• Senin, 27 September 2021

Begini Sindiran Robert Alberts untuk Klub-klub yang Ingin Liga 1 Disetop

- Senin, 1 Juni 2020 | 14:45 WIB
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts. (Muhammad Ginanjar)
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts. (Muhammad Ginanjar)

INILAH, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts 'menyentil' klub-klub yang ingin Liga 1 2020 dihentikan atau tidak dilanjutkan akibat pandemi virus Corona (Covid-19).

Tercatat, sebanyak 12 klub memilih untuk menghentikan Liga 1 2020 secara permanen. Mereka adalah Madura United, Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, PSM Makassar, Barito Putera, Persita Tangerang, Tira Persikabo, Persela Lamongan, Bhayangkara FC, Persik Kediri, PSS Sleman hingga Persija Jakarta. 

Sementara itu, satu klub yakni Persipura Jayapura menyatakan abstain dan enam lainnya termasuk Persib Bandung berkeinginan kompetisi dilanjutkan. Keputusan itu dikeluarkan saat rapat virtual bersama PSSI dan perwakilan PT Liga Indonesia Baru (LIB), Rabu (27/5/2020) lalu. 

Menurut Robert, para klub yang tidak ingin melanjutkan kompetisi kemungkinan karena tidak memiliki persiapan bagus. Bisa dibuktikan dari hasil tiga pertandingan yang telah dilalui sebelumnya. 

"Saya tidak tahu pasti mereka ingin menghentikan liga. Tapi saya pikir banyak klub melihat dari lingkungannya. Kami harus jujur soal itu, karena banyak klub yang tidak melakukan persiapan dengan bagus di musim ini dan mereka sudah banyak mengajukan gaji luar biasa kepada pemainnya atau uang muka untuk pemainnya. Jadi menurut saya itu jadi salah satu alasan banyak klub yang ingin liga berhenti," kata Robert saat dihubungi Senin (1/6/2020). 

Seharusnya, kata Robert para klub ini melihat lebih luas mengenai peran Liga 1 2020. Seperti halnya untuk kemajuan tim nasional Indonesia. 

"Kami seharusnya melihat gambaran lebih besar ke depan. Ini bukan hanya untuk klub sendiri tapi untuk sepak bola Indonesia dan tim nasional. Ini juga soal bagaimana tim mengikuti kompetisi Asia," katanya.

Robert menilai jika melihat negara lain seperti halnya Belanda, mengharuskan liga tidak dilanjutkan karena tidak mendapatkan izin dari pemerintah. 

"Pemerintah tidak mengizinkan olahraga dengan kontak fisik hingga September dan sepak bola masuk dalam kategori itu sehingga harus mengikuti perintah dari Kementrian Olahraga," tuturnya. 

Halaman:

Editor: Bsafaat

Terkini

X