Pemkot Dorong Penggunaan Eco Enzyme Untuk Reduksi Sampah

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendukung penuh berbagai upaya pengelolaan sampah untuk bumi yang lestari agar tidak hanya menjadi gunungan atau tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS).

Pemkot Dorong Penggunaan Eco Enzyme Untuk Reduksi Sampah

INILAHKORAN, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendukung penuh berbagai upaya pengelolaan sampah untuk bumi yang lestari agar tidak hanya menjadi gunungan atau tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS). 

Dukungan tersebut diberikan Pemkot Bogor dalam kegiatan sosialisasi dan penggunaan cairan organik dari sisa sayur dan buah untuk desinfektan ataupun penyubur tanaman di area pembibitan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor Taman Heulang, Kecamatan Tanah Sareal pada akhir pekan lalu.

Diketahui, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama Eco Enzyme Nusantara melakukan sosialisasi kepada pengunjung taman tentang cara pembuatan cairan organik Eco Enzyme zero waste, cara penggunaanya serta manfaat untuk tanaman, lingkungan dan bumi yang lestari.

Baca Juga : Ratusan Warga Desa di Bogor Gabung Des Ganjar, Nyatakan Dukungan di 2024

"Ya jadi kan kalau kami lihat sumber bahan baku Eco Enzyme ini kan dari sisa sayur dan buah yang selama ini kita tidak manfaatkan dan ternyata melalui program Eco Enzyme ini manfaatnya," ungkap Dedie.

Dedie melanjutkan, dari apa yang dijelaskan oleh Eco Enzyme Nusantara, kesuburan tanaman bisa meningkat dan bisa mempercepat produktivitas tanaman buah atau bunga sehingga bisa lebih meningkatkan produksi.

"Melihat manfaat tersebut saya berharap cairan ini juga bisa memiliki manfaat bagi tanaman di lokasi pembibitan atau tanaman-tanaman di Kota Bogor, sehingga bisa lebih subur dan tahan lama," terangnya.

Baca Juga : Selain Ade Yasin, Tiga Anak Buahnya Juga Divonis Hakim 2 Hingga 4 Tahun Penjara

Dedie menegaskan, yang terpenting dengan pemanfaatan sisa makanan ini bisa mengurangi tingkat volume sampah yang selama ini yang dibuang ke TPAS, sehingga dengan pemanfaatan di hulu ini jumlah sampah di hilir berkurang. Jadi beban TPAS akan berkurang. Tapi ada catatan apabila program ini ingin berhasil, maka harus menjadi gerakan massal atau serentak yang juga diikuti oleh seluruh masyarakat.

Halaman :


Editor : asayuti