Sikap Kami: Politisi Bebal

- Kamis, 17 Maret 2022 | 11:38 WIB
ilustrasi Pemilu (istimewa)
ilustrasi Pemilu (istimewa)

DI tengah penolakan publik yang diiringi dengan olok-olok dan caci maki, partai politik pengusung wacana penundaan Pemilu 2024 masih bergentayangan. Sederhana saja kesimpulannya: inilah partai politik dan politisi yang bebal.

Apa lagi yang kurang, coba. Hasil telisik hampir semua lembaga survei menunjukkan mayoritas masyarakat menolak wacana tersebut. Penggunaan alasan big data jadi cemoohan orang: big liars. Tak ada dasar sama sekali. Tak pula mau membuka data yang dimiliki karena hampir pasti itu data bodong.

Tapi, tetap saja para politisi bebal itu keukeuh, mendorong penundaan Pemilu 2024. Dengan kebohongan yang nggak ketulungan, mereka bilang ini untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan anggota DPR atau kelompok tertentu.

“Basisnya untuk kepentingan rakyat bersama-sama, bukan kepentingan anggota DPR atau kelompok tertentu,” kata Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid, misalnya.

Baca Juga: Muhammad Farhan : Wacana Penundaan Pemilu 2024 Kepentingan Pragmatis

Momentum apa yang hendak dijaga? Momentum kebangkitan ekonomi? Barangkali politisi-politisi semacam itu perlu melihat rebound ekonomi itu adalah keniscayaan setelah pandemi. Kalau mau melihat pertumbuhan yang alamiah, tengoklah grafik pertumbuhan lima tahun terakhir. Melorot, bukan hanya karena pandemi, tapi juga karena kurangnya kemampuan pengelola negeri.

Lalu, apa yang membuat pemilu harus ditunda? Pandemi? Dia sudah berjalan seperti biasa. Cukup dilawan dengan prokes dan vaksinasi. Tak punya duit? Lha, buat bangun ibu kota negara baru saja diusahakan. Pakai ritual-ritual tak perlu yang pasti menghabiskan dana tak sedikit pula.

Tak ada alasan yang masuk akal untuk menunda pemilu. Setidaknya alasan yang menguntungkan rakyat. Satu-satunya pihak yang beruntung atas penundaan itu adalah para politisi bebal itu. Tak perlu lagi bawa-bawa nama rakyat karena faktanya rakyat menolak.

Baca Juga: Dengar Wacana Penundaan Pemilu 2024, Susno Duadji: Apa Maunya Para Pelacur Politik Haus Kuasa

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sikap Kami: Untung Ada Holywings

Rabu, 29 Juni 2022 | 10:34 WIB

Sikap Kami: Zillenial

Rabu, 29 Juni 2022 | 10:14 WIB

Sikap Kami: Jari-jari Sambara

Rabu, 22 Juni 2022 | 10:11 WIB

Sikap Kami: OPOP Makin Top

Selasa, 21 Juni 2022 | 12:20 WIB

Sikap Kami: Rindu Kami

Selasa, 7 Juni 2022 | 06:05 WIB

Sikap Kami: Kekuatan di Aare

Kamis, 2 Juni 2022 | 18:32 WIB

Sikap Kami: Robin Hood Trunojoyo

Kamis, 2 Juni 2022 | 10:57 WIB

Sikap Kami: Vatikan

Kamis, 19 Mei 2022 | 12:55 WIB

Sikap Kami: Yang Kurang dari PPDB

Kamis, 19 Mei 2022 | 11:43 WIB

Sikap Kami: Anies-Emil dan Demokrasi Absurd

Selasa, 10 Mei 2022 | 12:15 WIB

Sikap Kami: Tergila-gila WTP

Kamis, 28 April 2022 | 14:11 WIB

Sikap Kami: Don’t Change BJB Team

Selasa, 26 April 2022 | 22:34 WIB

Sikap Kami: Kartu Sakti Apa Lagi, Pak Jokowi?

Selasa, 26 April 2022 | 15:05 WIB

Sikap Kami: Ada Wilmar di Persis Solo

Jumat, 22 April 2022 | 16:39 WIB

Sikap Kami: Jebol Gadis

Kamis, 21 April 2022 | 13:11 WIB

Sikap Kami: 'Perjudian' Yana Mulyana

Senin, 18 April 2022 | 14:06 WIB

Sikap Kami: Ade Armando

Rabu, 13 April 2022 | 12:32 WIB

Sikap Kami: Persib 'Salah Obat'

Kamis, 7 April 2022 | 12:15 WIB

Sikap Kami: Juara BPD, Juara Proliga

Senin, 28 Maret 2022 | 22:45 WIB
X