• Senin, 23 Mei 2022

Sikap Kami: Ganti Anggota DPR, Pak!

- Kamis, 20 Januari 2022 | 10:54 WIB
 (Syamsuddin Nasoetion)
(Syamsuddin Nasoetion)

KIAN lama, anggota DPR kian aneh. Sukanya berisik untuk hal-hal yang tak substantif. Giliran diminta menyalurkan suara rakyat pada mingkem karena kuasa partai politik.

Kemarin, mereka berisik lagi saat rapat dengan Menteri Sosial. Ada yang tersinggung dengan pernyataan Sekjen Kemensos soal kunjungan kerja Menteri Tri Rismaharini ke daerah. Kebetulan, daerah itu jadi dapil Ace Hasan Syadzily. Alhasil, sang sekjen pun terusir dari ruang rapat.

Giliran menyalurkan suara rakyat, mereka ogah. Tengok, UU Ibu Kota Negara (IKN) diselesaikan hanya dalam 16 jam! Seakan tak hirau dengan suara rakyat yang merasa memulihkan ekonomi di tengah pandemi jauh lebih penting daripada membangun ibu kota baru.

Yang menarik dalam rapat dengan Kemensos itu, muncul hal yang dipersoalkan anggota DPR lain di Komisi III terhadap Jaksa Agung. Apa itu? Tak sedikit yang tak berbahasa Indonesia dengan baik. Tak sedikit yang menggunakan bahasa asing. Bukan bahasa daerah. Bukan Bahasa Sunda sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional.

Baca Juga: Sikap Kami: Kumaha Aing

Kita kutipkan di sini berdasarkan laporan media. “Komisi VIII dengan solidaritas teman-teman ini keinginan teman-teman mungkin off dulu di pertemuan ini, tetap fungsi Pak Sekjen harus ada yang melapis….” Kata Diah Pitaloka.

Lalu, “Ada komunikasi buruk yang dilakukan saudara sekjen kepada salah seorang pimpinan kami, bapak Ace Hasan yang menurut saya itu offside,” ujar Muhammad Ali Ridha.

Kita meyakini, dalam rapat-rapat lain, bahasa-bahasa “aneh” seperti “offside, off” itu bertebaran di ruang sidang. Adakah itu dipersoalkan? Sama sekali tidak. Maka aneh jika ada yang menyoal jika seorang berlatar belakang Sunda menyampaikan sapaan akrab “damang” di ruang rapat.

Baca Juga: Sikap Kami: Pendidikan yang Tercabik

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sikap Kami: Vatikan

Kamis, 19 Mei 2022 | 12:55 WIB

Sikap Kami: Yang Kurang dari PPDB

Kamis, 19 Mei 2022 | 11:43 WIB

Sikap Kami: Anies-Emil dan Demokrasi Absurd

Selasa, 10 Mei 2022 | 12:15 WIB

Sikap Kami: Tergila-gila WTP

Kamis, 28 April 2022 | 14:11 WIB

Sikap Kami: Don’t Change BJB Team

Selasa, 26 April 2022 | 22:34 WIB

Sikap Kami: Kartu Sakti Apa Lagi, Pak Jokowi?

Selasa, 26 April 2022 | 15:05 WIB

Sikap Kami: Ada Wilmar di Persis Solo

Jumat, 22 April 2022 | 16:39 WIB

Sikap Kami: Jebol Gadis

Kamis, 21 April 2022 | 13:11 WIB

Sikap Kami: 'Perjudian' Yana Mulyana

Senin, 18 April 2022 | 14:06 WIB

Sikap Kami: Ade Armando

Rabu, 13 April 2022 | 12:32 WIB

Sikap Kami: Persib 'Salah Obat'

Kamis, 7 April 2022 | 12:15 WIB

Sikap Kami: Juara BPD, Juara Proliga

Senin, 28 Maret 2022 | 22:45 WIB

Sikap Kami: Jadi Petani, Siapa Takut?

Jumat, 25 Maret 2022 | 14:11 WIB

Sikap Kami: Noel dan 'Dosa' BUMN

Kamis, 24 Maret 2022 | 12:03 WIB

Sikap Kami: Negara Pura-pura

Jumat, 18 Maret 2022 | 06:00 WIB

Sikap Kami: Politisi Bebal

Kamis, 17 Maret 2022 | 11:38 WIB

Sikap Kami: Makna Bank BJB

Rabu, 9 Maret 2022 | 11:00 WIB

Sikap Kami: Malangsari

Selasa, 22 Februari 2022 | 12:48 WIB

Sikap Kami: Penalti di JIS

Kamis, 17 Februari 2022 | 12:18 WIB
X