Pendapatan Parkir Rendah, Pemkot Bandung Diminta Antisipasi dan Tekan Kebocoran

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung menilai bahwa pendapatan retribusi parkir masih belum optimal.

Pendapatan Parkir Rendah, Pemkot Bandung Diminta Antisipasi dan Tekan Kebocoran
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung menilai bahwa pendapatan retribusi parkir masih belum optimal. Malah pendapatan dari sektor parkir terjadi kebocoran.
 
INILAHKORAN, Bandung - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung menilai bahwa pendapatan retribusi parkir masih belum optimal. Malah pendapatan dari sektor parkir terjadi kebocoran. 
 
"Kita selalu menyoroti soal retribusi parkir ini, baik itu on street maupun off the street seperti di gedung. Hemat kita, angka pendapatan dari sektor parkir ini harusnya bisa jauh lebih baik," kata Anggota Komisi B DPRD Kota Bandung Christian Julianto, Kamis 4 Agustus 2022.
 
Christian Julianto menuturkan, seharusnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dapat mengantisipasi bahkan meminimalisir kebocoran. Dari ribuan marka parkir, angkanya masih terbilang rendah. 
 
 
"Seperti di bulan Mei, Lebaran, banyak hari merah. Realisasinya itu hanya Rp 318 juta. Kalau dipukul rata, sehari hanya Rp 10 juta yang kita terima dari ribuan marka parkir. Ini angkanya terlalu rendah, dan memang harus menjadi perhatian dari pemkot," ucapnya. 
 
Di lain sisi, Kepala BLUD Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Yogi Mamesa mengatakan, bahwa saat ini tengah melakukan optimalisasi pendapatan parkir baik dari mesin maupun petugas. 
 
"Jadi, selama kurang lebih 49 hari ini kita mengadakan optimalisasi dan alhamdulillah ada peningkatan di pendapatan perparkiran kurang lebih 30 sampai 40 persen. Dengan catatan peningkatan ini kita bandingan  dengan realisasi pendapatan parkir 2021," kata Yogi Mamesa. 
 
 
Menurut Yogi Mamesa, berdasarkan data yang diterima hingga Agustus 2022. Realisasi pendapatan parkir mencapai angka Rp4,8 miliar. Apalagi saat ini UPT parkir tidak menggunakan APBD. 
 
"Dibandingkan tahun lalu, sudah ada peningkatan. Tahun lalu total pendapatan yang terealisasi Rp 6 miliar dalam waktu satu tahun. Sekarang dalam waktu kurang dari tujuh bulan sudah ada di angka Rp4,8 miliar dan optimis di akhir tahun tercapai Rp10 miliar," ucapnya. 
 
Sambung Yogi, selama 49 optimalisasi berlangsung. Dishub Kota Bandung melakukan uji petik terhadap 1.300 petugas parkir di lapangan. Salah satunya soal mengevaluasi kinerja penarikan retribusi parkir di lapangan. 
 
 
"Jadi jangan sampai mesin parkir ada, tapi masih ditarik manual. Maka kita arahkan supaya masyarakat baik dari Kota Bandung ataupun luar Kota Bandung tahu cara menggunakan mesin parkir. Kita juga selama optimalisasi ini, mengedukasi petugas," ujar dia. *** (Yogo Triastopo)***


Editor : inilahkoran