Sikap Kami: Airlangga Hartarto-Ridwan Kamil, Serupa Tapi Tak Sama

- Selasa, 17 Mei 2022 | 14:29 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pertemuan di Widya Candra, Jakarta, Minggu (15/5/2022). Pertemuan tersebut membahas soal Koalisi Indonesia Bersatu yang diinisiasi Partai Golkar, PPP, dan PAN. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU (Rivan Awal Lingga)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pertemuan di Widya Candra, Jakarta, Minggu (15/5/2022). Pertemuan tersebut membahas soal Koalisi Indonesia Bersatu yang diinisiasi Partai Golkar, PPP, dan PAN. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU (Rivan Awal Lingga)

MULAI sekarang, apapun yang dilakukan politisi “kelas capres” pasti dikaitkan dengan kontestasi 2024. Termasuk Ridwan Kamil. Airlangga Hartarto juga. Tapi, mungkinkah keduanya bersanding?

Berkali-kali Ridwan Kamil menyatakan kontestasi demokrasi itu ibarat perjodohan paksa. Bak Siti Nurbaya. Seseorang figur tak bisa memilih. Yang memilihkan adalah partai politik. Mereka yang punya tiket.

Karena itu, meski keinginannya ada, dia pun sadar dengan kondisinya. Salah satunya, karena hingga saat ini dia belum berpartai juga. Dia menyebutnya sebagai takdir. Itulah penentu setelah ikhtiar dan doa.

Adakah pertemuannya dengan Airlangga pada Minggu lalu adalah salah satu ikhtiar. Sebagian publik melihatnya seperti itu. Bahwa kemudian para pihak menyatakan silaturahmi, bagi publik itu hanya bungkus, wajar saja. Bukankah politik juga butuh silaturahmi?

Baca Juga: Sikap Kami: Anies-Emil dan Demokrasi Absurd

Emil dan Airlangga sebenarnya politisi bernasib serupa meski tak sama. Airlangga punya partai, tapi tidak elektabilitas. Emil punya elektabilitas –bahkan dua besar cawapres, tapi tak punya parpol.

Ruang KIB itu sesungguhnya ada bagi dirinya setelah sejumlah poros parpol memberi tanda-tanda negatif. Partai Nasdem, misalnya, cenderung memilih Anies Baswedan. Gerindra sudah pasti Prabowo Subianto. PDIP naga-naganya Puan Maharani.

Airlangga? Galau. Di tengah kegalauan, dia menemukan cara. Membentuk Koalisi Indonesia Bersatu bersama PAN dan PPP. Secara persyaratan kursi, koalisi ini memenuhi syarat.

Baca Juga: Sikap Kami: Tergila-gila WTP

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sikap Kami: Untung Ada Holywings

Rabu, 29 Juni 2022 | 10:34 WIB

Sikap Kami: Zillenial

Rabu, 29 Juni 2022 | 10:14 WIB

Sikap Kami: Jari-jari Sambara

Rabu, 22 Juni 2022 | 10:11 WIB

Sikap Kami: OPOP Makin Top

Selasa, 21 Juni 2022 | 12:20 WIB

Sikap Kami: Rindu Kami

Selasa, 7 Juni 2022 | 06:05 WIB

Sikap Kami: Kekuatan di Aare

Kamis, 2 Juni 2022 | 18:32 WIB

Sikap Kami: Robin Hood Trunojoyo

Kamis, 2 Juni 2022 | 10:57 WIB

Sikap Kami: Vatikan

Kamis, 19 Mei 2022 | 12:55 WIB

Sikap Kami: Yang Kurang dari PPDB

Kamis, 19 Mei 2022 | 11:43 WIB

Sikap Kami: Anies-Emil dan Demokrasi Absurd

Selasa, 10 Mei 2022 | 12:15 WIB

Sikap Kami: Tergila-gila WTP

Kamis, 28 April 2022 | 14:11 WIB

Sikap Kami: Don’t Change BJB Team

Selasa, 26 April 2022 | 22:34 WIB

Sikap Kami: Kartu Sakti Apa Lagi, Pak Jokowi?

Selasa, 26 April 2022 | 15:05 WIB

Sikap Kami: Ada Wilmar di Persis Solo

Jumat, 22 April 2022 | 16:39 WIB

Sikap Kami: Jebol Gadis

Kamis, 21 April 2022 | 13:11 WIB

Sikap Kami: 'Perjudian' Yana Mulyana

Senin, 18 April 2022 | 14:06 WIB

Sikap Kami: Ade Armando

Rabu, 13 April 2022 | 12:32 WIB

Sikap Kami: Persib 'Salah Obat'

Kamis, 7 April 2022 | 12:15 WIB

Sikap Kami: Juara BPD, Juara Proliga

Senin, 28 Maret 2022 | 22:45 WIB
X