Sikap Kami: Anies-Emil dan Demokrasi Absurd

- Selasa, 10 Mei 2022 | 12:15 WIB
Ridwan Kamil bersama Anies Baswedan di Stadion Jakarta International Stadium. Keduanya digadang-gadang sebagai kandidat ideal Pilpres 2024.
Ridwan Kamil bersama Anies Baswedan di Stadion Jakarta International Stadium. Keduanya digadang-gadang sebagai kandidat ideal Pilpres 2024.

JIKA saja kontestasi demokrasi berjalan dengan modern dan cerdas, maka duet Anies Baswedan-Ridwan Kamil, atau sebaliknya, adalah pilihan yang jitu. Hanya saja, kontestasi seperti itu di negeri kita masih berlangsung dalam pola yang sangat tradisional.

Sulit terbantahkan, Anies maupun Emil adalah dua kepala daerah di Indonesia yang menonjol. Bukan karena pencitraan, tapi hasil kerjanya. Selain hasil-hasil yang terbukti di lapangan, dalam berbagai kesempatan, hasil kerja mereka juga membuahkan apresiasi.

Keduanya juga perlambang manusia Indonesia seutuhnya. Manusia dengan kultur tak hendak menonjolkan diri, tak hendak menepuk dada, apalagi memanipulasi berbagai fakta untuk kepentingan pencitraan.

Karena itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk di Jawa Barat, adalah sebuah logika teori kebangsaan yang tepat. Siapa lagikah yang bisa kita percayakan memimpin negeri ini jika bukan putra-putra terbaik?

Baca Juga: Anies Baswedan-Ridwan Kamil Bukan Boneka Oligarki!

Sayangnya, praktik-praktik politik di negeri kita, memiliki kecenderungan mengabaikan teori kemaslahatan kebangsaan itu. Politik seolah semata-mata soal kepentingan orang-perorang, kelompok-kelompok.

Maka, sulitlah dalam kontestasi demokrasi seperti Pemilihan Presiden dan turunannya, kita mendapatkan pemimpin-pemimpin terbaik. Sebab, pada praktiknya, landasan kontestasi itu bukan untuk kepentingan negara, melainkan kelompok-kelompok.

Kita, sekali lagi, hanya hidup di tengah-tengah slogan tanpa makna karena tidak dijiwai secara utuh. Kita bilang, kita NKRI, tapi dalam praktik-praktik kehidupan, kita diikat oleh primordialisme yang akut. Bahkan, kadang-kadang menyerempat SARA.

Baca Juga: Ridwan Kamil dan Anies Baswedan Makan Bubur Bareng di Bandung, Netizen Salfok: Tim Diaduk atau Engga Ya?

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sikap Kami: Untung Ada Holywings

Rabu, 29 Juni 2022 | 10:34 WIB

Sikap Kami: Zillenial

Rabu, 29 Juni 2022 | 10:14 WIB

Sikap Kami: Jari-jari Sambara

Rabu, 22 Juni 2022 | 10:11 WIB

Sikap Kami: OPOP Makin Top

Selasa, 21 Juni 2022 | 12:20 WIB

Sikap Kami: Rindu Kami

Selasa, 7 Juni 2022 | 06:05 WIB

Sikap Kami: Kekuatan di Aare

Kamis, 2 Juni 2022 | 18:32 WIB

Sikap Kami: Robin Hood Trunojoyo

Kamis, 2 Juni 2022 | 10:57 WIB

Sikap Kami: Vatikan

Kamis, 19 Mei 2022 | 12:55 WIB

Sikap Kami: Yang Kurang dari PPDB

Kamis, 19 Mei 2022 | 11:43 WIB

Sikap Kami: Anies-Emil dan Demokrasi Absurd

Selasa, 10 Mei 2022 | 12:15 WIB

Sikap Kami: Tergila-gila WTP

Kamis, 28 April 2022 | 14:11 WIB

Sikap Kami: Don’t Change BJB Team

Selasa, 26 April 2022 | 22:34 WIB

Sikap Kami: Kartu Sakti Apa Lagi, Pak Jokowi?

Selasa, 26 April 2022 | 15:05 WIB

Sikap Kami: Ada Wilmar di Persis Solo

Jumat, 22 April 2022 | 16:39 WIB

Sikap Kami: Jebol Gadis

Kamis, 21 April 2022 | 13:11 WIB

Sikap Kami: 'Perjudian' Yana Mulyana

Senin, 18 April 2022 | 14:06 WIB

Sikap Kami: Ade Armando

Rabu, 13 April 2022 | 12:32 WIB

Sikap Kami: Persib 'Salah Obat'

Kamis, 7 April 2022 | 12:15 WIB

Sikap Kami: Juara BPD, Juara Proliga

Senin, 28 Maret 2022 | 22:45 WIB
X