Jelang Seri Ketiga BRI Liga 1, Robert Alberts Ungkap 'Faktor X' yang Bakal Sulitkan Persib

Robert Alberts mengungkap 'Faktor X' yang mengganggu persiapan timnya jelang seri ketiga BRI Liga 1 pada 20 November mendatang.

Jelang Seri Ketiga BRI Liga 1, Robert Alberts Ungkap 'Faktor X' yang Bakal Sulitkan Persib
Pelatih Persib Bandung Robert Alberts mengungkap adanya 'Faktor X' yang mengganggu timnya pada seri ketiga BRI Liga 1.
INILAHKORAN, Bandung- Pelatih Persib Bandung Robert Alberts memperkirakan timnya akan menjalani periode berat pada seri ketiga BRI Liga 1.
 
Persib akan menghadapi lawan-lawan tangguh pada seri ketiga BRI Liga 1. Mulai dari Persija Jakarta, Arema FC, hingga Persebaya Surabaya.
 
Robert Alberts merasa Persib harus benar-benar mengeluarkan segenap kemampuan terbaik di seri ketiga BRI Liga 1. Bukan karena lawan tangguh, melainkan 'Faktor X'.
 
Ternyata, 'Faktor X' yang dimaksud Robert Alberts adalah kenyataan bahwa para penggawa Persib harus kembali tinggal di hotel dengan jangka waktu.
 
 
 
Sesuai jadwal dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi, seri ketiga BRI Liga 1 2021-2022 akan mempertandingkan sebanyak delapan pertandingan dalam kurun waktu satu bulan. 
 
"Ya, ini berat, bukan hanya akan bermain delapan laga dalam waktu yang pendek, tapi kami harus tinggal di hotel, harus diam di ruangan yang kecil," ungkap Robert Alberts. 
 
Robert Alberts memastikan timnya harus memiliki kedisiplinan yang tinggi dalam mengarungi series ketiga ini. Sebab, seluruh kegiatan yang dilakukan akan berjalan monoton. 
 
 
"Dan ini bukan Piala Dunia yang mana setiap tim bisa melakukan persiapan dengan leluasa, tinggal di hotel yang fantastis dengan fasilitas terbaik, tapi ini berbeda. Jadi kami harus membuat situasi yang terbaik, karena satu hal, kami semua ingin memainkan lagi sepak bola," katanya. 
 
Pelatih yang baru saja berulang tahun ke-67 ini memastikan akan menerima seluruh konsekuensinya meski kompetisi di Indonesia tidak berjalan ideal. Termasuk dengan diterapkannya sistem bubble to bubble.
 
 
"Tapi ini yang terbaik yang bisa kami lakukan saat ini dengan situasi yang berlaku di Indonesia, dan kami harus melakukan yang terbaik. Jadi mari lanjutkan situasi yang berlaku sekarang dan berharap bisa menjalankan Liga yang normal di tahun 2022," pungkasnya.*** (Muhammad Ginanjar)
 
 
 


Editor : inilahkoran