• Kamis, 9 Desember 2021

Persib Resmi Layangkan Surat Keberatan Mengenai Tidak Disahkannya Gol Marc Klok Saat Melawan Persija

- Jumat, 26 November 2021 | 15:09 WIB
Direktur PT PBB Teddy Tjahjono mengatakan, Persib secara resmi melayangkan surat kepada PT LIB. Isinya, permohonan evaluasi perangkat pertandingan saat gol Marc Klok tidak disahkan. (istimewa)
Direktur PT PBB Teddy Tjahjono mengatakan, Persib secara resmi melayangkan surat kepada PT LIB. Isinya, permohonan evaluasi perangkat pertandingan saat gol Marc Klok tidak disahkan. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Persib akhirnya secara resmi melayangkan surat kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB). Isinya, permohonan evaluasi perangkat pertandingan saat memimpin laga melawan Persija yang tidak mengesahkan gol Marc Klok, Sabtu lalu.

Direktur PT Persib Bandung Bermartabat Teddy Tjahjono mengatakan, surat tersebut ditunjukan sebagai bentuk keberatan timnya. Sebab, wasit yang dipimpin Aprisman Aranda tidak mengesahkan gol Marc Klok di menit-menit awal Persib melawan Persija.

"Maksudnya, kita istilahnya meminta evaluasi atas kejadian gol Marc Klok yang tidak disahkan saat Persib melawan Persija. Bahwa yang kita lihat di televisi, rekaman, foto, menurut kita adalah gol. Dengan pertimbangan itu kita bersurat, karena di bukti rekaman sudah gol," ujar Teddy saat dihubungi, Jumat 26 November 2021.

Baca Juga: Gol Marc Klok ke Gawang Persija Dianulir, Robert Alberts: Itu Jelas-jelas Gol!

Pria berkacamata ini meminta ke PT LIB selaku operator kompetisi untuk melakukan evaluasi. Harapannya agar pertandingan ke depan bisa jauh lebih menarik dan berjalan fair play.

"Kita berkirim surat satu hari setelah pertandingan. Tepatnya Senin (22/11/2021). Jadi mohon dievaluasi, kalau sudah gol ya tolong di evaluasi lah kinerja dari perangkat pertandingan," katanya.

Baca Juga: Persib Dikalahkan Persija, Robert Alberts Berang Gol Marc Klok Dianulir

Teddy juga sepakat apabila kompetisi menggunakan Video Assistant Referee (VAR). Sehingga wasit pertandingan bisa lebih tepat dalam mengeluarkan keputusan.

"Kalau di luar negeri sudah pakai VAR. Kalau diterapkan di Indonesia ya bagus ya. Sudah ada alat untuk double check," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X