• Minggu, 24 Oktober 2021

Ini Aturan Untuk Bobotoh di Laga Persib Kontra PSS Sleman

- Rabu, 11 Maret 2020 | 19:40 WIB
Dokter Tim Persib Bandung, M Rafi Ghani. (Muhammad Ginanjar)
Dokter Tim Persib Bandung, M Rafi Ghani. (Muhammad Ginanjar)

INILAH, Bandung - Laga antara Persib Bandung kontra PSS Sleman di Stadion si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (8/3/2020) dipastikan akan diperketat. Wabah Virus Corona menjadi alasannya.

General Coordinator Panpel Persib, Budi Bram Rachman mengatakan pengetatan itu terpaksa dilakukan. Apalagi sudah ada edaran khusus dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 2020. 

"Memang sekarang seperti diketahui sedang merebak virus corona. Ada juga edaran dari PT LIB dan sebagai panpel kita sudah mengirimkan surat ke Dinkes setempat untuk sumbang saran dan seperti apa, lalu bagaimana sebaiknya," kata Bram di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Rabu (11/3/2020).

Sejauh ini, pihaknya akan berupaya untuk mempersiapkan hand sanitizer di setiap tribun Stadion si Jalak Harupat. Selain itu penyediaan alat untuk mengecek suhu tubuh. 

"Tapi untuk teknisnya kita serahkan. Makannya kita minta Dinkes Kabupaten Bandung bagaimana bagusnya. Apakah nanti random atau setiap orang meski agak sulit. Karena Persib tidak lepas dari massa, Bobotoh. Sehingga ada upaya dari kami dan Dinkes," tuturnya. 

Sementara untuk tim, Dokter Persib, Mochamad Rafi Ghani mengaku telah memberikan instruksi kepada para pemainnya untuk lebih waspada. Beberapa langkah diterapkan agar para pemainnya terhindar dari virus corona. 

"Kita berkomitmen sebagai tim Persib itu resiko tinggi, karena ketemu orang banyak, dan ada kegiatan yang setiap daerah kita tidak tahu apakah ada coronanya atau tidak," kata Rafi.

Langkah utamanya, kata Rafi dengan membatasi kontak fisik pemainnya dengan Bobotoh. Misalnya dengan tidak banyak berjabat tangan. 

"Diimbau juga untuk Bobotoh yang kondisi fisiknya tidak bagus untuk tidak ke Stadion. Suporter juga bisa membawa masker dan alat pertahanan diri dari virus," tuturnya. 

Rafi berharap Bobotoh bisa mengerti dan memahami pembatasan yang dilakukan. Apalagi korban virus corona di Indonesia sudah semakin meluas. 

"Mudah-mudahan Bobotoh bisa mengerti. Disaat ada pemain yang tidak ingin selfie dan berjabat tangan yaitu bukannya sombong, tapi demi menjaga penularan. Kita kan tidak tahu pemain mana yang terjangkit di luar. Jadi ini untuk meminimalisir saja," jelasnya.(Muhammad Ginanjar)

Halaman:

Editor: Bsafaat

Terkini

Blunder Saat Lawan PSS Sleman, Ini Ungkapan Jupe

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:00 WIB

Ini Kunci Persib Kalahkan PSS Sleman

Jumat, 22 Oktober 2021 | 22:09 WIB

Babak Pertama, Persib Tertinggal 0-1 dari PSS Sleman

Jumat, 22 Oktober 2021 | 19:24 WIB

Polemik #ReneOut,: Jaga Kemurnian Suara Bobotoh

Jumat, 22 Oktober 2021 | 18:44 WIB

Hadapi PSS Sleman, Ini Ungkapan Jupe

Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:48 WIB
X