• Minggu, 5 Desember 2021

Dituding Ludahi Robert Alberts, Bos Bhayangkara FC Ungkap Kronologi Insiden Usai Laga yang Viral di Medsos

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:33 WIB
Keributan yang terjadi usai laga Bhayangkara FC vs Persib Bandung. (Youtube)
Keributan yang terjadi usai laga Bhayangkara FC vs Persib Bandung. (Youtube)
INILAHKORAN, Magelang - COO Bhayangkara FC Sumardji memberikan klarifikasi mengenai aksi yang dilakukannya kepada pelatih Persib Robert Rene Alberts usai kedua tim bertanding di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Sabtu 16 Oktober 2021.
 
Sumardji memastikan bahwa aksi itu bukan 'meludah' seperti yang beredar di media sosial. Sebaliknya, ia hanya menyampaikan kekesalannya kepada pelatih Robert lantaran telah melontarkan tuduhan 'main mata' kepada timnya. 
 
"Jadi di menit ke-80, atau tepat saat tim kami mendapatkan tendangan penalti, pelatih Robert mengeluarkan kata-kata yang seolah menuduh tim kami," ungkap Sumardji kepada INILAHKORAN, Minggu 17 Oktober 2021. 
 
Sumardji pun sempat melupakan kata-kata tuduhan yang dilontarkan Robert kepada timnya sampai pertandingan berakhir. Namun, setelah peluit panjang dibunyikan, pelatih asal Belanda itu kembali melakukan provokasi hingga menyulut amarah ofisial Bhayangkara. 
 
 
"Kami sempat terpancing emosi hingga akhirnya terjadi keributan. Tapi saya tidak meludahi coach Robert seperti yang beredar di media sosial. Kalau pun saya meludah, coach Robert pasti akan marah dan mungkin tidak terima. Terbukti, coach Robert tidak mempermasalahkan dan tidak menyampaikan saya meludahinya," bebernya. 
 
Kini, lanjutnya, kejadian itu sudah tidak menjadi persoalan. Kedua belah sepakat untuk melupakan kejadian tersebut.
 

 "Kita menggelar press conference dan menyepakati untuk melupakan kejadian tersebut. Ini hanya kesalahpahaman karena pertandingan berjalan dengan tensi tinggi," katanya. 

 
Sebelumnya, pelatih Robert menilai aksi itu hanya sebatas luapan emosi sesaat. Sebab menurutnya, pertandingan berjalan dengan tensi panas. 
 
"Saya rasa semua merasa panas setelah pertandingan. Tapi setelah itu semua datang, saling berjabat tangan dan mengucapkan 'pertandingan yang bagus'," ungkap Robert usai pertandingan.
 
Pelatih berusia 65 tahun memahami emosi yang ditunjukan para ofisial Bhayangkara FC. Terlebih, tim berjulukan The Guardian itu mengalami kekalahan dengan skor 2-0.
 
"Itu terjadi karena ada beberapa situasi dan momen di pertandingan yang membuat orang menjadi panas. Tapi dalam sepak bola, semuanya setelah itu saling berjabat tangan lagi," tegasnya. 
 
 
Disisi lain, pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster mengatakan bahwa aksi itu dilakukan karena Persib telah melakukan provokasi saat pertandingan berjalan. Hingga akhirnya, Bhayangkara FC emosinya tidak lagi tertahan. 
 
"Banyak sekali provokasi yang terkesan menuduh kita ada main sama wasit, yang tuduhan itu tidak enak didengar dan marah juga. Akhirnya setelah pertandingan ada konsekuensi yang terjadi," kata Paul.
 
 
Pelatih asal Irlandia Utara ini menilai seharusnya hal itu tidak terjadi. Terlebih, Persib melontarkan tuduhan kepada timnya Bhayangkara FC.
 
"Itu tuduhan tanpa dasar sangat memalukan sekali apalagi itu datangnya dari bench Persib," tegasnya.***(Muhammad Ginanjar)

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Puja-puji Robert Bagi Pahlawan Persib Frerts Butuan

Minggu, 5 Desember 2021 | 10:34 WIB
X