Pemprov Jabar Siapkan Peningkatan Status Labkes Prov Menjadi BLUD

Pemprov Jabar menyambut positif aspirasi yang disampaikan sejumlah kalangan termasuk DPRD Jabar terkait dorongan peningkatan status Labkes Jabar dari Unit Pelayanan Teknis Daerah (UTPD) Labkes menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD).

Pemprov Jabar Siapkan Peningkatan Status Labkes Prov Menjadi BLUD

INILAH,Bandung,- Pemprov Jabar menyambut positif aspirasi yang disampaikan sejumlah kalangan termasuk DPRD Jabar terkait dorongan peningkatan status Labkes Jabar dari Unit Pelayanan Teknis Daerah (UTPD) Labkes menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD).

Terlebih menilik peran vital Labkes Jabar khususnya dalam percepatan penanganan Covid-19, Labkes Jabar telah mampu menjadi motor penggerak dalam turut andil menangani pengujian sampel virus Covid-19.

Peningkatan status Labkes Jabar juga menjadi penting dalam mendorong peningkatan pelayanan kesehatan terbaik sebagai hak dasar masyarakat. Karena itulah, saat ini Pemprov Jabar pun terus bergerak untuk memproses peningkatan status tersebut.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmadja mengatakan, Pemprov Jabar akan meningkatkan kualitas layanan Laboratorium Kesehatan (labkes) Provinsi Jawa Barat yang saat ini baru berada di Bandung. Selain wujud dari pelayanan pada sektor kesehatan, covid-19 yang belum usai ini menjadikan Labkes sebagai tulang punggung khususnya dalam pengujian virus Covid-19.

Setiawan mengatakan, pihaknya akan memprioritaskan peningkatan kualitas Labkes. Bahkan, menurutnya Labkes akan ditambah agar keberadaannya bisa dirasakan banyak warga Jabar. "Pada 2021 ini akan meningkatkan kualitas dan kuantitas labkesda. Ini salah satu yang harus diperkuat, apalagi di masa covid dan pascacovid," tandas Setiawan.

Dia menyebut, pada masa pandemi ini Labkes Jawa Barat menjadi andalan dalam pengujian. Bahkan,  terdapat lebih dari 10 ribu sampel virus korona yang diuji dalam setiap harinya.
"Ketika ada covid ini, Labkesda Jawa Barat cukup sibuk. Kita bisa menguji sampel covid hampir sehari di atas 10 ribu," katanya.

Oleh karena itu, Setiawan memastikan pihaknya akan meningkatkan status Labkes yang saat ini merupakan unit pelayanan teknis daerah (UPTD) di bawah Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat tersebut. Pihaknya sudah mempersiapkan sejumlah hal untuk peningkatan status dari UPTD menjadi BLUD.

"Persiapan sudah dilakukan. Ada syarat-syaratnya untuk menjadi BLUD. Kalau sudah memenuhi syarat, kenapa tidak, karena punya potensi," tandasnya seraya menyebut penguatan pelayanan kesehatan juga akan dilakukan di Puskesmas.

Sementara itu, Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat, Daud Achmad mengatakan, Labkes Jawa Barat masuk nominasi penghargaan Pembangunan Daerah 2021 dari Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) yang saat ini tengah dilakukan penilaian tahap III.
Menurut Daud, hal itu membuktikan kinerja Labkes Jawa Barat bisa diandalkan terutama di masa pandemi virus korona seperti sekarang ini.

Sebagai Ketua Satgas, Daud menilai Labkes Jawa Barat sangat dibutuhkan untuk memeriksa sampel virus korona khususnya dari kabupaten/kota yang tidak memiliki labkes yang representatif untuk pemeriksaan covid-19. "Ini sangat membantu, pemeriksaan bisa dilakukan dengan cepat," katanya.

Daud menambahkan, selama masa pandemi ini seluruh sumber daya manusia di Labkes Jawa Barat dikerahkan agar semakin banyak sampel virus korona yang diperiksa. "Selama masa pandemi, petugas Labkes bekerja keras, hari libur mereka kerja," katanya.

Oleh karena itu, Daud menilai wajar adanya penghargaan dari Bappenas meski masih dalam tahap penilaian. "Saya kira wajar. Karena Labkes yang saya rasakan sebagai salah satu sub divisi kesehatan yang sangat membantu testing," katanya.

Penghargaan inipun, lanjut Daud, menjadi bukti kinerja Labkes Jawa Barat dapat diandalkan. Selain memiliki SDM yang profesional, menurutnya Labkes pun didukung peralatan kesehatan yang baik sehingga hasilnya sangat bisa dipercaya.

Dari sisi waktu, biaya, keamanan, dan tingkat akurasi sudah yang terbaik sehingga tingkat kepercayaannya tinggi. "Artinya Labkes dari aspek pelayanan sesuai dengan kaidah pemeriksaan. Yang bisa mereka lakukan sudah sangat mumpuni," katanya.

Disinggung adanya permintaan agar Labkes Jawa Barat dinaikkan statusnya menjadi BLUD, Daud mendukungnya. Menurut dia, hal ini akan memberi keluasaan bagi Labkes khususnya dari sisi pengadaan alat kesehatan. "Ini menyangkut pengelolaan keuangan, jadi dalam hal ini lebih fleksibel. Manakala ada kebutuhan internal, bisa lebih mudah, lebih cepat dilakukan," katanya.***


Editor : Ghiok Riswoto