• Senin, 23 Mei 2022

Sikap Kami: Tukang Survei

- Kamis, 30 Desember 2021 | 11:57 WIB
Pilpres 2024 (Pikiran Rakyat)
Pilpres 2024 (Pikiran Rakyat)

TUKANG survei itu profesi terhormat. Yang tak terhormat itu sebagian pelakunya. Tak terhormat karena mereka salah langkah. Tak menjaga kehormatan profesinya.

Tukang survei itu ibarat tukang wasit di lapangan bola. Dia dinilai dari harkat dan martabatnya. Dasarnya adalah kejujuran. Tidak berpihak. Sportivitas. Fair play.  Kalau sudah berpihak, “wasitnya” hilang, yang tersisa tinggal “tukangnya”. Hilang kehormatannya.

Itu sebabnya, ketika jadi wasit –terbaik di dunia—Pierluigi Collina tak pernah secara terbuka menyatakan kesukaan atau ketidaksukaan terhadap tim. Itu sebabnya wasit legendaris Inggris, Graham Poll, baru bisa berkomentar soal wasit, tim, pemain, pelatih, setelah dia pensiun.

Bagaimana dengan tukang survei di Indonesia? Sudah lebih banyak yang jadi “tukang” ketimbang jadi surveyor. Kejujurannya tak terlihat. Keberpihakannya terang benderang terlihat.

Baca Juga: Sikap Kami: Demo? Ke Jakarta Saja!

Misalnya begini, ada tukang survei yang dalam pernyataan-pernyataannya menyerang salah satu tokoh politik. Itu patut diduga sebagai surveyor yang harga dirinya sudah tergadai.

Betapapun tukang survei tidak suka –atau sebaliknya sangat suka-- terhadap tokoh politik, maka dia sebaik-baiknya menyembunyikannya. Cukup dia yang tahu. Tak perlu diumbar di ruang terbuka.

Sebab, jika perasaan itu sudah dia ungkap ke hadapan publik, maka hasil surveinya patut diduga sudah tidak fair lagi. Sudah banyak kepentingan. Paling tidak, kepentingan politik personalnya. Belum lagi kepentingan pemodal survei, sesuatu yang sangat jarang secara terbuka diungkap tukang survei.

Baca Juga: Sikap Kami: Pidato Sampah Giring

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sikap Kami: Vatikan

Kamis, 19 Mei 2022 | 12:55 WIB

Sikap Kami: Yang Kurang dari PPDB

Kamis, 19 Mei 2022 | 11:43 WIB

Sikap Kami: Anies-Emil dan Demokrasi Absurd

Selasa, 10 Mei 2022 | 12:15 WIB

Sikap Kami: Tergila-gila WTP

Kamis, 28 April 2022 | 14:11 WIB

Sikap Kami: Don’t Change BJB Team

Selasa, 26 April 2022 | 22:34 WIB

Sikap Kami: Kartu Sakti Apa Lagi, Pak Jokowi?

Selasa, 26 April 2022 | 15:05 WIB

Sikap Kami: Ada Wilmar di Persis Solo

Jumat, 22 April 2022 | 16:39 WIB

Sikap Kami: Jebol Gadis

Kamis, 21 April 2022 | 13:11 WIB

Sikap Kami: 'Perjudian' Yana Mulyana

Senin, 18 April 2022 | 14:06 WIB

Sikap Kami: Ade Armando

Rabu, 13 April 2022 | 12:32 WIB

Sikap Kami: Persib 'Salah Obat'

Kamis, 7 April 2022 | 12:15 WIB

Sikap Kami: Juara BPD, Juara Proliga

Senin, 28 Maret 2022 | 22:45 WIB

Sikap Kami: Jadi Petani, Siapa Takut?

Jumat, 25 Maret 2022 | 14:11 WIB

Sikap Kami: Noel dan 'Dosa' BUMN

Kamis, 24 Maret 2022 | 12:03 WIB

Sikap Kami: Negara Pura-pura

Jumat, 18 Maret 2022 | 06:00 WIB

Sikap Kami: Politisi Bebal

Kamis, 17 Maret 2022 | 11:38 WIB

Sikap Kami: Makna Bank BJB

Rabu, 9 Maret 2022 | 11:00 WIB

Sikap Kami: Malangsari

Selasa, 22 Februari 2022 | 12:48 WIB

Sikap Kami: Penalti di JIS

Kamis, 17 Februari 2022 | 12:18 WIB
X