• Minggu, 24 Oktober 2021

Umuh Minta PT LIB Segera Selesaikan Kisruh Internal

- Minggu, 10 Mei 2020 | 17:00 WIB
dok/inilahkoran
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar turut angkat bicara terkait kisruh yang terjadi di internal PT Liga Indonesia Baru (LIB). 

Menanggapi hal itu, Umuh khawatir permasalahan akan menjalar hingga membuat persepakbolaan Indonesia berjalan tak semestinya. Kasus itu pun mengingatkannya pada perjalanan kompetisi sebelumnya. 

"Jangan bicara seperti itu dulu seharusnya. Di dalam lagi kusut, pro kontra, adu domba selalu ada. Jangan-jangan setelah Pak Cucu, nanti merembet ke yang lain supaya tetap ada kekisruhan dan nanti kembali ke zaman yang tidak jelas," ujar Umuh saat dihubungi, Minggu (10/5/2020).

Umuh berharap kisruh internal PT LIB tidak menjalar ke PSSI. Sebab saat ini kata dia, induk organisasi sepak bola Tanah Air itu sedang bagus-bagusnya sejak ditangani Mochamad Iriawan. 

"Pak Iwan sudah bagus dalam memimpin, mengeluarkan kebijakan-kebijakan, mengerti organisasi karena berpengalaman. Pak Iwan juga selalu ikut aturan dari pemerintah. Ini baru, PSSI bisa bersama-sama dengan pemerintah, solid dengan Menpora. Menpora juga bagus, saya memuji dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Tidak sembarangan," tuturnya. 

Pria yang akrab disapa Pak Haji ini memastikan akan menyayangkan apabila permasalahan ini menjalar ke PSSI. Sebab jika sampai keduanya konflik, akan berdampak pada kualitas persepak bolaan Indonesia. 

"Liga ini kan ditangani orang-orang profesional. Sekarang kalau tidak rukun sangat berbahaya. Kalau tidak sinkron, tidak akan maju. Terus ada yang ngegoreng dan nyulut jadinya tidak akan beres," katanya. 

Umuh yakin dengan permasalahan ini, Cucu Somantri akan meninggalkan jabatannya sebagai Direktur Utama PT LIB. Terlebih saat ini namanya kerap disudutkan.

"LIB harus segera mengundang semua klub agar mendapatkan masukan. Insya Allah kalau ada pertemuan saya akan hadir walaupun sibuk. Permasalahan ini harus segera diselesaikan walaupun masih dalam Covid-19. Saya juga belum berkomunikasi lagi dengan Pak Iwan. Kalau bisa mendengarkan suara saya, insya Allah. Pak Cucu juga jangan diseret dan dilengserkan," pungkasnya.

Sebelumnya, konflik internal di PT LIB kian memanas. Berawal ketika anak Direktur Utama PT LIB Cucu Somantri yakni Pradana Aditya Wicaksana disebut bakal menduduki posisi General Manager hingga pemotongan subsidi untuk klub Liga 1 dan Liga 2. 

Kemudian, Sudjarno (Direktur Operasional), Rudy Kangdra (Direktur Bisnis), dan Anthony Chandra Kartawiria (Direktur Keuangan) membuat surat dan mengirimkan kepada para pemegang saham PT LIB. Isinya tentang keresahan mereka mengenai kepemimpinan Cucu Somantri.

Dalam isi surat itu menyebutkan, pengurusan dan pengelolaan PT LIB tidak dilakukan dengan cara-cara yang tidak semestinya sebagaimana diatur perundang-undangan di bidang perseroan terbatas, anggaran dasar perseroan, dan prinsip-prinsip good corporate governance.

Lalu, mereka juga membeberkan keputusan-keputusan perseroan banyak dimonopoli dan diputuskan secara sepihak Direktur Utama. Di antaranya kebijakan terkait HRD, keuangan, sponsor, dan lain-lain tanpa melalui mekanisme rapat direksi sebagaimana mestinya.

Selain itu, praktik monopoli dan pengambilan keputusan secara sepihak tersebut telah menimbulkan keresahan di kalangan internal perseroan dan dikhawatirkan dapat menimbulkan demoralisasi di kalangan karyawan dan berpotensi menimbulkan permasalahan-permasalahan hukum yang dapat merugikan perseroan di kemudian hari.

Mereka sebagai anggota Dewan Direksi Perseroan dengan ini menyangkal keterlibatan dan tanggungjawab atas keputusan-keputusan yang dibuat secara sepihak pejabat Direktur Utama karena keputusan-keputusan tersebut dibuat tanpa persetujuan bersama dan tanpa melalui proses rapat direksi sebagaimana mestinya. 

Ketiga staf ini pun meminta kepada pemegang saham agar segera mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meneliti lebih jauh pengaduan ini serta melakukan evaluasi terhadap kepengurusan Perseroan dan untuk mengambil langkah-langkah penyelamatan demi kebaikan perseroan. (Muhammad Ginanjar)

Halaman:

Editor: donramdhani

Terkini

Blunder Saat Lawan PSS Sleman, Ini Ungkapan Jupe

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:00 WIB

Ini Kunci Persib Kalahkan PSS Sleman

Jumat, 22 Oktober 2021 | 22:09 WIB

Babak Pertama, Persib Tertinggal 0-1 dari PSS Sleman

Jumat, 22 Oktober 2021 | 19:24 WIB

Polemik #ReneOut,: Jaga Kemurnian Suara Bobotoh

Jumat, 22 Oktober 2021 | 18:44 WIB

Hadapi PSS Sleman, Ini Ungkapan Jupe

Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:48 WIB
X