Sikap Kami: Ade Armando

- Rabu, 13 April 2022 | 12:32 WIB
Ade Armando Jadi korban pengeroyokan. Polda Jabar pun siap membantu memburu pelaku yang diduga berasal dari Jabar. (Instagram/memomedsos)
Ade Armando Jadi korban pengeroyokan. Polda Jabar pun siap membantu memburu pelaku yang diduga berasal dari Jabar. (Instagram/memomedsos)

BAGAIMANAKAH kita melihat peristiwa kekerasan terhadap pegiat media sosial Ade Armando? Satu hal yang pasti: dia bukan peristiwa yang berdiri sendiri. Selalu ada hubungan kasualitas.

Kita, tentu saja, menyesalkan dan mengecam terjadinya aksi kekerasan itu. Bagaimanapun, tak ada ruang bagi tindak kekerasan di negeri ini. Karena itu, kita mendorong aparat kepolisian untuk menuntaskan. Seadil-adilnya.

Kenapa seadil-adilnya? Karena itulah yang dirasakan kurang bagi banyak masyarakat saat ini. Keadilan menjadi hal yang paling dirindukan.

Dalam praktik sehari-hari, misalnya, atas tindak kekerasan yang berujung perdamaian, ada dua kemungkinan yang terjadi di panggung peradilan kita. Yang satu proses hukumnya dilanjutkan, satu lainnya dihentikan. Siapa yang dilanjutkan? Jika pelakunya adalah pihak yang bersuara keras terhadap pemerintah, proses bisa dilanjutkan. Begitu pula sebaliknya.

Baca Juga: Bukan Mahasiswa, Polisi Ungkap Profesi Pelaku Pengeroyokan Ade Armando

Tebang pilih dalam penegakan hukum ini kian memicu terjadinya polarisasi di kalangan masyarakat. Kita tidak bisa membantah, hanya ada dua arus besar di negeri kita saat ini: pendukung atau oposisi pemerintah. Kerap, perlakuan hukum terhadap keduanya berbeda, pada kasus yang hampir setara.

Ade Armando adalah salah satu contoh penegakan hukum yang tak setara itu. Hakim PN Jakarta Selatan memerintahkan polisi mencabut surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus dugaan hoaks pada 2017, tapi sampai sekarang kasusnya tak jelas.

Sekali lagi, dengan tetap menyatakan prihatin atas kekerasan yang dia alami, kasus hukum yang menjerat dirinya berbeda dengan penyebar kabar bohong yang diduga dilakukan Habib Bahar, misalnya, yang kini sudah bergulir di Pengadilan Negeri Bandung. Padahal, keduanya semestinya mendapat perlakuan setara.

Baca Juga: Demo Mahasiswa Ricuh dan Ade Armando Dikeroyok, BEM SI: Tidak Ada Sangkut-Pautnya dengan BEM SI

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sikap Kami: Untung Ada Holywings

Rabu, 29 Juni 2022 | 10:34 WIB

Sikap Kami: Zillenial

Rabu, 29 Juni 2022 | 10:14 WIB

Sikap Kami: Jari-jari Sambara

Rabu, 22 Juni 2022 | 10:11 WIB

Sikap Kami: OPOP Makin Top

Selasa, 21 Juni 2022 | 12:20 WIB

Sikap Kami: Rindu Kami

Selasa, 7 Juni 2022 | 06:05 WIB

Sikap Kami: Kekuatan di Aare

Kamis, 2 Juni 2022 | 18:32 WIB

Sikap Kami: Robin Hood Trunojoyo

Kamis, 2 Juni 2022 | 10:57 WIB

Sikap Kami: Vatikan

Kamis, 19 Mei 2022 | 12:55 WIB

Sikap Kami: Yang Kurang dari PPDB

Kamis, 19 Mei 2022 | 11:43 WIB

Sikap Kami: Anies-Emil dan Demokrasi Absurd

Selasa, 10 Mei 2022 | 12:15 WIB

Sikap Kami: Tergila-gila WTP

Kamis, 28 April 2022 | 14:11 WIB

Sikap Kami: Don’t Change BJB Team

Selasa, 26 April 2022 | 22:34 WIB

Sikap Kami: Kartu Sakti Apa Lagi, Pak Jokowi?

Selasa, 26 April 2022 | 15:05 WIB

Sikap Kami: Ada Wilmar di Persis Solo

Jumat, 22 April 2022 | 16:39 WIB

Sikap Kami: Jebol Gadis

Kamis, 21 April 2022 | 13:11 WIB

Sikap Kami: 'Perjudian' Yana Mulyana

Senin, 18 April 2022 | 14:06 WIB

Sikap Kami: Ade Armando

Rabu, 13 April 2022 | 12:32 WIB

Sikap Kami: Persib 'Salah Obat'

Kamis, 7 April 2022 | 12:15 WIB

Sikap Kami: Juara BPD, Juara Proliga

Senin, 28 Maret 2022 | 22:45 WIB
X