• Kamis, 9 Desember 2021

Tim Medis Persib Banjir Pujian, Ini Ungkapan Dokter Rafi Ghani

- Kamis, 25 November 2021 | 22:00 WIB
Dokter Tim Persib Dr. M. Raffi Ghani. (istimewa)
Dokter Tim Persib Dr. M. Raffi Ghani. (istimewa)
INILAHKORAN, Bandung - Tim medis Persib Bandung banjir pujian. Terutama dari seluruh pecinta sepak bola Indonesia.
 
Pasalnya, tim medis Persib ikut membantu menangani pemain Persiraja Banda Aceh, Ramdhan yang mengalami pingsan alias tidak sadarkan diri saat kedua tim bertanding di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Rabu (24/11/2021).
 
Kejadian bermula saat Esteban Vizcarra melesatkan tendangan di area kotak penalti usai memanfaatkan umpan Beckham Putra. Namun, bola hasil sepakannya membentur kaki bek Persiraja dan pantulannya mengarah tepat ke dada Ramadhan.
 
 
Sempat mengira kondisi Ramdhan tidak serius, namun pemain muda itu tak sadarkan diri hingga harus mendapatkan penanganan dari tim medis termasuk dokter tim Persib sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulance. 
 
Kabar terbaru menyebutkan Ramadhan sudah pulih dan sadarkan diri. Bahkan pemain asal Aceh itu juga mengucapkan banyak terimakasih kepada tim medis
 
Dokter Persib, Mochamad Rafi Ghani mengucapkan banyak terimakasih dengan pujian yang telah dilontarkan. Dia mengatakan aksi itu terjadi hanya sebuah bentuk spontanitas. 
 
 
"Karena pada saat saya melihat kejadian di lapangan pemain Persiraja, Ramadhan tidak bergerak. Jadi saya spontanitas saja, sama-sama membantu. Meski di sana memang sudah ada tim medis dari Persiraja," kata Rafi saat dihubungi, Kamis (25/11/2021).
 
Rafi mengaku penanganan pertamanya yakni dengan mengecek nadi dari Ramadhan karena tidak sadarkan diri saat pertama kali menghampirinya. 
 
"Saya observasi dan saya siap-siap melakukan resusitasi jantung-paru, pompa. Takutnya kan jantungnya berhenti, jadi saya sudah bersiap melakukan resusitasi. Dan setelah saya datangani keadaan nadinya masih berdetak, kemudian saya kasih rangsang nyeri supaya kesadarannya kembali," tuturnya.
 
 
Rafi bersyukur lantaran kesadaran Ramadhan mulai kembali membaik. Tapi, pihaknya melakukan proteksi kepada lehernya hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk memastikan kesembuhannya. 
 
"Dan dilarikan ke Rumah Sakit untuk memastikan bagian organ perutnya tidak apa-apa karena kan benturan bolanya itu kena perutnya," katanya.
 
Rafi tidak menyalahkan dengan penanganan yang dilakukan tim medis Persiraja yang sempat mengangkat perut Ramadhan untuk memulihkan cedera yang dialami. 
 
 
"Tidak ada yang salah, benar itu. Dan saya membantu juga di sana sedang dibantu sama tim medis Persiraja juga. Dan saya juga itu spontanitas saja, waktu melihat perut pemain itu diangkat oleh tim medis Persiraja, atletnya kelihatan tidak bergerak, jadi saya spontan saja lari untuk membantu. Alhamdulillah, dapat kabar terakhir keadaannya membaik. Dan setelah di observasi di RS juga saya dapat kabar juga katanya tidak ada hal yang membahayakan," bebernya. 
 
Rafi mengaku penanganan ini bukan kali pertama terjadi. Hal serupa pernah terjadi pada pemainnya yakni I Made Wirawan hingga Jendri Pitoy. 
 
"Terus tahun 2018 saya juga pernah jadi dokter pendamping untuk jamaah haji, sempat ada jamaah yang kena serangan jantung. Alhamdulillah, saya lakukan resusitasi dan Alhamdulillah selamat. Jadi intinya, ketika menghadapi situasi seperti ini yang paling penting tidak panik, harus observasi apa yang harus kita lakukan. Kalau kita lihat nadinya lemah, harus langsung dilakukan resusitasi," pungkasnya.***(Muhammad Ginanjar)
 
 

Editor: JakaPermana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X