• Minggu, 26 September 2021

Enam Kali Alami Kegagalan, Budiman Trauma Berbisnis

- Minggu, 29 November 2020 | 17:00 WIB
Foto: Muhammad Ginanjar
Foto: Muhammad Ginanjar

INILAH, Bandung - Berbisnis menjadi kegiatan utama para pelaku sepak bola saat ini. Tak hanya pemain, namun juga pelatih.

Maklum, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) memutuskan untuk menunda kompetisi. Pasalnya tidak mendapatkan izin dari pihak kepolisian (Polri) dengan alasan pandemi Covid-19 di Indonesia yang masih masif. 

Karena itu, berbisnis menjadi satu-satunya cara untuk membantu finansial. Terlebih ketiadaan kompetisi membuat gaji pemain dan pelatih mengalami potongan yang cukup besar. 

Akan tetapi, hal itu tidak berlaku bagi Budiman. Asisten pelatih Persib Bandung ini memilih untuk melakukan kegiatan lainnya dibandingkan harus berbisnis. 

"Saya gak ada bisnis. Cuma, ada beberapa anak yang pengen dibantu, seperti Akademi Persib," kata Budiman di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung. 

Bahkan Budiman mengaku belum berpikir untuk menjalankan bisnis. Pasalnya pelatih yang mengantarkan Persib U-19 juara Liga 1 U-19 pada 2018 lalu ini memiliki pengalaman pahit dengan berbisnis. 

"Dulu, saat masih menjadi pemain, saya pernah beberapa kali mencoba usaha nitip saham. Saya investasi, tapi karena tidak terjun langsung, ujung-ujungnya dibohongi. Trauma lah," ungkapnya. 

Budiman mengaku kegagalan berbisnis itu tidak hanya satu sampai dua kali. Tak tanggung-tanggung, mantan pemain Persib dan Persija ini sampai enam kali mengalami kerugian. 

"Saya sempat punya truk dua untuk angkut pasir di Lembang. Buah-buahan pernah. Beras, daging juga pernah. Cuma itu lah, kalau kita gak terjun langsung, ujung-ujungnya malah rugi," bebernya.

Halaman:

Editor: donramdhani

Terkini

X