persoalan lain, seperti yang terjadi di Banten, misalnya.

Posisi gubernur, kecuali Gubernur DKI Jakarta, adalah pihak yang hanya jadi jepitan antara pengusaha, pekerja, dan mungkin saja kaum oligarki. Gubernur ditekan dari pusat, ditonjok dari kabupaten/kota, dan kini harus berhadapan dengan buruh.

Dalam hal penetapan UMK, posisi gubernur memang selalu dijepit. Dulu, jepitannya agak longgar: buruh, pengusaha, dan pemerintah kabupaten/kota. Kini, jepitannya makin dahsyat dan akan sangat sulit dilawan: pemerintah pusat melalui Peraturan Pemerintah No 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Baca Juga: Sikap Kami: Pidato Sampah Giring

Pemerintah pusat sudah mengatur tentang pengupahan itu. Ada batas atas yang tak mungkin dilampaui gubernur. Sebab, jika keputusan gubernur menaikkan UMK melampaui PP No 36, maka itu berarti berlawanan dengan peraturan di atasnya. Menyerupai keputusan inkonstitusional.

Kita tentu juga memaklumi keinginan buruh untuk meningkatkan kesejahteraan. Terutama, karena angka kebutuhan hidup yang makin membubung tatkala pemerintah tak bisa mengawal harga-harga kebutuhan warga. Premium-pertalite mau dihilangkan, pajak sana-sini mau dinaikkan, tentu akan berpengaruh pada kehidupan buruh.

Tapi, sekali lagi, melakukan aksi ke pemerintah daerah, dalam hal ini pemerintah provinsi, takkan membuahkan hasil. Sebab, dari strata regulasi, mereka harus mengikut pada regulasi yang lebih tinggi.

Baca Juga: Sikap Kami: Degradasi Simbol Negara

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sikap Kami: Vatikan

Kamis, 19 Mei 2022 | 12:55 WIB

Sikap Kami: Yang Kurang dari PPDB

Kamis, 19 Mei 2022 | 11:43 WIB

Sikap Kami: Anies-Emil dan Demokrasi Absurd

Selasa, 10 Mei 2022 | 12:15 WIB

Sikap Kami: Tergila-gila WTP

Kamis, 28 April 2022 | 14:11 WIB

Sikap Kami: Don’t Change BJB Team

Selasa, 26 April 2022 | 22:34 WIB

Sikap Kami: Kartu Sakti Apa Lagi, Pak Jokowi?

Selasa, 26 April 2022 | 15:05 WIB

Sikap Kami: Ada Wilmar di Persis Solo

Jumat, 22 April 2022 | 16:39 WIB

Sikap Kami: Jebol Gadis

Kamis, 21 April 2022 | 13:11 WIB

Sikap Kami: 'Perjudian' Yana Mulyana

Senin, 18 April 2022 | 14:06 WIB

Sikap Kami: Ade Armando

Rabu, 13 April 2022 | 12:32 WIB

Sikap Kami: Persib 'Salah Obat'

Kamis, 7 April 2022 | 12:15 WIB

Sikap Kami: Juara BPD, Juara Proliga

Senin, 28 Maret 2022 | 22:45 WIB

Sikap Kami: Jadi Petani, Siapa Takut?

Jumat, 25 Maret 2022 | 14:11 WIB

Sikap Kami: Noel dan 'Dosa' BUMN

Kamis, 24 Maret 2022 | 12:03 WIB

Sikap Kami: Negara Pura-pura

Jumat, 18 Maret 2022 | 06:00 WIB

Sikap Kami: Politisi Bebal

Kamis, 17 Maret 2022 | 11:38 WIB

Sikap Kami: Makna Bank BJB

Rabu, 9 Maret 2022 | 11:00 WIB

Sikap Kami: Malangsari

Selasa, 22 Februari 2022 | 12:48 WIB

Sikap Kami: Penalti di JIS

Kamis, 17 Februari 2022 | 12:18 WIB
X